
Bersama armada kapal, Ymir bisa melihat jumlah kapal musuh yang melampaui ekpektasinya.
Mereka mengarahkan meriam mereka dan selanjutnya menembakan bola besi itu tanpa jeda.
"Kalian mau main-main dengan penyihir rupanya."
Ymir menggunakan mantra untuk menghentikan peluru tersebut lalu melemparkannya kembali ada pemiliknya hingga mereka sendiri yang mengalami kesulitan.
"Kalian jangan hanya diam serang mereka juga."
"Baik komandan Ymir."
Ymir mengalihkan pandangan ke arah kapal di sampingmu namun tiba-tiba saja kapal tersebut terbelah dua bagian termasuk awalnya sendiri.
"Mustahil?" ucap Ymir terkejut.
"Akhirnya kutemukan pemimpinnya."
Yang berdiri di atas air itu adalah seorang pria dengan pedang besar di tangannya. Ymir menarik senapan dari lingkaran sihir kemudian melayang untuk mendekatinya.
"Haha kau penyihir yang terkenal itu bukan, si jenius yang pernah membantai ratusan bandit di usia 4 tahun, si iblis Ymir."
"Ara, sepertinya julukanku masih banyak yang mengingatnya."
"Tentu saja, itu adalah sejarah kelam untuk semua bandit di benua ini."
"Bagi sebagian orang itu titik balik dari semuanya."
Ymir mengarahkan senapannya lalu menembakan cahaya dengan kecepatan sonic, pria itu menebasnya dengan satu gerakan hingga terbelah menjadi dua bagian dan meledak di sampingnya.
"Siapa kau?"
__ADS_1
"Tidak sopannya diriku, namaku Ganer, ksatria pedang dari Wisteria sama sepertiku di wilayahku aku juga disebut sebagai iblis."
Ymir merasakan tekanan kuat, berbeda darinya sosok di depannya adalah iblis sebenarnya.
"Jadi apa yang telah kau lakukan hingga memiliki mana terkutuk seperti ini."
"Aku membunuh seluruh orang-orang untuk membersihkan kerajaan dari orang-orang kumuh."
"Kau?"
Ymir mengepalkan tinjunya.
"Orang-orang miskin, tak punya harapan dan apapun itu mereka seharusnya tidak ada karena itu aku melenyapkan mereka untuk membuka kota menjadi indah, tentu saja raja mengizinkannya."
"Akan kubunuh kau."
"Kenapa kau begitu marah, mereka bukan orang yang kau kenal bukan."
Mana menyeruak dari tubuh Ymir, itu membentuk sebuah pusaran air yang menyebar dimana dirinya menjadi pusatnya.
"Kuat sekali tapi aku juga tidak akan kalah."
Ganer telah muncul di depan Ymir selagi mengayunkan pedangnya horizontal, Ymir yang sedikit terbawa suasana ditebas secara langsung hingga tubuhnya terbang melesat di permukaan air sebelum menabrak lambung kapal musuh.
Dia kehilangan topinya meski begitu dia masih berdiri.
"Hoh, pedangku tidak memotong-motongmu kalau begitu bagaimana dengan selanjutnya."
"Tunggu kapten kami juga berada di sini."
Tanpa memperdulikan pasukannya sendiri, Ganer mengayunkan beberapa kali pedangnya membuat seluruh area terpotong-potong melalui tebasannya, tubuh setiap orang terpecah belah sebelum mereka berteriak. Kepala mereka serta tangan-tangan mereka mengapung di air kendati demikian Ymir keluar dari sana dan berjalan dengan senapan di tangannya.
__ADS_1
Ia menggunakan reruntuhan kapal sebagai pijakan.
"Bagaimana bisa kau?"
Ganer kembali mengangkat pedangnya namun sebelum dia bisa mengayunkannya sebuah tembakan mengenai tangannya hingga tangannya terbang ke udara bersama pedang di tangannya sebelum tenggelam ke air.
"Tanganku aaaaaarg."
Tembakan berikutnya menghancurkan tangannya yang lain.
"Kau senang membunuh kalau begitu bagaimana kalau kau merasakannya juga," Ymir berkata itu dengan senyuman menyeringai.
Pasukannya juga tampak kebingungan.
"Ah, komandan Ymir berubah jadi Iblis lagi."
"Saat dia seperti itu kita tidak bisa melakukan apapun, kita fokus dengan kapal yang lain."
"Baik."
Disuguhkan pemandangan seperti itu Ganer memucat.
"Maaf saja iblis sebenarnya bukan hanya sebatas julukanku tapi sebenarnya aku memang iblis itu sendiri."
"Bagaimana masih ada ras iblis di wilayah manusia, jadi saat 4 tahun itu."
"Penduduk desa yang diserang itu sebenarnya orang yang telah merawatku, ketika mereka dibunuh aku memutuskan untuk membalas kebaikan mereka yaitu melenyapkan seluruh bandit."
"Mus..."
Sebelum Ganer menyelesaikan perkataannya, kepalanya meledak dahsyat.
__ADS_1
"Aku malah terbawa suasana lagi, biarlah... sekarang tinggal pasukannya yang harus kita lenyapkan."