Calon Mertua Menjadi Suamiku

Calon Mertua Menjadi Suamiku
Bab 57 Cari Muka


__ADS_3

Sepertinya Bella tahu kalau itu adalah mobil Jonathan yang masuk ke halaman. Sehingga Bella memutuskan untuk menunggu Jonathan saja di depan teras.


Sedangkan Jonathan segera keluar dan meraih tas yang di bawanya. Karena tak tega melihat Miranda yang masih lemas. Jonathan pun memetuskan untuk kembali menggedong Miranda masuk.


"Hei Bell!" Sapa Jonathan dengan ramah.


"Loh, Jo. Miranda kenapa ni? Kok gendong-gendongan gini?" Tanya Bella penasaran.


"Gak papa, hanya sakit biasa kok. Boleh minta tolong bukain pintunya!"


Jonathan mengarahkan Bella ke kunci yang sudah di persiapkannya di tangan. Sebab Jonathan yakin kalau Mama Mutia tidak di rumah sedang Bara belum pulang dari sekolah.


"Oh oke, biar aku buka!"


Bella mengambil kunci itu dan melakukan permintaan Jonathan, "Mau di kamar atau dimana, Jo? Biar aku bantu membereskan tempatnya?"

__ADS_1


"Tidak usah Bel, Miranda di sofa saja dulu." Bisa gawat kalau sampai Bella tahu kalau Miranda tidur satu kamar dengannya. Karena selama ini mereka masih merahasiakan status keduanya. Bahkan Bella mengira Miranda adalah keponakan Jonathan.


Sebagai seorang perempuan yang ounya tujuan, Bella pun memperlihatkan pada Jonathan kalau dia adalah wanita yang memiliki sifat keibuan, "Sakit apa, Sayang? Lemes banget kelihatannya?"


Bella menempelkan punggung tangan itu ke kening Miranda yang jujur saja sangat tidak suka akan sikap Bella yang sedang cari muka di depan Jonathan.


"O ya, Aku bawa makan siang, Jo. Kalian makan aja dulu ya. Biar Ku siapin sekarang!"


Seperti seseorang yang sudah paham dengan rumah itu, Bella pun langsung membawa rantang berisi makanan yang di bawanya tadi menuju ke dapur.


"Is, dasar ganjen," dumel Miranda sembari melengos kearah lain.


"Apa? Jadi Om membela dia ketimbang Miranda ni?"


"Ya gak gitu juga sih, ya udah deh mau minum gak? Biar Om Ambilin!"

__ADS_1


"Air mineral itu aja!" Tunjuk Miranda pada kanting kresek disebelah tempat duduk Jonathan.


Ia melakukan itu karena tak ingin Jonathan pergi ke dapur, lalu perempuan gatel itu mencari kesempatan untuk menggoda Jonathan dengan sikapnya yang sok baik itu.


Jonathan pun menurut, kemudian membuka tutup botol mineral itu dan melangkah Mendekat lalu Memberikannya pada Miranda.


"Pusing gak kepalanya?" Jonathan merapikan rambut Miranda karena sedikit berantakan.


"Gak sih, Om. Tapi lemesnya yang gak ngenakin!"


Jonathan mengangguk paham, "Ya udah gak papa, nanti juga sembuh kok."


Jujur saja, sebenarnya di dalam lubuk hati Jonathan yang paling dalam dia sangat mengkhawatirkan keadaan Miranda. Karena bagaimana pun juga Ia tak ingin ceroboh lagi hingga Meilinda tidak tertolong. Andai saja Ia tahu lebih cepat kalau wanita yang dicintainya itu mengalami pendarahan. Tentu musibah itu tidak akan pernah terjadi.


Bella yang masih sibuk menata makanan diatas meja mengamati keduanya yang dapat di lihat dari meja makan.

__ADS_1


Bella sendiri nampak tidak suka saat melihat Jonathan sangat perhatian pada Miranda melebihi kasih sayang Paman pada keponakan. Seakan ada sesuatu yang tidak Bella ketahui terjadi di antara mereka. Karena perlakuan dan perhatian Jonathan pada Miranda terlalu berlebihan menurutnya.


"Jo, Mir, ayo makan dulu!" Ajak Bella kemudian membuat keduanya menoleh kearah Bella.


__ADS_2