Calon Mertua Menjadi Suamiku

Calon Mertua Menjadi Suamiku
Bab 42 Godaan Jiwa


__ADS_3

"Kenapa Om? Apa karena Miranda tidak cantik seperti Tante Bella, yang semok dan seksi?" Tanya Miranda terus terang.


Tak sadar Jonathan jadi tergelak mendengarnya, "Apa maksudmu bilang begitu?"


"Iya Miranda tahu, dada Miranda kecil. Punya lekuk tubuhnya juga hanya datar saja," ucapnya yang dengan sengaja merendahkan diri sendiri.


"Bukan itu?" Jonathan tidak pernah sempat berpikiran demikian.


"Lantas apa, Om?"


"Sudahlah, ayo kita tidur ini sudah malam!" Jonathan segera bangkit dan merangkul Miranda untuk berbaring di ranjang.


Bisa-bisa Jonathan akan sakit perut karena kesulitan menahan ketawa jika tetap meladeni kekonyolan Miranda. Gadis polos nan lugu yang belum mengerti apa pun soal hubungan suami istri sebenarnya.


"Om... Miranda kedinginan!" Ucapnya saat tak melihat reaksi Jonathan ingin memeluknya. Bukan tidak peka, Jonathan hanya ingin menjaga jarak lebih dulu. Lantas bangkit dan menarik selimut agar menutupi tubuh Miranda.


"Ih gak mau Om bukan itu!" Miranda menendang selimut tersebut hingga kembali jatuh dari kakinya.


"Lantas kamu mau apa Mir?" Jonathan benar-benar pusing di buatnya.

__ADS_1


"Di peluk aja sama Om!" Timpal Miranda sedikit merutuk.


Jonathan menautkan alisnya tak percaya. Miranda benar-benar sangat ingin Ia melakukan hal itu sekarang. Meski Jonathan berusaha keras untuk menolaknya.


"Ayo Om, peluk Miranda sekarang atau aku akan tidur terkurap!"


Jonathan kembali di buat tak percaya saat Miranda benar-benar melakukan ancamannya seperti seorang anak yang ngambek minta sesuatu dari orang tua.


Jonathan yang tak ingin terjadi apa-apa sama bayi di perut Miranda pun akhirnya hanya bisa pasrah, "Oke, oke, ayo berbalik ke posisi yang benar sekarang. Biar Om peluk kamu?"


"Om serius?" Miranda masih tidak mau bergeming.


Dengan menjanjikan akan mengabulkan permintaannya, barulah perempuan itu membenahi posisi terlentang.


Sesaat Jonathan terpaku menatap dada Miranda yang memang masih datar. Belum terbentuk dengan sempurna di usianya yang masih remaja.


"Kok malah bengong?" Protes Miranda lagi tidak sabar.


Terpaksa Jonathan berbaring dan melingkarkan tangannya di pinggang Miranda. Meski jujur saja jantung Jonathan berdegup sangat kuat sekarang. Sebagai lelaki yang masih normal tentu kebersamaannya sedekat itu dengan Miranda membuat hasratnya terpancing.

__ADS_1


"Apa kamu sudah merasa hangat sekarang?" Tanya Jonathan tepat di telinga Miranda.


Perempuan itu mengangguk, "Pelukan Om, memang lebih hangat ketimbang selimut itu," ujar Miranda yang sengaja mengangkat satu kakinya menindih kaki Jonathan.


"Apa yang kamu lakukan, Mir?" Jonathan benar-benar stress oleh tingkah remaja itu.


"Biarkan saja, emang kenapa? Bukankah Om itu suami Miranda sekarang?"


Lagi-lagi bukan itu masalahnya, tapi junior Jonathan langsung menegang di dalam sana kalau begini caranya.


Astaga, apa dia ini sudah tidak waras? Atau memang ingin aku lahap sekarang...


Jonathan membatin dalam ketidak mengertian. Sekuat-kuatnya Jonathan bertahan untuk tidak melakukan apa pun pada Miranda. Bukan tidak mungkin Ia akan khilaf juga jika Miranda terus menggodanya.


"Om, aku mendengar jantungmu berdetak sangat kuat sekarang. Apa Om merasa grogi pada Miranda?" Tanya remaja itu sambil senyum-senyum seorang diri. Ia fokus menatap ketampanan Jonathan yang menatapnya dengan ekspresi sangat aneh.


Miranda tidak tahu saja kalau Jonathan benar-benar di buat beku oleh ulahnya. Bisa-bisa Miranda menangis jika Ia sudah mengeluarkan taringnya yang tajam itu.


"Sudahlah, berhenti bicara terus atau aku akan membuatmu menyesalinya?" Ancam Jonathan kemudian.

__ADS_1


__ADS_2