Calon Mertua Menjadi Suamiku

Calon Mertua Menjadi Suamiku
Bab 41 Pinta Miranda


__ADS_3

Sesaat Miranda menatap datar ke arah Bara, jujur saja Ia masih kecewa berat atas perlakuan Bara terhadapnya. Sehingga keinginan untuk bersama lagi sudah tidak ada lagi dalam hati.


"Maaf Ma, aku harus menemui Om Jo!"


Miranda berlalu begitu saja tanpa memperdulikan Bara yang mencelos di buatnya. Sekarang Bara benar-benar sadar kalau Ia sudah melakukan kesalahan fatal dengan pergi waktu itu.


Bara sempat berpikir bodoh memang. Ia pikir Miranda akan tetap setia menunggunya meski Ia telah membatalkan pernikahan karena anak yang di kandung Miranda adalah anaknya. Tapi semua itu berbanding terbalik dari harapan Bara di awal.


Kenyataan menyakitkan harus Ia terima saat tahu yang menikahi kekasih hatinya adalah Ayah nya sendiri Jonathan Kertapati.


"Nek, apa Papa tidak akan melepaskan Miranda untuk Bara?" Pemuda itu tak dapat membendung air matanya hingga merengkuh tubuh Mama Mutia.


Apa yang bisa di lakukan Mama Mutia kecuali menepuk-nepuk bahu Bara untuk menguatkan, "Ini salahmu, Bar. Coba waktu itu kau ceritakan dulu masalah ini pada Nenek. Tentu Papamu tidak akan mengambil keputusan seperti ini!"

__ADS_1


"Iya Nek, Bara menyesal melakukannya. Tapi sungguh Nek, sekarang hati Bara sangat sakit saat melihat Miranda lebih memilih Papa ketimbang Bara. Apa dia sudah lupa dengan masa-masa indah kita dulu?" Tanya Bara dengan tatapan penuh penyesalan.


"Tidak cucuku, mungkin Miranda butuh waktu untuk menerima kamu kembali. Sebab tidak mudah melakukan perceraian saat kita terikat sebuah pernikahan!" Tukas Mama Mutia menenangkan.


Berbeda dengan Jonathan yang saat ini nampak tidak bisa konsentrasi dalam bekerja. Sesekali Jonathan memijat keningnya yang terasa berdenyut sangat kuat.


Miranda bahkan bingung harus bagaimana menyikapi masalah ini. Sebab dia lah yang paling terpukul di anntara kedua Ayah dan anak itu.


"Om...!"


Miranda tertunduk kelu, Ia sendiri juga tidak ingin menempatkan dirinya atau pun kedua laki-laki itu ketempat yang terlalu sulit.


Tapi tetap saja, Miranda sudah membuat keputusan. Kalaupun Jonathan memilih menyerah. Akan lebih baik dia hidup sendiri saja apa pun resikonya.

__ADS_1


"Aku sudah tidak ingin lagi menjalin hubungan dengan Bara. Kalau Om mau menceraikan Miranda, tidak apa. Tapi Miranda tetap tidak ingin menjalin apa pun lagi dengannya!"


"Kenapa bilang begitu?" Jonathan menatap lekat anak remaja yang berdiri di sampingnya, "Tidak akan ada perceraian," sambung Jonathan lagi menegaskan.


"Kalau begitu, jadikan aku istri Om seutuhnya!" Pinta Miranda yang langsung bersimpuh di kaki Jonathan.


Pria dewasa itu menatap tak mengerti, "Apa maksudmu, Mir?"


"Aku mau Om perlakukan aku seperti istri pada umumnya," ulang Miranda lagi sangat yakin membuat Jonathan tercengang sesaat.


"Kamu sudah gila ya, untuk lebih jauh itu tidak mungkin. Kamu masih sekolah, Mir. Apa lagi kamu masih mengandung sekarang," ucap Jonathan yang mencoba untuk menghela nafasnya dalam-dalam.


"Memangnya kenapa, Om? Apa kalau Om gak menyentuh Miranda itu akan mengubah segalanya. Bukankah Miranda akan tetap hamil, kan?" Perempuan itu mengatakan hal yang benar hingga Jonathan membisu dalam kegamangan.

__ADS_1


Bukan itu maksudnya, hanya saja Jonathan belum tahu harus bagaimana pada perempuan yang masih remaja itu. Miranda memang istrinya sekarang. Tapi untuk menyentuh tentu itu adalah sesuatu yang masih sangat memberatkan bagi Jonathan.


__ADS_2