Calon Mertua Menjadi Suamiku

Calon Mertua Menjadi Suamiku
Bab 50 Butuh Kepastian


__ADS_3

"Bagaimana Miranda?"


Mbak Lilis dan yang lainnya mengalihkan tatapan pada perempuan yang masih berbaring di atas brankar.


"Maaf Pak, bu, Miranda tidak akan mengulangi ucapan Miranda. Om Jonatan sudah dengar sendiri kok apa keputusan Miranda tadi," jawab Miranda yang sesekali menoleh kearah Jonathan.


"Iya Pak, Miranda dan saya akan melanjutkan pernikahan ini. Karena pernikahan ini sakral, Pak. Tidak ada kesalahannya di dalamnya. Terlepas dari kejadian waktu itu. Saya memang menikahi Miranda atas nama anak itu, Akan tetapi sekarang ini Miranda telah menjadi istri saya," sambung Jonathan lagi meyakinkan diri.


Pak Syamsul bernafas lega mendengarnya, tentu saja sebagai orang tua, Ia juga tidak ingin mendengar adanya perceraian diantara anak dan menantunya itu.


"Maaf Pak, soal Bara. Tadi kami bertemu dengannya di depan. Apa anak itu tidak akan mengganggu Miranda nantinya?" Tanya Mbak Lilis. Yang terpaksa harus menyela perbincangan keduanya.


Jonathan baru ingat, kalau Bara pasti bertemu dengan mereka di depan tadi. Dan itu akan menimbulkan kecemasan bagi keluarga Miranda.

__ADS_1


"Saya akan berusaha untuk melakukan yang terbaik, mbak. Bara tidak akan mengganggu Miranda lagi dengan alasan apa pun!" Jonathan meyakinkan ucapannya.


"Semoga saja begitu, kami merasa tidak tenang kalau Bara satu rumah dengan kalian. Bagaimana kalau anak itu nekat melakukan hal serupa pada Miranda?" Cicit Mbak Lilis lagi.


Jonathan melirik ke arah Miranda yang mengulum bibirnya dengan perasaan bingung. Tidak tahu mau memberitahukan jawaban apa agar Mbak Lilis tidak perlu mengkhawatirkan soal itu.


"Di rumahkan ada Om Jonathan, Mbak. Beliau selalu stay di rumah saat Miranda pulang sekolah. Jadi Bara tidak akan mungkin berani macem-macem. Selain itu Bara sebenarnya juga bukan predator kok. Dia tidak akan mungkin memaksa Miranda untuk melakukan kesalahan serupa. Karena Miranda sudah sadar, kalau suami Miranda kan Om Jo," jawab perempuan remaja itu panjang lebar.


"Selamat malam!" Sapa dua orang suster yang datang dengan membawa troli dorong untuk membagikan jatah makan siang pada semua pasien.


"Ini adalah makanan sehat untuk Mbak Miranda. Jangan dulu makan makanan yang berserat atau daging-dagingan berlemak untuk mehindari peradangan paska keguguran ya!"


"Iya Sus, terima kasih atas makan malamnnya," jawab Miranda masih dengan suara yang agak bergetar.

__ADS_1


Suster itu meletakan kotak makanan tersebut ke atas nakas. Lalu berpamitan pergi karena harus membagikan makanan itu ke kamar pasien lainnya.


Jonathan mengamati arlojinya, jam memang sudah menunjukkan pukul tujuh kurang lima belas menit. Pasti Miranda sangat lapar. Hingga pria itu berinisiatif untuk meraih kotak makanan itu dan menyuapi Miranda.


"Ayo makan dulu, kamu pasti butuh tenaga untuk pulih!"


Miranda menurut dan menerima suapan Jonathan. Pemandangan itu membuat orang tua Miranda sangat terharu.


Mereka yakin kalau Jonathan memang sudah memperlakukan Miranda dengan baik. Hingga putrinya itu tetap ingin hidup bersama Jonathan. Tak perduli usia telah menjadi jurang perbedaan diantara mereka. Perbedaan kasta juga bukan halangan Jonathan untuk tetap mempertahankan pernikahannya dengan perempuan remaja seperti Miranda.


"Makasih ya, Jo. Bapak dan Ibu sangat berharap kamu akan memperlakukan Miranda dengan tulus seperti ini sampai kapan pun. Serta sabarlah menghadapi Miranda karena dia masih terlalu kecil untuk mengetahui apa saja kewajibannya sebagai istri. Ibu juga yakin dia akan sering menyusahkanmu kedepannya" Tukas Ibu Miranda menatap penuh harap, agar Jonathan tidak akan menyia-nyiakan putrinya.


"InsyaAllah, Bu. Jonathan akan berusaha menjadi suami yang baik untuk Miranda!" Jonathan menjanjikan pada keluarga Miranda. Untuk selalu menjaga dan melindungi putri mereka.

__ADS_1


Malam beransur-angsur semakin larut, kekuarga Miranda meminta maaf karena tidak bisa menginap di rumah sakit. Jadi mereka menyerahkan semuanya pada Jonathan agar mengurus semua kebutuhan Miranda.


__ADS_2