
"Aku sangat bersemangat," suara itu berasal dari Shina yang memimpin di depan. Sementara di belakangnya ada Noel, Marisa dan juga Elizabeth.
Shina adalah gadis loli cantik mempesona jadi keberadaannya cukup menarik perhatian saat mereka sampai di kota.
Singkatnya dia adalah calon korban yang diincar oleh siapapun di dunia ini.
"Kurasa hampir semua orang itu lolicon," ucap Marisa lemas, mereka sekarang lebih mirip seorang pengasuh.
"Apa kita lewat sini."
"Jangan terlalu cepat atau kau tersesat."
"Aku mengerti."
Ini adalah kota yang akan diserang oleh kerajaan Wisteria, kota sendiri berada di gurun pasir jadi hampir bangunannya dibuat dari tanah liat atau sejenisnya.
Tanpa memperlambat waktu mereka keluar dari kota dan menatap bahwa 10.000 pasukan telah berada di depan mereka, ada tiga titik seperti ini yang menjadi tempat pertempuran, dengan kata lain 30.000 pasukan yang dikerahkan oleh musuh jika dijumlahkan semuanya.
Dan di tempat ini mereka hanya akan melawan empat orang petualang.
"Bagiku mereka seperti samsak tinju," perkataan Shina mewakili semua orang.
Marisa mengarahkan tongkatnya dan sebuah lingkaran sihir dengan api dijatuhkan dari sana sebelum akhirnya perang dimulai.
"Kalian bisa melakukan apa yang kalian inginkan paling tidak pukul mundur mereka sejauh mungkin "
"Serahkan padaku Elizabeth aku akan buat mereka kembali."
"Aku juga akan berjuang."
Mereka berpencar untuk menghadapi bagian mereka sendiri.
__ADS_1
"Apa mereka baik-baik saja, jumlahnya sangat banyak loh."
"Aku pikir, aku lebih khawatir dengan musuhnya."
Ledakan menggema di udara kemudian para prajurit yang berkerumun diterbangkan ke udara secara bergantian, karena mereka berkerumun satu ledakan bisa menjatuhkan puluhan orang karenanya.
Leviathan yang sejak tadi memperhatikan dari wujud kalungnya akhirnya bisa mengerti.
"Mereka terlalu bar-bar."
"Bisa dibilang begitu."
Sebuah panah melesat tertuju pada Elizabeth yang ditahannya dengan tangan kosong sebelum menusuk tubuhnya.
"Paling tidak pemimpinnya bukan orang sembarangan."
Dengan mata naga Elizabeth bisa melihat seorang pria tengah kembali menarik busurnya, kini dia menarik dua panah yang mana dilesatkan secara bersamaan.
Dia menarik pedangnya sebelum melesat maju, menebas beberapa orang kemudian membekukan mereka dengan skala besar.
"Tak akan kubiarkan Elizabeth bersenang-senang sendirian, aku juga," kata Marisa menciptakan sepuluh lingkaran sihir di atas langit, dan dari sana sebuah meteor dijatuhkan.
"Meteor Strike."
"Gwaaah."
"Mereka berempat monster."
'Giliranku juga."
Shina menarik tombak cahaya dari grimorenya, itu memiliki ukuran setara dengan satu bangunan rumah.
__ADS_1
"Holy Javelin."
Tombak melesat menghancurkan tubuh manusia seperti sebuah debu, dari depan hingga sampai ke ujungnya, yang tersisa hanya sebuah jalur lava layaknya sungai raksasa.
"Sepertinya aku berlebihan."
"Aku malah lebih berlebihan."
Noel membunuh orang hanya dengan tebasannya hingga tubuh yang tidak utuh berserakan membentuk kolam darah yang luas.
"Grimore kita terlalu memberikan kekuatan."
Marisa menciptakan tornado yang menghempaskan seluruh musuh di area sekelilingnya.
"Bukannya itu bagus, kita benar-benar bisa mengalahkan naga."
"Itu memang benar."
Prak.
Sebuah bongkahan es tercipta di tengah pertarungan, itu menyerupai gunung es di mana di dalamnya dipenuhi para pasukan dari musuh.
"Apa-apaan ini? Lari.."
"Kalian semua berhenti berlari dan lawan mereka, sialan."
Pria yang menjadi pemimpinnya menarik busurnya untuk mengincar Elizabeth namun, Shina telah berada di depannya lalu memukulnya dengan tongkatnya hingga dia terlempar ke belakang.
"Fokuslah dengan musuh di dekatmu."
"Dasar anak kecil."
__ADS_1
"Aku sudah dewasa loh."