
Tepat saat wanita itu membuka mata sebuah bilah pedang mengiris pipinya sebelum menembus batang pohon yang ada di punggungnya sebagai sandaran.
Tetesan darah mengalir di wajahnya sementara itu wanita yang melakukannya menyeringai.
"Yo naga hitam, kau sudah sadar."
"Elizabeth nyeremin," teriak Marisa.
"A-apa yang kau inginkan dariku?"
"Mudah saja, beritahu caranya bagaimana aku bisa membunuh ras kalian."
Wanita tersebut menggigil. Dia jelas tidak mungkin melakukannya, itu sama saja dengan memberitahukan bagaimana seorang akan membunuhnya bahkan lebih buruk dari itu semua, orang yang dikenalnya jelas akan dibantai dan dicap sebagai pengkhianat.
Wanita naga hitam menyadari bahwa di lehernya terdapat sebuah kalung yang menyatu dengan rantai yang ujungnya di pegang oleh Elizabeth.
"Ini?"
"Rantai ini tidak bisa dihancurkan tanpa persetujuanku, mulai sekarang kau akan jadi hewan peliharaanku."
"Ti-tidak, aku harus pulang... kenapa aku tidak bisa berubah jadi naga."
"Kalung rantai ini memiliki kemampuan untuk menyegel mana seseorang, dengan kata lain kau perlu mana untuk merubah dirimu kembali, menarik."
"Elizabeth ini berlebihan, Glacies juga menolaknya."
"Selama dia tidak memberitahuku tentang bagaimana cara membunuh naga, aku tidak akan melepaskannya."
Wanita naga menangis setelahnya,.bahkan saat dia diseret di tanah Elizabeth sama sekali tidak menunjukkan belas kasihan.
"Apa kita akan membawanya kembali ke kota?"
__ADS_1
"Aah, kurasa tidak masalah membawa satu naga lagi ke sana. Kita bisa menjualnya ke pria untuk mendapatkan banyak uang."
"Uwah... hentikan, aku menyerah, menyerah aku minta maaf."
"Heh, kau sangat cepat menyerah paling tidak tunggu sampai tiga hari atau lebih lama dari itu."
"Aku pasti mati."
Marisa memeluk wanita naga dalam dekapannya.
"Cup, cup, cup, Elizabeth tidak seburuk itu.. lalu siapa namamu?"
"Kanade."
"Nah Kanade kau mau makan, kita punya banyak daging, ambillah."
"Terima kasih uweeeeh."
Elizabeth hanya memandang dengan tatapan bermasalah, dia bahkan tidak berniat melepaskan kalung rantainya.
"Aku tidak ingin melakukan hal kejam jadi kenapa kau menyerang kota Geoville?"
"Soal itu?"
Glacies mendarat di kepala Elizabeth dan memakan daging yang dilemparkan ke arahnya. Walau masih bayi Glacies sepertinya ingin mencoba memahami apa yang mereka bicarakan.
"Aku juga tidak tahu, saat itu aku tiba-tiba tersadar di kota dan mereka malah menyerangku."
"Ini cukup aneh, benarkan Elizabeth?"
"Tampaknya ada seseorang yang mengendalikanmu, apa kau ingat sebelum kau kehilangan kesadaran waktu itu."
__ADS_1
"Aku hanya bertemu seorang yang memakai jubah hitam, hanya itu."
Elizabeth tidak bisa mengidentifikasi soal siapa sebenarnya orang itu? Namun dia jelas tahu bahwa naga di depannya tidaklah berbohong.
"Anu bukannya aku sudah menyerah, bisakah kau melepaskanku."
"Usaha bagus Kanade tapi sebelum kau mengajariku cara membunuh naga, rantai ini tak akan kulepas, meski kau menyerangku nanti aku bisa membunuhmu dengan mudah."
"Ugh."
"Ini sudah malam waktunya tidur."
Elizabeth mengambil tempat sendiri dan membaringkan dirinya di atas alas yang dibuat dari dedaunan yang ditumpuknya.
Saat tengah malam Marisa menemukan Kanade yang duduk selagi memainkan bara api dengan tongkat di tangannya, terlihat dia sedang membakar beberapa ubi selagi melamun.
"Tidak bisa tidur."
"Marisa."
Marisa duduk di sebelahnya dan berkata.
"Jangan diambil hati perkataan Elizabeth, dia memang kasar tapi dia orang baik."
"Aku hanya sedikit marah karena dia memotong tandukku."
"Apa itu akan tumbuh?"
"Tumbuh, hanya saja butuh 100 tahun bisa kembali sedia kala."
"Jadi begitu regenerasi tanduknya lebih lama dari tubuh."
__ADS_1
"Ini sangat menyebalkan, kenapa aku malah mengamuk di sana dan kenapa gadis itu sangat membenci naga?"
"Kurasa aku lebih baik mengatakan soal Elizabeth sekarang."