Calon Mertua Menjadi Suamiku

Calon Mertua Menjadi Suamiku
Bab 25 Tak Punya Pilihan Lain


__ADS_3

Sengaja Miranda tidak bertanya dulu tentang niat Jhon mau pergi tadi sebenarnya ada urusan apa dan sama siapa.


Mereka segera pulang kerumah dan makan beberapa buah yang sudah di kupas dan di bersihkan oleh Jonathan.


"Nanti malam aku mau keluar," ujar Jonathan. Saat mereka duduk saling berhadap-hadapan.


"Kemana Om? Lama?"


Miranda masih nampak santai karena Ia memang belum tahu sepenting apa kepergian pria berpenampilan Cool tersebut dengan di warnai lipatan otot-otot lengan yang nampak sangat kuat. Jika itu untuk urusan pekerjaan. Miranda akan mencoba untuk mengerti.


"Nonton sama Bella, mungkin sekitar dua jam," tukas Jonathan lagi sembari mengigit apel di tangannya.


Apa? Sama Tante Bella? Bisa-bisa perempuan itu ngajakin Om buat nonton berdua...


"Aduh, Om yakin mau ninggalin Miranda sendirian di rumah ini. Miranda parnoan Om. Takut kalau malam-malam sendirian. Gimana kalau ada hantu yang tiba-tiba datang godain Miranda? Apa Om gak akan khawatir nantinya?" Timpal Miranda. Langsung beralasan.

__ADS_1


"Masak sih?" Jonathan menatap tak percaya. "Sudah sekitar dua puluh tahun aku tinggal di rumah ini. Mana ada hantu yang muncul?" Sambung Jonathan lagi. Tak mengindahkan ucapan Miranda.


"Ya ampun, Om. Miranda itu lagi hamil sekarang. Kalau Miranda ketakutan, terus tertekan gimana jadinya?" Ucap perempuan itu setengah manyun. "Tapi terserah saja, jangan salahkan Miranda jika terjadi sesuatu nanti, toh Miranda kan belum lama ada di sini, tidak banyak yang Miranda tahu," lanjut Miranda lagi agak kesal hingga memutuskan untuk pergi saja dari sana.


"Bersiaplah...!" Tukas Jonathan yang tiba-tiba berubah pikiran. Hai itu membuat kaki Miranda langsung terpaku, "Tapi harus makan dulu dan minum obatmu?"


Jonathan memberi penawaran jitu atau dia benar-benar akan pergi tanpa mengajak Miranda.


"Jadi Om mau ngajakin Miranda ya?" Tanyanya yang sudah kembali berbalik arah sambil menatap Jonathan dengan senyum terkembang.


"Ya udah buruan sana, pastikan kamu kenyang lebih dulu!" Titah Jonathan lagi. Yang masih terlalu asyik mengunyah apel.


"Astaga, emang kamu gak bisa ya makan sendiri aja?" Jengah Jonathan kemudian.


Terpaksa pria itu ikut bangkit dan menyajikan hasil masakannya tadi bersama Miranda.

__ADS_1


"Makan yang banyak, sup ini sangat bagus buat kamu!"


Jonathan memilih menyediakannya atau Miranda akan malas-malasan melahap makanan itu.


"Gimana? Enak gak?"


Jonathan mau dengan sendiri apa komentar Miranda dengan hasil masakannya. Karena itu akan menjadi nilai plus kedepannya.


"Enak, enak, Om Jo ahli deh di bidangnya. Ini sih pasti habis oleh Miranda!" Jawab Perempuan tersebut. Mengacungkan kedua jempolnya.


Jonathan nampak senang dengan cara makan Miranda yang lahap. Meski terbilang sangat berantakan dan ke kanak-kanaknya. Kehadiran Miranda membawa hiburan tersendiri di dalam relung hatinya yang sudah lama merasa kesepian.


"Ya udah habisin, karena kita gak akan keluar dari dalam bioskop sampai filmnya berakhir!"


"Oke Om, kalau soal itu sih. Miranda yakin bisa menahan diri agar tidak mual lagi di dalam sana nanti."

__ADS_1


Selepas makan, hal utama yang di lakukan Miranda adalah meminum vitamin yang di anjurkan oleh Dokter tadi. Tentu hal itu tidak akan terlepas dari bantuan dan pantauan dari suaminya.


"Ayo ganti bajumu!" Titah Jonathan. Setelah di yakin Miranda telah meminum semuanya. Sebab waktunya sudah hampir mepet.


__ADS_2