Calon Mertua Menjadi Suamiku

Calon Mertua Menjadi Suamiku
Bab 58 Cemburu


__ADS_3

"Makan dulu yok!" Ajak Jonathan yang langsung menuntun Miranda ke tempat dimana Bella menunggu mereka.


"Mau makan apa, Mir? Biar Tante ambilin?"


Miranda mengamati semua makanan yang ada di depannya. Ia sendiri bingung mau makan apa karena dirinya dalam fase pemulihan.


"Sayur dan ikan goreng aja, Bel," jawab Jonathan. Yang sudah duduk di samping Miranda.


"Oh, oke!" Bella segera melayani Miranda layaknya soorang Ibu. Begitu pula hal yang sama Bella lakukan pada Jonathan.


"Wah, ada calon mantu idaman para mertua ni," sahut Mama Mutia yang tiba-tiba muncul untuk menghampiri mereka.


"Eh, Tante Mutia apa kabar?" Bella langsung menyambutnya dengan ramah-tamah sambil cipika-cipiki.


"Udah dari tadi, Bell?" Tanya Mama Mutia lagi.

__ADS_1


"Baru kok, Tante. Ayo sekalian aja kita makan sama-sama Tante!" Ajak Bella yang langsung menuntun Mama Mutia duduk di kursi. Tak lama setelah itu Ia melihat Bara mengekor di belakang. "Nah itu dia jagoanku, eh jagoan Jonathan maksudnya," kilah Bella. Karena keceplosan di buatnya.


Pria yang masih memakai seragam putih abu-abu itu menatap dingin kearah Miranda yang jadi tak enak hati dengan situasi itu.


"Ya ampun, Bara. Kok makin hari kamu makin kelihatan ganteng sih!" Bella sangat gemas dengannya hingga mencubit kedua pipi Bara.


"Udah, ayo makan dulu sekalian. Kamu pasti laper kan dari sekolah!" Bella segera menarik tangan Bara untuk duduk di sebelah Miranda. Sedang Ia memilih duduk di samping Jonathan dengan sisi yang berbeda.


"Nah ini baru perfeck," Celoteh Mama Mutia hingga menarik perhatian semuanya.


"Gak ada kok, Bell. Akan lebih baik kita makan saja sekarang. Itu berlaku juga untuk kamu Bara!" Sejak tadi tampang Bara begitu suram dan hal itu sangat menganggu pandangan Jonathan di sana.


Miranda ingin mengambil selada air, dan ternyata Bara juga tak sengaja melakukan hal yang sama hingga membuat tangan mereka saling bersentuhan. Sesaat keduanya saling menatap dengan lekat dan hal itu membuat Jonathan jadi tidak suka melihatnya.


"Wah, nampaknya kalian itu emang jodoh lo. Hingga alam pun memberikan kode ini sama kalian," Ujar Mama Mutia.

__ADS_1


Sengaja perempuan paruh baya itu memanas-manasi Jonathan agar putranya itu tahu kalau Miranda memang lebih pantas sama Bara ketimbang dirinya.


Mendengar hal itu, Miranda buru-buru menarik tangannya hingga tidak jadi mengambil selada air. Begitu juga Bara yang akhirnya memilih makanan yang lain.


"Om Jo, boleh Miranda minta di suapin aja!" Masa bodoh dengan pendapat Tante Bella dan mertuanya itu. Miranda hanya ingin menunjukkan pada mereka kalau dia tidak akan mungkin balik lagi dengan Bara.


Jonathan mengangguk, lalu menyuapi Istri kecilnya itu dengan tulus dan ikhlas. Melihat itu dada Bara seakan sesak. Bagaimana mungkin wanita yang di cintai itu malah bermesrahan dengan pria yang seharusnya menjadi mertua Miranda di dalam hubungan mereka.


Jelas, Bella merasakan hal yang sama. Rasanya sangat tidak patut bila Jonathan terus-terusan memperlakukan Miranda begitu istimewa.


"Masakan Tante emang jempolan deh, kapan bisa lanjut buat ngajarin Miranda?" Tanya Miranda yang mengunyah makanan dari tangan suaminya itu dengan sangat lahap.


Ya Allah, apa aku akan benar-benar kehilangan Miranda sekarang?...


Bara benar-benar sakit hati melihat kemesrahan Ayah dan kekasihnya itu terjadi di depan mata. Akan tetapi Bara tidak bisa mengubah keadaan seperti semula karena dirinya terlalu bodoh saat itu.

__ADS_1


__ADS_2