
"Sebenarnya apa yang terjadi," teriaknya.
Pemandangan dimana dua wanita bertarung dengan telanjang bukan sesuatu yang bisa kau temui di manapun.
"Kau penyihir rupanya?"
"Kau juga sepertinya memiliki sihir yang kuat."
Mereka saling tersenyum kemudian memberikan pukulan dan tendangan di udara.
"Kalian berdua tolong hentikan, Ymir kami tidak mencuri naga ini kami menemukan telurnya terbawa arus sungai."
Ymir terdiam dan di saat yang sama kakinya ditendang hingga jatuh ke kolam.
"Sialan kau."
"Kurasa komandan kesatria tidak sekuat yang dikatakan."
"Aku barusan melamun."
"Kalian berdua tolong kenakan pakaian kalian kalau mau bertarung, tidak ada awan ataupun sinar ilahi yang menutupi tubuh kalian."
Entah bagaimana Marisa mampu membuat keadaan jadi lebih baik. Mereka berada di ruangan sama dengan teh dan cemilan di antara ketiganya.
Marisa menjelaskan bagaimana mereka mendapatkan telur sampai menjadi naga sekarang.
__ADS_1
"Jadi begitu, sudah jelas telur itu telur yang diambil dari ibukota waktu itu."
"Apa seseorang sudah menyerang ibukota?"
"Benar, kami belum tahu siapa orangnya tapi kami yakin ada sangkut pautnya dengan kerajaan Wisteria."
"Itu masalah serius, apa kau akan mengambil putriku?"
"Lebih tepatnya aku ingin kau pergi bersamaku ke kerajaan di sana kami sedang membuat proyek yang disebut Dragon Slayer."
Elizabeth memasang wajah tertarik.
"Proyek seperti apa itu?"
"Itu adalah proyek di mana kami memberikan telur naga pada orang-orang terpilih yang nantinya mereka besarkan sebagai induk, dengan begitu manusia dan naga bisa bekerja sama untuk mengalahkan naga lainnya."
"Apa yang nona Elizabeth katakan?"
"Sudah kukatakan kau tidak perlu memanggilku nona, singkatnya mereka pasti mencuri telur-telur naga dari sarangnya mengakibatkan naga yang sebelumnya tidak bermusuhan dengan manusia semakin marah dan akhirnya mereka bekerja sama untuk memusnahkan kita semua."
"Ini jalan satu-satunya untuk mengalahkan naga, tidak ada yang bisa kami lakukan singkatnya entah manusia atau naga siapa yang akan menang lebih dulu."
Ymir menatap ke arah naga di pangkuan Marisa, bagi Marisa itu sama seperti sebuah kejahatan dimana mereka menculik anak-anak untuk dijadikan senjata melawan ibu mereka.
"Elizabeth?" panggil Marisa.
__ADS_1
"Aku membenci naga tapi tidak melakukan hal sehina itu, aku akan bisa membunuh mereka dengan tanganku sendiri, aku yakin hanya menunggu waktu sampai kerajaan ini hancur jika kalian terus melakukan cara ini."
"Kau berani juga mengatakan hal itu secara terang-terangan."
"Aku tidak sepengecut kau."
Elizabeth dan Ymir saling menangkap pergelangan masing-masing dan mendorong kepala mereka sebelum akhirnya menjaga jarak.
"Aku tidak akan memaksa kehendakmu, jadi apa pilihanmu?"
"Aku tetap bersama Elizabeth, dia orang yang telah menyelamatkanku aku ingin suatu hari bisa membalasnya."
"Sudah kukatakan kau tidak perlu melakukannya."
"Lagipula dia satu-satunya keluargaku yang kumiliki."
Ymir tersenyum dengan jahil.
"Yuri kah? Kupikir tidak enak jika tidak ada batang yang bisa dimasukkan."
"Dasar komandan cabul."
"Yah, aku menghargai keputusanmu, jika kau berubah pikiran datanglah ke kerajaan.. sayangnya liburanku sudah berakhir, besok aku harus pergi. Sampai jumpa."
"Aku tidak ingin bertemu dengannya."
__ADS_1
Dalam waktu singkat Elizabeth sudah kehilangan minat terhadap kerajaan ataupun soal Dragon Slayer, dia berpikir apa dia harus mencari tahu soal membunuh naga di kerajaan Wisteria, namun segera itu diurungkannya karena tidak ingin terlibat urusan merepotkan.