
"Kalau masih mengantuk tidur saja dulu. Kita perginya agak sorean biar gak panas!" Jawab Jonathan yang ingin beranjak dari sana tapi Miranda kembali menahannya.
"Mau sampai kapan Om membiarkan Miranda tidur sendiri, bukankah kita sudah syah menjadi suami istri?" Tanyanya masih dengan kepolosan yang hakiki sambil menyandarkan kepalanya dipangkuan pria itu.
Jonathan bingung mau menjelaskannya dengan cara apa, tapi yang pasti untuk melakukan hal lebih pada Miranda tentu bukanlah sesuatu yang mudah untuk di lakukan olehnya.
"Kok, diem Om? Bahkan Om belum pernah mencium Miranda sekali pun. Apa jangan-jangan Tante Bella itu pacar Om ya?"
"Kenapa berpikir begitu?"
Jonathan merasa sedikit gugup hingga tak mau menundukkan kepalanya untuk melihat wajah Miranda yang terus memandanginya.
"Ya karena Tante Bella kelihatan akrab banget sama Om Jo," jawab Miranda yang malah mencebikkan bibirnya dengan tampang tidak suka.
"Dia itu hanya sahabat Om," jawab Jonathan dengan suara berat.
"Yakin Om? Kalau begitu jangan terlalu dekat sama Tante Bella," pinta Miranda yang malah semakin jahil memainkan dagu Jonathan.
__ADS_1
"Apa hak mu mengaturku?" Protes Jonathan yang merasa kalau Miranda mulai belajar lancang hingga harus mengaturnya.
"Kan Miranda, istri Om Jo sekarang. Itu berarti Bella punya hak dong untuk ngelarang Om deket sama siapa pun?"
"Terserahlah, mau tidur atau terus mengatakan hal-hal yang tidak penting sama sekali."
"Mau nemenin Om aja."
"Cuma mau masak buat entar malam. Biar pulang dari rumah sakit nanti gak ribet lagi," ujar Jonathan yang meminta Miranda segera mengangkat kepalanya.
"Oke, baiklah sepertinya Miranda harus belajar juga supaya Tante Bella gak perlu repot-repot lagi masakin Om Jo!"
"Om Jo, adakah yang bisa Miranda bantu?"
"Kamu iris-iris saja buncis dan Jamurnya di baskom!"
Jonathan menarik kursi ke dekat meja dan menyiapkan baskom mini yang di perlukan Miranda.
__ADS_1
"Duduklah di situ, dan kerjakan dengan baik!" Pinta Jonathan lagi yang harus menanak nasi lebih dulu.
"Ini sih gampang Om, Miranda sering bantu Ibu.O ya Om, kenapa ya Tante Bella sering banget curhat sama Om Jo?"
"Astaga, apa masalahmu sih Mir? Kenapa kamu terus saja membicarakan Bella sedari tadi? Apa kamu cemburu dengannya?" Tanya Jonathan sembari berkaca pinggang.
"Ya gak gitu juga lah, Om. Emang Miranda salah ya?"
Pria itu tidak terlihat tua sama sekali di mata Miranda, yang ada gayanya yang masih seperti itu malah menambah ketampanan Jonathan yang sudah sangat mirip dengan Aktor ternama seperti Rangga Azof.
Aduh, kenapa semakin hari Om Jo terlihat semakin tampan ya? Apa Miranda benar-benar sudah ke sem-sem sama Om Jo?...
Miranda malah sibuk bergumam sambil mengamati gerak-gerik Jonathan yang sedang mengeksekusi Ikan nila di ujung meja yang lainnya. Sampai akhirnya Jonathan menoleh dan membuyarkan lamunan Miranda.
"Mau sampai kapan kamu begitu ha? Apa kamu tidak akan menyelesaikan pekerjaanmu?" Tegur Jonathan kemudian.
"Oh iya, hehehe... maaf Om. Biar Miranda lanjutin sekarang ya?" timpalnya yang masih saja senyum-senyum seorang diri.
__ADS_1
Sedang Jonathan hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya dengan raut muka penuh keheranan.
Entah kenapa Ia harus terjebak dengan seorang wanita yang jauh lebih muda sembilan belas tahun dari usinya.