Cara Membunuh Naga

Cara Membunuh Naga
Chapter 74 : Gerbang Iblis


__ADS_3

Maiden bergerak dengan kecepatan tinggi hingga bahkan bagi Elizabeth dia juga sedikit kesulitan, Noel menggunakan tebasan cepatnya dan Prang.


Pedang Noel patah sebelum wajahnya di cengkeram dan kemudian dihantamkan ke tanah dengan bunyi memekakkan telinga.


Setengah tubuh Maiden telah diselimuti kegelapan dan mulutnya merobek ke samping menunjukkan gigi berjeruji.


Noel berusaha melepaskan diri sayangnya dia dilempar seperti sebuah bola menabrak deretan bangunan sebelum membentur lonceng di sebuah menara.


"Noel," teriak Marisa " Kau rasakan ini?"


Sihir hanya akan dimakan oleh Maiden maka dari itu serangan Marisa hanya sia-sia untuknya.


Maiden membuka mulutnya dan dari sana bola hitam terkumpul dengan jumlah besar, hanya dengan melihatnya Shina terduduk lemas sementara Elizabeth berdiri di depan keduanya.


Dia melakukan hal sama, karena menggunakan wujud manusia mereka tidak terlihat seperti seekor naga.


"Raungan naga iblis."


"Raungan naga es."


Keduanya berkata demikian dan secara bersama melepaskan serangan terkuat yang mereka miliki, kedua serangan tersebut terdistorsi menjadi sebuah ledakan besar menciptakan hembusan angin yang menghempaskan segalanya.


Marisa bahkan harus memegangi tangan Shina agar dia tidak terbang. Sementara lokasi ledakan telah menjadi area yang sulit dibayangkan siapapun.


Elizabeth mendecapkan lidahnya, tak disangka bahwa lawan yang benar-benar harus dikalahkannya adalah naga juga. Jika semua ini selesai maka kedamaian akan tiba di benua ini.

__ADS_1


Dia berkata ke arah Shina dan Marisa.


"Kalian berdua jangan ikut campur biar aku saja yang melawannya."


"Tapi Elizabeth."


"Ini perintah, aku tidak ingin kehilangan seorang yang berharga untukku lagi."


"Lalu bagaimana denganmu?" keduanya menatap Elizabeth dengan mata sedih.


"Aku tidak akan mati."


Elizabeth bangkit selagi membetulkan bahu kanannya yang bergeser, dia berjalan beberapa langkah untuk mendekat namun Raider, Leonardo dan Ymir menyergap secara bersamaan ke arah Maiden.


"Apa-apaan kekuatannya itu?"


"Kalian hanya tikus pengganggu, lebih baik kalian lawan ini saja."


Maiden menjentikkan jarinya dan sebuah gerbang raksasa jatuh dari langit sedikit jauh dari mereka, ketika gerbang itu terbuka para iblis dengan jumlah besar bermunculan.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Elizabeth.


"Ini dinamakan gerbang iblis, sebelumnya raja iblis ingin menggunakannya untuk menghancurkan umat manusia sayangnya dia tidak sempat melakukannya, maka dari itu... akulah yang membuat impiannya tercipta."


"Aku harus mengalahkanmu."

__ADS_1


"Majulah."


Keduanya saling berhadapan dari jarak dekat.


Semua komandan sudah tahu apa yang harus dilakukan karenanya mereka membiarkan Elizabeth untuk menghadapi Maiden satu lawan satu sedangkan mereka mengurus iblisnya, kelompok Elizabeth juga lebih memutuskan untuk membantu mereka bersama para pasukan yang tersisa.


"Aku mengandalkan kalian," bisik Elizabeth tanpa terdengar siapapun sementara Maiden tertawa.


"Kau hanya manusia dan naga, sementara aku iblis dan naga, sudah jelas kekuatanmu tidak akan sanggup menggapaiku."


"Kau terlalu meremehkan manusia, akan kutunjukan bahwa manusia lebih hebat bahkan dari iblis."


Maiden tersenyum masam sebelum menghentakkan kakinya melangkah maju, Elizabeth juga melakukan hal sama dan keduanya tiba-tiba berubah menjadi seekor naga dan saling bergulat di udara.


Itu menjadi pertarungan sengit bahkan lebih mengerikan dibandingkan pertarungan sebelumnya melawan naga agung.


Elizabeth dan Maiden yang menjadi naga iblis saling menendang hingga keduanya terdorong secara bersamaan, mereka menarik nafas dalam-dalam dan kembali menabrakkan nafas mereka yang mana menghasilkan 10 kali lipat ledakan dari sebelumnya.


Tanah berguncang bahkan kota terdekat bisa melihat bagaimana cahaya tersebut tercipta di udara.


Dua orang yang sedang berkebun harus menghentikan aktivitasnya sesaat untuk memperhatikan.


"Kakek apa itu?" tanya si anak.


"Semoga saja itu bukan sesuatu yang buruk."

__ADS_1


__ADS_2