Cara Membunuh Naga

Cara Membunuh Naga
Chapter 41 : Rapat Istana


__ADS_3

Pagi berikutnya perburuan telur naga telah dihentikan, dengan perintah ratu, telur yang belum menetas akan dikembalikan ke tempat masing-masing dan sisanya akan tetap seperti apa adanya, di atas beranda kastil Elizabeth melihat pemandangan kota di bawahnya yang menunjukan setiap sudut dari ibukota.


Beberapa naga dikatakan telah menyerang kota namun sulit mengantisipasi saat hal itu terjadi maka dari itu semua orang hanya bergantung pada unit dragon slayer yang telah terbentuk.


Elizabeth memiliki peran penting yang harus dilakukan karena itu dia juga tak bisa sembarangan bergerak.


Merasakan hembusan angin yang menerpanya sosok Venuzuela muncul selagi meregangkan tangannya di sebelahnya.


"Aku selalu suka pemandangan ini," katanya demikian.


"Kau bisa melihatnya setiap hari bukan."


"Itu memang benar, jadi apa yang akan kau lakukan? Menyerang Wisteria secara langsung dalam wujud naga."


"Inginnya seperti itu sayangnya jika kulakukan negara lain mungkin akan menganggap kita sebagai dalang dari balik serangan naga, paling tidak aku ingin memukul beberapa titik pasukan mereka yang sudah menyerang."


"Menggunakan cara yang halus kah, akan lebih baik jika mereka menyerah tanpa syarat," balas Venuzuela sesaat sebelum melanjutkan.


"Apapun itu aku mengandalkan kelompok kalian, jika untuk uang aku pasti akan membayarnya hehe."


"Itu sudah seharusnya."


"Ngomong-ngomong armor gaun pernikahan yang kamu kenakan itu tadinya ingin aku beli, boleh aku mencobanya sesekali."

__ADS_1


"Mungkin lain kali."


"Elizabeth bisa diajak bicara ternyata."


Venuzuela melompat ke arah Elizabeth untuk memeluknya. Sikapnya manja dan bahkan tidak mencerminkan ratu seharusnya.


Dari belakang keduanya, Leonardo muncul selagi berdeham sekali.


"Ah Leonardo kau mengganggu momen romantisku dengan Elizabeth, kami berdua adalah dua insan yang saling mencintai loh dan sekarang kami hendak memutuskan menikah."


Leonardo tahu seperti apa sifat orang yang dia layani, jadi dia tidak terpengaruh tentang lelucon seperti itu dan memilih membahas topik yang berbeda.


"Aku dicuekin," ucap ratu dengan wajah pucat.


"Baiklah, Elizabeth kau juga harus ikut, mari pergi."


Elizabeth menunjukkan wajah bermasalah yang ditunjukannya pada Leonardo saat dia diseret oleh ratu di sebelahnya, sebagai balasan Leonardo hanya mengangkat bahunya ringan tanda tidak bisa melakukan apapun.


Ratu ini mungkin menyukainya walau tidak bisa menentukan berada di batas apa.


Di dalam ruangan dimana setiap orang dipisahkan oleh meja bundar, Ymir dan juga Raider turut ambil dalam bagian ini.


Venuzuela menjelaskan tentang rencanannya yang dia bangun untuk memukul mundur serangan kerajaan Wisteria, awalnya mereka ingin menyerang secara sembunyi-sembunyi dari dalam namun berkat Raider mereka akhirnya memutuskan berperang dengan terang-terangan.

__ADS_1


"Masalah naga bisa kita kesampingkan sementara waktu, yang lebih mendesak adalah tentang serangan Wisteria pada kita yang sudah terjadi di perbatasan, mereka menyerang dari tiga titik yaitu titik pertama gurun pasir, hutan tinggi dan juga lautan yang masing-masing dari mereka mengerahkan 10.000 pasukannya setengah lebih besar dari pasukan kita, jadi kita akan membalas serangan mereka secepatnya, kalian juga bisa bebas menentukan posisi kalian dalam peperangan ini."


Raider melanjutkan.


"Kita memang kalah dari jumlah tapi kita memiliki sumber manusia yang lebih kuat, aku akan mengambil daerah pohon tinggi yang bisa memudahkanku bergerak."


"Kalau begitu aku memilih laut," tambah Ymir sebelum semua orang mengarahkan pandangan ke arah Elizabeth.


"Jangan bilang kalian ingin aku memimpin pasukan juga."


"Tentu saja Elizabeth mungkin ini telat tapi aku mengangkatmu sebagai komandan kesatria ke empat dibawah perintah ratu."


"Itu artinya kau benar-benar mencoba mengikatku."


"Mau bagaimana lagi Leonardo dibutuhkan di tempat ini dan kita kekurangan komandan untuk memimpin, aku sudah jauh-jauh pergi untuk meminta bantuanmu loh, kakiku juga sedikit sakit karena harus pergi ke sana."


Elizabeth mendesah pelan, dia sudah pasti kalah argumen dengan ratu ini jadi mau tidak mau dia harus menerimanya.


"Aku mengerti, tapi sebagai syarat aku tidak mengambil pasukan hanya dengan kami sudah cukup."


"Menarik," balas Venuzuela dengan senyuman biasanya.


Dengan kata lain Elizabeth hanya akan mengalahkan 10.000 pasukan dengan hanya empat orang, dan 5.000 pasukan yang seharusnya dia pimpin akan disebar ke kelompok lainnya sebagai pasukan tambahan.

__ADS_1


__ADS_2