Cara Membunuh Naga

Cara Membunuh Naga
Chapter 36 : Kunjungan Ratu Venuzuela


__ADS_3

Beberapa hari berlalu semua aktivitas petualang berjalan dengan lancar, sebagai petualang rank S kelompok Elizabeth telah mendapatkan ketenaran bahkan mereka bisa mendapatkan uang cukup banyak dari satu quest saja hingga suatu hari Naya memberikan berita cukup mengejutkan.


"Yang mulia ratu datang untuk mengunjungi Nona."


Elizabeth memegangi kepalanya dengan perasaan campur aduk. Sebelumnya dia bilang pada Leonardo bahwa akan bergerak jika ratu sendiri yang mengunjunginya dan sekarang hal itu terjadi.


"Biarkan dia masuk."


"Baik Nona."


Ratu datang bersama Ymir di sebelahnya.


"Yo Elizabeth kau memiliki rumah yang bagus."


"Kau juga datang."


"Kau terlihat seperti tidak ingin aku muncul."


"Tidak juga."


"Mungkinkah kau menyukaiku?"


"Aku tidak membencimu atau menyukaimu, hanya itu."


Ratu tertawa sedikit.


"Kalian sangat akrab."


"Silahkan duduk, Naya tolong buatkan minuman."


"Saya mengerti."


Mereka duduk berhadapan dan memulai percakapan ringan sebelum masuk ke dalam pembicaraan intinya.

__ADS_1


"Seperti yang kamu duga, aku datang sendiri kemari untuk meminta bantuan, kudengar kamu juga telah mendapatkan informasi penting tentang kerajaan Wisteria."


"Itu mungkin hanya kebetulan."


"Di Dunia ini tidak ada yang namanya kebetulan."


Naya muncul lalu meletakkan minuman jus untuk keduanya sebelum berdiri di belakang Elizabeth.


"Apa tidak ada minuman alkohol?"


"Rumah ini akan jauh dari minuman seperti itu."


"Kehidupan wanita bersih tidak cocok denganku."


"Tanpa bertanya aku sudah tahu siapa kau Ymir."


"Apa?"


"Jadi bagaimana keputusanmu?"


"Karena Anda sudah datang kemari aku tidak mungkin menolaknya, aku akan ikut serta dalam pertarungan melawan Wisteria."


"Bagus, kini aku lega... aku bisa merasakan kekuatan naga darimu jika begini kita akan bisa menang."


Elizabeth jelas terkejut ratu yang bertingkah polos seolah tak tahu apapun sebenarnya adalah ratu yang jenius dan terlihat penuh tipu muslihat.


Ia menyadari kecurigaannya sejak lama, bahwa ratu adalah..


"Ymir aku akan memutuskan tinggal di sini, kau boleh kembali ke ibukota lebih dulu."


"Apa Anda yakin?"


"Iya aku akan kembali bersama kelompok Elizabeth."

__ADS_1


"Kalau begitu saya mengerti."


"Ajak juga para penjaga."


Setelah kepergian Ymir, Venuzuela meminum gelasnya kemudian berkata.


"Pelayanmu ras iblis bukan, dan juga sepertinya kamu sudah tahu tentangku."


Naya memalingkan wajahnya seolah menghindari topik tertentu sedangkan Elizabeth menghela nafas panjang.


"Tak kusangka ternyata ratu adalah keturunan raja iblis, Anda pasti berpura-pura jadi manusia dan membangun kerajaan ini bukan."


"Kamu sudah tahu sejauh itu."


"Awalnya kupikir ada yang aneh tentangmu kini setelah bertemu aku yakin sekarang."


"Jadi alasanmu memintaku datang kemari agar mampu mengungkap diriku."


"Aku tidak tertarik dengan identitasmu lagipula kerajaan ini dibuat olehmu jadi tidak ada yang salah tentangnya."


"Aku secara terus menerus merubah diriku jadi muda dan menipu orang-orang sebagai orang berbeda saat pergantian tahta, sejauh itu aku berhasil melewati semuanya."


Dia berpura-pura jadi wanita lemah namun sebenarnya dia lebih kuat dari siapapun termasuk kesatrianya.


"Saat era raja iblis dan pahlawan berakhir, iblis dipukul mundur aku putri yang berhasil menyelamatkan diri namun terpisah dengan mereka, pada akhirnya aku memutuskan untuk hidup sebagai manusia dengan membuat satu rumah, kemudian seiring waktu orang-orang bermunculan dan membuat rumah yang sama hingga akhirnya sebuah negara telah tercipta dengan aku sosok pemimpinnya, saat memikirkan hal itu rasanya mustahil hingga jadi seperti ini."


Naya mengangguk kecil pada Elizabeth yang menandakan bahwa ratu di depannya berbicara jujur.


"Aku tidak akan mencampuri hal tentangmu yang kutahu kita sama-sama melawan musuh yang sama."


Elizabeth perlu menekankan hal itu agar tidak terjadi kesalahpahaman, meski ratu adalah turunan raja iblis dia ratu yang baik itu membuktikan kenapa semua orang merasa royal terhadap kerajaan.


Terkadang manusia juga bisa salah saat mereka mendapatkan kekuasaan tinggi, jadi ras bukanlah sebuah acuan untuk menentukan seorang pemimpin.

__ADS_1


__ADS_2