
Sesampainya mereka di tengah laut, Elizabeth meminta Venuzuela melepaskan pakaiannya lalu meminum ramuan yang diberikan oleh Mariabel sebelum melompat jatuh ke bawah.
Elizabeth melakukan hal sama setelah merubah dirinya menjadi manusia, seperti yang dikatakan Mariabel mereka berdua bisa bernafas di dalam air kemudian turun ke bagian dasar dan masuk ke dalam menara yang dimaksud.
Ada sebuah pelindung yang menahan air untuk tidak masuk karena itulah di dalamnya kering serta dipenuhi kristal bercahaya yang mampu menerangi seluruh area.
Elizabeth menarik pedangnya, walau dia berpenampilan hanya dengan pakaian dalam itu tidak mempengaruhinya sementara di sisi lain Venuzuela tampak malu.
"Ini sangat memalukan, aku sama sekali tidak pernah berkeliaran seperti ini," walaupun pakaiannya lebih berani dari Elizabeth.
Beberapa kerang berukuran satu meter mulai bermunculan, lewat tebasan Elizabeth mereka dengan mudah dikalahkan.
"Kau tidak ikut bertarung juga?"
"Kekuatanku tidak cocok untuk bertarung, aku hanya memiliki kemampuan pesona dan juga memanipulasi pikiran orang."
"Dengan kata lain kau seorang Succubus," ucap datar Elizabeth.
"Aku bukan Succubus kebetulan kekuatannya mirip."
__ADS_1
Elizabeth bisa tahu bahwa dia tidak bisa mengandalkan sosok ratu di belakangnya.
Mereka naik ke lantai berikutnya yang diisi seekor kerang yang lebih besar. Mereka menembakkan jarum dari mulut mereka yang mana ditahan dengan sihir es sebelum diserang kembali dengan sihir yang sama.
Di antara mereka seekor kerang raksasa muncul, itu setinggi 10 meter dengan capit besar sebagai senjatanya.
Elizabeth melompat menghindar saat capit berusaha mengenainya dengan serangan, dia melompat selagi memutar pedangnya lalu membelah tubuh itu dengan mudah.
"Entah kenapa jika bersama Elizabeth monster sekuat apapun jadi terlihat mudah, Yeay."
"Berhentilah memelukku."
"Elizabeth empuk dan lembut."
Setelah beberapa lantai, di bagian puncaknya barulah mereka melihat sosok wanita berambut biru panjang sedang menunggu mereka.
Ia mengenakan gaun terusan yang menampilkan belahan dadanya serta bahu dan punggung seputih salju.
Mata lapis birunya menatap dengan kilaunya cahaya bulan yang mengagumkan, jika kau mencari siapa wanita tercantik di benua ini ia berada di bagian paling atas.
__ADS_1
"Aku pikir siapa yang mampu menerobos menara sejauh ini, ternyata seekor naga juga."
"Apa kau Leviathan?"
"Itulah namaku, jadi apa yang kalian berdua inginkan?"
"Kami memerlukan kristal bulan apa kau bisa memberikannya pada kami? Ras elf menggunakan sihir kuno untuk mengendalikan naga.. kami ingin menghentikan hal itu."
"Jadi begitu, saudaraku pasti yang memberikan sihir itu pada mereka."
"Saudara?"
"Naga agung api, di masa lalu ia menciptakan sihir itu untuk menguasai para naga, aku adalah salah satu seorang yang menghentikannya dengan kristal bulan, saat itu aku yakin bahwa kami telah menghabisinya."
"Faktanya dia masih hidup dan membuat kerusakan termasuk menghancurkan tempat tinggalku... Karena itulah aku ingin membunuhnya."
"Jadi begitu."
"Aku bisa memberikan kristal itu tapi aku tidak ingin memberikannya kepada orang yang lemah karena itu jika kau ingin memilikinya lawan aku dalam sebuah duel."
__ADS_1
"Aku tidak keberatan tapi sebelum itu sebutkan alasanmu kenapa mengurung diri sendiri di tempat seperti ini?"
"Kenapa yah, jika kau menang aku baru mengatakannya."