Calon Mertua Menjadi Suamiku

Calon Mertua Menjadi Suamiku
Bab 38 Kedatangan Tak Terduga


__ADS_3

Ning Nung!


Ning Nung!


Bel rumah kembali berbunyi. Hal itu sangat mengejutkan Jonathan dan Miranda yang mendengar suaranya sampai ke dalam kamar.


"Biar Om lihat sebentar."


Miranda segera bangkit dari pangkuan pria itu untuk melihat siapakah gerangan tamunya sore-sore begini.


Rasa penasaran membuat Miranda menyusul pria itu. Dia juga mau tahu apa tujuan tamu mereka itu.


Sangat mengejutkan!


Jonathan dan Miranda sama-sama membulatkan kedua bola mata mereka saat pintu itu terbuka memperlihatkan siapa yang telah berdiri di sana.


"Bara...!"

__ADS_1


Miranda tak mampu berkata-kata hingga membungkam mulutnya sendiri dengan telapak tangan. Entah mimpi apa Ia semalam hingga tiba-tiba saja Bara kembali muncul di hadapannya.


"Ngapain kamu pulang lagi? Bukankah Papa sudah mengirimkan surat pindah sekolahmu?" Tukas Jonathan. Mulai mencecar.


Bukannya menjawab Bara malah menanyakan hal yang lainnya, "Kenapa Miranda ada di rumah kita, Pa?"


"Apa...?" Jonathan semakin marah. "Pantaskah kau menanyakan hal itu Bara? Masih berani kau menunjukkan mukamu setelah semua yang sudah kau lakukan?"


"Maaf, Pa. Bara menyesal!" Pemuda itu tertunduk lesu.


Ia tidak tahu kenapa hatinya jadi bimbang sendiri setelah memutuskan untuk pergi. Sebab jujur dalam hati, Bara masih sangat mencintai Miranda yang ternyata tak mampu Ia lupakan begitu mudahnya.


"Sayangnya sudah terlambat," jawab Miranda dengan tatapan sangat marah. "Lebih baik kamu lupain masa lalu kita karena aku udah gak mau lagi mengenal kamu!" Hari ini sepertinya telah menjadi kesempatan Miranda untuk mengeluarkan semua unek-unek yang ada didalam hatinya.


"Maksudmu?" Bara menatap dengan perasaan khawatir.


Miranda berdecih sinis, "Kau boleh pergi kemana pun kau mau Bara, anakku udah gak butuh Ayah sepertimu!" Jengah Miranda lagi yang langsung mendekati Jonathan dan memeluk tangan kekar Jonathan.

__ADS_1


"Jangan bicara begitu, Mir. Tolong maafkan aku, ayo kita menikah dan hidup bahagia!" Bara terus memohon agar Miranda mau menerima dirinya lagi dengan menarik-narik lengan Miranda yang menolak untuk meladeninya.


Saangat tak disangka oleh Bara sama sekali, ketika tiba-tiba Jonathan mendorong tubuhnya menjauh, "Belajar menghormati dia, Bara. Kamu harus menerima kenyataan kalau sekarang dia adalah Mama barumu," culas Jonathan dengan amarah yang tak bisa di tahan lagi.


"Apa...?" Bara menganga mendengar pengakuan itu. Bagaimana mungkin Jonathan malah menggantikan posisinya untuk menikahi Miranda. Padahal seharusnya Jonathan akan menjadi Ayah mertua dari kekasihnya itu.


"Kenapa Papa lakukan itu? Apa Papa tidak malu menikahi calon menantu Papa sendiri?" Teriak Bara yang menjadi kesal mendengarnya.


Plak!


Tamparan keras mendarat di pipi Bara.


"Malu katamu? Mana yang lebih memalukan ketimbang perbuatan bodohnya yang kabur dari tanggung jawab!" Geram Jonathan dengan tatapan yang sangat marah.


"Pa, aku melakukan itu karena aku masih belum cukup umur. Kami sama-sama masih SMA, Pa." Bara harap penjelasannya itu dapat di mengerti oleh Jonathan.


"Lantas, kenapa kau tidak malu melakukan perbuatan nista itu hingga Miranda hamil?" Sepertinya tak akan mudah bagi Jonathan untuk menoleransi kesalahan fatal yang sudah Bara lakukan.

__ADS_1


Bara terdiam, Ia beralih memantik tatapan kearah Miranda. Ia sangat berharap wanita yang dicintainya itu mau meminta pisah dari Jonathan dan kembali bersamanya.


__ADS_2