
Beberapa hari berikutnya Elizabeth mengunjungi kota yang dimaksud, untuk keperluan sehari-hari Pia, telah diselesaikan oleh pelayannya, mereka sesekali mengajaknya berjalan-jalan dan tak segan mengajari berbagi hal soal urusan rumah tangga.
Dia juga belajar bisnis kecil dari penduduk kota, Elf jarang ditemui namun semua orang menyambutnya dengan baik.
Elizabeth muncul di dekat Ymir yang mengerahkan pasukannya dalam hal membangun kota elf.
"Kau mampir komandan ke empat."
"Aku tidak suka kau memanggilku seperti itu, jadi berapa lama lagi kotanya akan selesai."
"Paling tidak dua Minggu lagi, memintaku membangun kota dalam waktu singkat sungguh merepotkan."
Elizabeth bisa mengerti soal itu.
Jumlah pekerja semuanya berjumlah 1.000 orang yang mana sudah cukup menciptakan kota dengan cepat. Ratu itu benar-benar serius, ada dapur sementara yang diciptakannya di sana dan saat masuk jam istirahat semua orang berbaris dengan rapih. Elizabeth turut bergabung untuk merasakan bagaimana rasanya.
"Orang yang tidak ikut bekerja jangan mengantri," ucap Ymir namun jelas Elizabeth abaikan.
"Ini enak."
"Sudah pasti, menu yang kami siapkan berkualitas sangat baik, oi jangan alihkan pembicaraan."
"Baik-baik, jadi berapa banyak elf yang akan tinggal di kota ini?"
"Tiga ratusan kurasa."
__ADS_1
"Yah itu jumlah yang banyak."
"Dibandingkan aku pekerjaan Raider cukup sulit karena harus menemukan mereka yang terpecah sebelumnya."
"Apa dia berada di kawasan Wisteria."
"Iya, dengan pasukan kecil... tapi sebentar lagi Leonardo akan menyusul untuk menyerang juga, setelah tahu bahwa Wisteria telah diambil alih oleh iblis kita tak bisa membiarkannya begitu saja."
"Meskipun kau juga ras iblis."
"Jangan samakan aku dengan mereka, aku ras iblis baik... kau tahu."
Elizabeth berpikir begitu tapi tidak mengiyakan dan kembali menyantap makanannya.
Pembangunan kota elf telah mencapai 70 persen dan tak perlu waktu lama lagi menunggunya selesai. Elizabeth kembali ke kota untuk menemui Ciel di guild petualang.
"Kau benar-benar melupakan pekerjaanmu di guild."
"Kau tahu, aku juga perlu berisitirahat sesekali dari pekerjaan, tentu dalam waktu panjang."
"Itu cukup membuat kami kesusahan."
"Apa ada sesuatu?"
"Ah iya, aku punya permintaan khusus untukmu."
__ADS_1
Elizabeth menerima selembar quest berisi tentang permintaan penjelajahan untuk menyusuri area bernama Water Fall.
"Tempat ini bukannya tempat yang disebut sebagai jurang tanpa dasar."
"Benar sekali, walau namanya begitu sebenarnya masih ada dasarnya walaupun sangat dalam. Sebelumnya sudah ada permintaan seperti ini beberapa tahun lalu tapi baru tahun sekarang dilaksanakan, sayangnya sudah tiga bulan semua orang belum kembali."
Elizabeth mengerenyitkan alisnya.
"Permintaan untuk seluruh petualang dari berbagai guild kah."
"Mereka orang-orang terbaik jadi itu akan menjadi kerugian jika mereka tidak kembali."
"Kalian benar-benar ceroboh, jika sudah tiga bulan berarti kemungkinan mereka mati sangat besar."
"Meski begitu paling tidak harus ada seseorang yang memastikannya dan aku yakin bahwa kelompokmu dapat melakukannya."
"Kau terlalu memandang tinggi kami, karena bayarannya sepadan dengan resikonya, aku menerimanya"
Elizabeth tak perlu menimbang-nimbangnya lagi terlebih jika pun dia menanyakan ke anggotanya soal itu jawabannya sudah pasti mereka bersedia.
"Uwaah, akhirnya kita memiliki petualangan yang lebih menyenangkan, jangan lupakan soal uangnya," seperti biasanya Shina akan berkata demikian.
Untuk Noel dia memberikan tanggapan berbeda.
"Kita memang harus memeriksanya, jika beruntung ada kemungkinan mereka juga masih hidup di sana."
__ADS_1
Sementara Marisa menatap dengan sebuah tekad kuat tak tergoyahkan.
"Akhirnya aku bisa berpetualang lagi dengan Elizabeth, aku akan lebih berguna sekarang."