
Elizabeth memosisikan pedangnya saat sesuatu datang padanya, perlahan siluet dari tubuh manusia mendekat dan ia melihat seorang gadis berjalan terhuyung-huyung padanya.
"To-tolong."
Tepat ia mengatakan hal itu dia jatuh ke tanah, di belakangnya ada seekor serigala yang bergerak maju siap memangsa.
Elizabeth menciptakan tombak dengan sihir esnya dan itu menancap dengan baik menembus tulang tengkoraknya, para serigala yang bergerak di sekitarnya akhirnya berlarian menjauh meninggalkan gadis tersebut sendirian.
Gadis itu mengenakan pakaian petualang biasanya dengan pedang di pinggangnya, rambut merah diikat ke samping.
Membiarkannya jelas akan membuatnya mati, Elizabeth mengeluarkan potion seharga 10 koin emas yang jauh lebih mahal dari potion apapun, potion ini bisa menyembuhkan tubuh seseorang dalam waktu singkat.
Dia meminumnya kemudian memasukannya ke dalam mulut gadis tersebut lewat ciuman, perlahan dia membuka matanya dan tersipu malu dengan adegan yang terjadi.
Terdengar bunyi tegukan dan gadis tersebut segera mundur.
"Uwaah, apa yang barusan? Eh, aku sembuh."
"Aku menyelamatkan nyawamu jadi berterima kasihlah."
"Terima kasih banyak."
Suara perut terdengar.
"Kami punya daging makanlah sebanyak yang kau suka."
__ADS_1
"Itu terlihat enak."
Elizabeth memberikan air padanya.
"Terima kasih, aku kira aku akan mati."
"Kau bukan rombongan yang datang bersama kami berapa lama kau tinggal di sini?"
"Mungkin enam bulan, semua rekanku sudah mati hanya aku yang masih hidup di sini."
Jika dia bisa hidup selama itu harusnya dia bisa mengalahkan serigala sebelumnya, pertanyaan itu segera Elizabeth lontarkan pada gadis yang mengakui dirinya bernama Noel.
"Sebenarnya aku merasakan hal aneh dengan pulau ini, monster-monster di sini semakin kuat setiap bulannya jadi aku mengira bahwa mereka mendapatkan kekuatan dari kristal di tengah pulau maupun memakan daging para petualang."
Elizabeth memotong daging Boar dan di dalamnya dia menemukan pecahan kristal ungu.
"Ini?"
"Aku sudah menduganya, jika kau teliti kau tidak harus pergi ke tengah pulau untuk mendapatkannya."
"Aku pikir tidak banyak monster yang memakannya lagi pula bukannya ini keluar dari kotoran Carberus."
"Tak masalah keluar dari mana yang terpenting itu kristal yang memiliki harga tinggi."
"Kau benar-benar mengatakannya."
__ADS_1
Keesokan paginya secara resmi Noel bergabung sementara waktu dengan party Elizabeth, walau dia ingin pergi semakin jauh dari bagian tengah pulang bukan berarti tidak ada makhluk lain yang menyerangnya, cara terbaik untuk hidup hanya dengan mengikuti kelompok Elizabeth yang terkesan kuat.
Mereka telah membunuh ratusan monster bersama, Elizabeth berdiri di tumpukan mayat selagi menatap ke depan, tengah pulau ini terdapat sebuah gundukan tanah tebing yang di sekitarnya diisi oleh kristal ungu sedangkan di depannya Carberus dengan tiga kepala tidur dengan tenang.
Di balik pepohonan Marisa berkata.
"Apa kita akan menyerangnya sekarang?"
"Itu ceroboh, aku melihat beberapa petualang yang sudah datang kemari biarkan mereka mencobanya lebih dulu."
"Um."
"Noel bagaimana denganmu, kau akan maju juga?"
"Jika sudah sejauh ini aku juga akan ikut, aku ingin jadi petualang Rank-S."
Semua orang menyetujuinya dengan anggukan sebelum mengalihkan pandangan ke arah kemunculan petualang lainnya di sisi lain.
Mereka mencoba bergerak secara diam-diam untuk tidak membangunkan Carberus, sejauh ini lancar hingga mereka bisa semakin bergerak maju, saat seseorang menginjak ranting kayu mata Carberus terbuka hingga mereka terkejut dan mulai menyerang mereka dengan cara membabi buta, sayangnya Carberus lebih kuat dimana dengan mudah menumbangkan mereka lewat serangan brutal, beberapa orang ingin melarikan diri namun mereka dibunuh secara tragis.
Ada seorang penyihir dari satu party berbeda yang melemparkan sihir tidur pada Carberus dan itu cukup berhasil membuatnya kehilangan keseimbangan dan ambruk dengan mudah.
"Jadi cara seperti itu juga bisa dilakukan."
"Aku tahu itu bukan sihir biasa, perlu mana tinggi untuk melakukannya," balas Marisa demikian.
__ADS_1