Calon Mertua Menjadi Suamiku

Calon Mertua Menjadi Suamiku
Bab 53 Mendesak


__ADS_3

"Nanti kamu bisa kerjakan ini di rumah!"


Jonathan memperlihatkan ponsel dari pihak sekolah dimana mereka akan mengirimkan lembar kerja untuk Miranda setelah kondisinya membaik.


Sedangkah hari ini menjadi hari pertama lagi bagi Bara untuk menyelesaikan studynya. Karena dengan bantuan Mama Mutia dirinya berhasil di terima kembali di sekolahan itu.


Tentu saja Leo dan Bima sahabatnya yang melihat Bara sekolah lagi disana sangat senang. Karena ada banyak hal yang ingin mereka ketahui dari Bara tentang alasan Bara meninggalkan Miranda.


Sekitar jam setengah sepuluh tepatnya, pada saat jam istirahat. Tidak hanya Leo dan Bara yang mencecarnya dengan banyak pertanyaan melainkan Salsa dan Marry juga.


"Bar, ada masalah apa kamu dengan Miranda? Kok dua hari ini dia gak masuk sekolah ya? Apa jangan-jangan karena dia udah tahu lagi kalau kamu balik lagi kesekolahan ini tapi dia marah dan gak mau ketemu kamu?" Tanya Bima sangat penasaran.


"Iya Bar, apa kalian bener-bener udah ketemu kemaren?" Leo tak kalah keponya karena waktu itu Bara kabur ke luar negeri juga start dari rumahnya.


Bara belum memberikan jawaban apa-apa sampai akhirnya kedua sahabat Miranda itu menghampiri mereka. Sudah tidak sabar rasanya kepingin tahu kabar hubungan keduanya.

__ADS_1


"Ih, elo gimana sih Bar? Seharusnya kalian udah menikah sekarang dan mengurus anak itu sama-sama. Tapi yang ada elonya malah minggat keluar negeri. Cepetan deh kasih tahu kita, apa alasan lo ninggalin Miranda waktu itu ha? Ayo ngaku!" Ucap Marry dengan ekpressi kesal.


Bara tetap diam dan hanya bisa meneguk salivanya berulang-ulang karena baru menyadari kalau dirinya amatlah bodoh.


Yakin, mulai sekarang dirinya tidak akan bisa mendapatkan Miranda dengan mudah seperti dulu. Karena saingannya adalah Ayah sendiri.


"Iya ni, gimana sih Bar? Kamu gak kasihan ya sama Miranda? Ngurus bayi itu sendirian?" Sambung Salsa pula, sambil menyandarkan sikutnya di bahu Leo.


Satu sekolahan juga sudah pada tahu kalsu sekarang ini Leo dan Salsa juga sudah berpacaran.


"Iya, itu kesalahanku. Dan sekarang Miranda tidak mau ketemu lagi sama aku," timpal Bara cukup singkat hingga membuat yang lainnya sling berpandangan.


"Ya udah ayo, kita kesana sekarang!"


Ketiga pria jagoan dari sekolahan itu pun segera berlalu meninggalkan Marry dan Salsa yang masih bingung akan sikap Bara.

__ADS_1


"Ih, Salsa. Kenapa aku jadi gemes sih sama mereka. Padahal aku kepingin banget mereka so sweet lagi kaya dulu. Tapi Miranda malah gak masuk dengan alasan sakit?" Marry benar-benar tak mengerti.


"Sakit...?" Sentak Salsa kemudian. "Apa jangan-jangan Miranda ngidam berat ya sampai-sampai ngedrop kayak gini?"


Marry pun baru menyadari hal itu, lantas buru-buru menggeret lengan Salsa untuk menyusul Bara dan kawan-kawan.


"Bar, kasih tahu kami. Apa kamu tahu kondisi Miranda sekarang. Dia pasti sedang ngerasain sensasi dari ngidamnya kali ya? Sebab Mbakku juga gitu pas ngandung Dio. Sampai dua bulan gak makan apa-apa karena pasti muntah, pusing dan mata juga berkunang-kunang sampai harus infus juga lo karena HBnya rendah?" Cecar Marry lagi, tak perduli Bara masih menyeruput mie ayam dari dalam mangkoknya.


"Idih, kepo amat sih? Kalau penasaran kenapa gak tengokin aja kerumahnya!" Sahut Leo karena merasa keduanya terus saja mendesak Arjuna sekolahan itu.


"Apaan sih Eo, gue gak nanya sama


lo ya, main nyahut-nyahut aja. Apa perlu aku kasih tahu Salsa kalau kamu itu tukang ngompol dulunya, terus penakut banget lagi kalau ngeliat mbek?"


Marry sangat mengenal siapa Leo sebenarnya sedari mereka anak-anak karena rumah mereka memang saling berdekaran.

__ADS_1


"Ya elah, Mar. Buka kartu aja sih, bikin famour aku jatuh aja lo!"


"Biarin, biar Salsa Ilfil sekalian!" Sengak Marry lagi dengan culasnya.


__ADS_2