
Raider berayun untuk menebas beberapa boneka besi yang mengejarnya, dia menatap pria yang menggerakkan semuanya dan lalu meluncur padanya dengan sebuah tendangan yang mana menghantam wajahnya hingga dia sejajar dengan tanah.
"Haha apa menurutmu hal barusan sakit," teriaknya.
Dia adalah elf yang pernah menyerang ibukota bernama Linus.
"Serangan berikutnya akan lebih menyakitkan."
Lima boneka menyergap Raider dari segala arah memaksanya mundur selagi mengayunkan pedangnya dalam posisi bertahan.
"Setelah membunuhmu, akan kubunuh semua manusia haha."
"Sudah kubilang sebaiknya kau lupakan soal masa lalu, kau bisa memulai hidup yang baru... semua Elf kini sudah memiliki tempat tinggal."
"Tutup mulutmu, aku tidak akan terpengaruh, sebelum manusia mati aku tidak akan memaafkan siapapun. Artemis telah menyelamatkan dunia ini tapi kalian malah memperlakukan elf seenaknya inilah balasannya."
Walau Raider tidak terlibat hal itu tetap saja dia disalahkan atas kejahatan orang lain, yang jelas pria di depannya telah kehilangan dirinya sendiri.
Raider sedikit kasihan namun membiarkannya terus hidup juga akan membuatnya terus terluka, paling tidak Raider ingin menyelamatkannya dengan sebuah kematian singkat.
Dia melompat ke samping memberikan tebasan yang mematikan untuk menjatuhkan para boneka tersebut, sebelumnya dia tidak bisa melakukannya akan tetapi sekarang berbeda.
Setiap boneka dikendalikan oleh benang tipis yang dibuat dari mana, dengan mengaliri pedang dengan mana juga, dia mampu memotong benang tersebut.
Wajah Linus berubah pucat saat melihat bonekanya begitu saja ditumbangkan.
"Aku masih punya yang lainnnya," katanya dengan wajah dipaksakan.
__ADS_1
Lingkaran sihir muncul di langit dan dari saja pasukan terbuat dari baju besi bermunculan.
"Jika High Elite Demon berhasil menaklukkan dunia ini maka kalian manusia tidak akan lagi memiliki kesempatan."
"Itu juga akan berpengaruh pada ras elf."
"Tak masalah, nanti akan kupikirkan cara yang lain untuk membunuh para iblis."
"Kau mengatakan hal konyol."
Seluruh pasukan zirah besi mulai menyerang Raider secara serempak, dia berayun saat seluruh boneka mengejarnya kembali.
"Akan kuhancurkan semuanya, Artemis lihat aku.. akan kubuat mereka semua membayar karena telah memperlakukanmu tidak adil."
Raider menjatuhkan beberapa sebelum meluncur ke tempat lain selagi menghindari serangan, dia sempat jatuh namun dia segera bangkit lalu bersembunyi di dalam bangunan rumah selagi mengawasi sekitarnya.
"Cih... tidak ada habisnya, aku harus membunuh penggunanya secepatnya."
"Apa?"
"Bonekamu tidak terlalu efektif pada orang yang sudah mengetahuinya."
Guakh.
Linus menyemburkan darah saat dua pedang menikamnya dari depan.
"Mustahil."
__ADS_1
"Padahal adikmu berusaha keras untuk menyelamatkan dunia ini dari raja iblis tapi kau malah memilih jalan berbeda, ia mungkin akan sedih melihatnya jika kau melakukannya."
"Raider."
"Jangan khawatir, aku akan melindungi ras elf... tidak seperti denganmu aku selalu menganggap Artemis orang yang luar biasa bahkan tidak akan memilih jalan seperti ini meskipun dia tidak dianggap sebagai pahlawan, yang dia inginkan bukanlah pengakuan orang lain melainkan perdamaian untuk semua orang."
Raider menarik pedangnya hingga Linus tumbang ke tanah. Di detik kematiannya dia sempat melihat bagaimana adiknya sedang mengulurkan tangan padanya dengan senyuman hangat.
"Artemis."
"Aku datang menjemputmu kakak."
"Maaf."
"Tak usah dipikirkan, semua orang sudah menunggu kita... mari pergi."
"Um, kurasa begini lebih baik."
Raider memasukan kembali pedangnya selagi berlutut di depan tubuh pria elf yang sudah kehilangan nyawanya.
Dia hanya seorang kakak yang terlalu menyayangi adiknya. Raider berfikir akan lebih baik jika nanti dia dimakamkan bersama makam adiknya.
Tak lama seorang prajurit muncul.
"Komandan, istana Wisteria tiba-tiba hancur, apa yang sebaiknya kita lakukan?"
"Kalian suruh semua musuh untuk menyerah termasuk ras iblis, dan kita tidak akan menyakiti mereka sebagai tahanan."
__ADS_1
"Kami mengerti."
Raider memutuskan untuk pergi ke arah istana seorang diri.