Cara Membunuh Naga

Cara Membunuh Naga
Chapter 49 : High Elit Demon


__ADS_3

Di ibukota Wisteria kini telah terjadi kegemparan, hanya dengan tiga orang mereka menembus setiap pertahanan yang dimiliki kerajaan ini.


Itu wajar mengingat bagaimana tiga orang itu disebut sebagai iblis tingkat atas yang terkenal sebagai High Elit Demon.


Pertama adalah wanita dengan gaun hitam memikat, Maiden, dengan racunnya tubuh manusia ataupun bangunan akan meleleh dengan mudah.


Kedua pria dengan rambut ikal dan jubah hitam bernama Hollow, dia dikenal sebagai iblis penghancur dimana apapun yang dia sentuh akan hancur menjadi potongan dadu.


Dan ketiga pria tua dalam setelan warna hitam Zero, yang ahli dalam sihir pemanggilan.


Kekuatan mereka bahkan melebihi apapun yang diingat manusia.


Maiden berkata setelah membunuh seorang wanita di tangannya dengan asap racun.


"Lucifer tidak datang?"


"Sepertinya dia mengalami sedikit kendala," balas Hollow.


"Orang yang dihadapinya pastilah kuat."


"Kita terlalu lama di sini, mari segera pergi ke istana."


"Yare, yare kau terlalu bersemangat Zero."


Ketiganya menembus pertahanan terakhir dan akhirnya sampai ke ruang singgasana yang hanya diisi raja yang ketakutan.


"Bagaimana bisa iblis masuk ke kerajaanku?'

__ADS_1


"Bagaimana haha kau tidak menyadarinya bahwa kami sudah memasukan orang dalam, ah benar, mungkin karena kau terlalu banyak bersenang-senang dengan wanita," ucap Maiden selagi menjulurkan lidahnya mengejek.


"Tapi siapa? Orang yang belum kembali dari peperangan hanya Lucifer."


Maiden tertawa.


"Benar sekali, dialah yang kami maksud, bukannya aneh jika manusia memiliki nama seperti itu."


"Kau?"


Maiden berjalan ke atas singgasana dan ia meletakkan jari di dada sang raja.


"Apa yang kau lakukan?"


"Ini adalah hadiah dariku, sebuah racun yang mematikan yang akan membunuhmu secara perlahan."


Tubuh raja mulai berubah ungu, ia memuntahkan darah dari mulutnya berulang kali sebelum berguling-guling jatuh ke lantai dan berjalan dengan langkah kaki terhuyung-huyung.


"Biarkan saja, dia juga pasti mati."


"Itu cukup menyakitkan," tambah Zero demikian.


Raja yang berjalan dengan nafas terengah-engah menemukan dirinya telah dikerumuni oleh banyak wanita di tengah kota, mereka istri dan selir yang dia nikahi.


"Apa yang kalian lakukan, selamat aku."


Alih-alih melakukan seperti apa yang dia katakan mereka semua mengeluarkan pisau dari tangannya.

__ADS_1


"Kami sudah menunggu momen ini, setelah apa yang telah kau lakukan kami sendiri yang harus membunuhmu."


"Kenapa? Kenapa kalian."


Mereka menusuknya beberapa kali lalu memotong-motong tubuhnya tanpa ampun, itu adalah pembunuhan yang mengerikan sepanjang sejarah manusia.


Di tempat lain Elizabeth masih bertarung dengan Lucifer yang menjadi musuhnya, di udara mereka melemparkan berbagai sihir yang kuat menghasilkan ledakan yang menggema ke seluruh wilayah.


"Bagaimana kau bisa mengimbangi kekuatanku sebagai High Elit Demon?"


"Meski kau berkata begitu, bagiku kau tidak terlalu kuat."


"Jangan bercanda, Ultimate Black Hole."


Bola hitam dilesatkan ke arah Elizabeth, bola itu membesar kemudian menarik apapun dengan pusaran mematikan, tanah yang berada dibawahnya terhisap bersamaan bangunan serta pepohonan.


Elizabeth mengarahkan tangannya lalu membekukannya tanpa kesulitan sebelum menebasnya melalui pedang miliknya.


Lucifer tampak panik hingga keringat dingin hampir menyelimuti seluruh tubuhnya.


"Aaaargh," bersama teriakannya dia menerjang ke depan.


Bagi iblis tingkat tinggi dia belum pernah merasakan ketakutan tapi di depan musuhnya sekarang adalah hal berbeda, perasaan yang memuakkan itu membuatnya menyerang secara membabi buta.


Elizabeth terkena sebuah pukulan yang mana membuatnya menukik jatuh dengan sebuah ledakan, tanpa menunggu dia segera melesat kembali terbang ke udara. Tidak ada kerusakan apapun yang diterimanya membuat Lucifer geram.


Lucifer menciptakan bola hitam raksasa yang sanggup menghilangkan beberapa gunung dengan mudah sebelum hal itu terjadi Elizabeth mengangkat pedangnya untuk melancarkan sebuah tebasan berbentuk bulan sabit yang memotong tubuhnya serta sihirnya dengan mudah.

__ADS_1


Potongan daging itu hanya terjatuh tanpa daya.


__ADS_2