
Elizabeth memandu Venuzuela untuk mengikutinya ke sebuah ruangan di mana mereka melihat kumpulan buku yang sangat banyak termasuk seorang gadis berkerudung merah bernama Mariabel.
"Owh, Elizabeth... buku-buku ini luar biasa, mereka penuh dengan cerita menarik."
Berbeda dari buku di perpustakaan terlarang buku ini, buku yang disebar di setiap benua sebagai bacaan umum untuk semua orang.
"Syukurlah jika kau menyukainya."
"Siapa wanita di sebelahmu, auranya sama seperti raja iblis?"
"Apa kau pernah bertemu ayahku?"
"Tentu saja, dia pernah sekali mengunjungi perpustakaan terlarangku."
Venuzuela panik sembari menukar pandangannya antara Mariabel dan juga Elizabeth.
"Seperti yang kau pikirkan dia adalah penunggu perpustakaan terlarang, biar aku perkenalkan namanya Mariabel dan ini adalah ratu kerajaan manusia Tarnes bernama Venuzuela Tarnes."
"Heh menarik, ada keturunan raja iblis yang seperti itu juga."
"Rasanya sihirku bukan apa-apa bagi kalian berdua," dengan frustasi Venuzuela duduk selagi mendengarkan pembicara keduanya.
"Jadi Mariabel apa kau sudah menemukan soal elf."
"Tentu, aku sudah menyelesaikannya sejak tadi."
Sebuah buku terbang ke tangannya kemudian menyodorkan ke arah keduanya.
"Dalam peperangan melawan raja iblis ras elf lah yang mendapatkan kerugian yang paling besar. Sekitar 90 % wilayah mereka jadi abu dan mereka yang tidak memiliki rumah harus hidup sebagai budak ras lain."
__ADS_1
"Bukannya itu?"
"Alasan kenapa ras elf membenci kita, sebagai salah satu ras yang turut membantu pahlawan seharunya mereka tidak mendapatkan perlakuan seperti itu, ini lebih seperti menciptakan ras iblis yang lain setelah peperangan, terlebih mereka mampu menggunakan sihir kuno untuk mengendalikan naga," tambah Mariabel.
"Apa ada cara untuk membuat menghilangkan sihir tersebut."
"Ada, tapi yang lebih buruk adalah naga yang tidak dikendalikan."
"Apa maksudmu bahwa sebagian besar salahku?"
"Kau mencuri telur naga kemudian membuat kemarahan naga terhadap kita."
"Tapi ini untuk kita semua demi mengalahkan naga, mungkinkah apa tempat tinggal Elizabeth gara-gara aku."
Elizabeth membalas dengan gelengan kepala.
"Begitu, jika penyebabnya aku, aku akan memberhentikan soal pengumpulan telur naga."
"Itu lebih bagus, dan soal cara menghilangkan sihir kuno tersebut adalah mengambil kristal bulan yang ada di menara bawah air."
"Menara bawah air? Elizabeth apa kau tahu?"
"Tidak, ini pertama kalinya."
"Menara itu diciptakan oleh seekor naga, hal ini pernah terjadi di masa lalu dan jika pergi ke sana kalian akan tahu, aku sudah membuat ramuan agar kalian bisa bernafas dalam air jadi jangan khawatir."
"Sepertinya itu berbahaya, aku seorang ratu jadi."
"Kami akan pergi."
__ADS_1
"Ugh."
"Paling tidak ratu harus tahu tempat seperti apa itu."
Elizabeth menangkap Venuzuela lalu membopongnya di bahu.
"Kyaa, aku diculik."
"Naya aku akan pergi sebentar, jika yang lain kembali, bilang saja aku punya hal untuk dikerjakan esok hari jadi mereka harus menunggu."
"Saya mengerti."
Elizabeth berubah menjadi seekor naga yang mana membawa ratu di punggungnya.
"Ini menakutkan tapi sangat menyenangkan."
"Sebaiknya kau menutup mulutmu atau."
"Aahh, aku memakan serangga."
Terlambat untuk memperingatinya.
"Aku sering mendengar kisah seorang putri yang diculik oleh naga kemudian karena naga itu terpikat oleh kecantikan sang putri dia lalu menikah, apa aku juga akan bernasib sama."
"Konyol sekali, aku wanita itu tidak akan terjadi bukannya seharusnya ada seorang pahlawan di sana yang menyelamatkan putri."
"Aku tidak suka pahlawan."
Elizabeth tahu kenapa ratu ini membenci nama pahlawan.
__ADS_1