Calon Mertua Menjadi Suamiku

Calon Mertua Menjadi Suamiku
Ban 51 Pengertian


__ADS_3

Jonathan tidak keberatan dengan hal itu. Karena itu memang sudah menjadi kewajibannya. Sebagai seorang pria dewasa dan berpengalaman saat merawat Mailinda dulu. Jonathan tidak ingin melakukan kesalahan kedua dengan kurang perhatian, hingga tidak menyadari kalau Meilinda mengalami pendarahan hebat kala itu.


"Tidurlah ini sudah malam!" Jonathan menyelimuti tubuh Miranda sampai ke dada.


"Temani Miranda, Om!" Perempuan itu sedikit menggeser posisinya agar Jonathan ikut berbaring bersamanya disana.


"Itu terlalu sempit, Mir!"


"Berbaring saja, Om. Miranda pengen Om memeluk Miranda!" Desak perempuan tengil itu membuat Jonathan tak bisa menolak lagi.


Terpaksa Jonathan ikut naik dan tidur dengan posisi miring di samping Miranda. Ya, setidaknya itu akan di lakukan Jonathan sampai Miranda tertidur pulas nanti.


Pria itu membelai rambut Miranda dengan lembut, hingga senyum Miranda terurai kearahnya.


"Om, terima kasih sudah mau mempertahankan Miranda di samping Om Jo!"


Jonathan mengangukkan kepalanya pelan, "Tidurlah, ini sangat malam!"


"Iya, Om!"

__ADS_1


Keesokan harinya sekitar pukul lima lewat lima menit, Suara orang lalu lalang di depan koridor ruangan mereka telah membangunkan Jonathan. Ia baru sadar kalau sekarang ini dirinya masih ada di samping Miranda dengan tangan di atas perut Miranda.


"Astaga, jadi aku ikut terlelap disini semalam?"


Jonathan segera bangkit dari sana dan membersihkan diri. Lalu memeriksa kondisi di luar sebentar.


Karena Jonathan perlu mengganjal perut, pria itu memeriksa ulang Miranda yang belum terbangun. Lantas keluar sebentar untuk mencari sarapan di sekitaran rumah sakit itu.


Tak lama Miranda pun ikut terbangun, dia bingung saat tidak melihat Jonathan. Malah ada seorang pekerja yang bertugas membersihkan ruangan masuk ke dalam sana. Dia seorang laki-laki yang mungkin masih single.


"Pagi Mbak, maaf ya mengganggu mau di bersihkan sebentar!" Ucapnya dengan ramah.


"Mbak sakit apa?" Tanya laki-laki itu tadi. Yang menggerakkan sapu dalam pegangannya sangat cepat.


"Menurut Mas apa ya?" Miranda balas melemparkan pertanyaan.


"Hehehe... ini kan ruangan pemulihan khusus untuk Ibu hamil, melahirkan dan_!"


Ucapan pria itu terhenti saat Dokter Irma datang untuk memeriksa kondisi Miranda.

__ADS_1


"Lo, kok sendirian? Pak Jonathan kemana?"


"Mungkin sedang keluar mencari sarapan, Dok," jawab Miranda yang segera mendudukkan diri. Ia sudah merasa lebih baik sekarang.


"Baiklah kita tunggu Beliau kembali!"


Tidak perlu lama sebenarnya, Jonathan sudah kembali dengan membawa dua kotak makanan dan dua botol air mineral.


"Dok...!"


"Syukurlah Bapak tidak lama. Saya izin mau periksa Mbak Miranda dulu!"


"Oh iya, silakan Dok!"


Dokter Irma yang di temani asisten pribadinya itu segera memeriksa detail kondisi Miranda.


"Alhamdulilah sudah normal semua, Pak. Siang ini juga sudah boleh pulang, tapi ingat ya Pak Jo. Kalian tidak boleh melakukan hubungan dulu sampai Miranda benar-benar sudah tidak mengalami pendarahan lagi. Kira-kira sampai dua minggu ke depan. Paling aman adalah sekitar tiga bulan. Agar bekas kuretnya benar-benar telah sembuh!"


Jonathan mengembangkan senyumnya kearah Dokter Irma. Bahkan sampai saat ini pun Ia tak punya pikiran kearah sana untuk berhubungan badan dengan perempuan itu. Sebab Ia paham betul kalau berhubungan dengan Miranda, tentu butuh kesiapan mental yang sangat tinggi.

__ADS_1


"Iya Dok, saya sangat mengerti akan hal itu! Jadi Dokter tidak perlu khawatirkan istri kecil saya ini. Karena dia sangat penurut."


__ADS_2