Cara Membunuh Naga

Cara Membunuh Naga
Chapter 06 : Yang Terjadi


__ADS_3

Wanita penyihir berambut ungu panjang dengan jubah serta topi runcing bernama Marisa.


Marisa menggunakan tongkat untuk menambahkan serangan fisiknya dan ia seorang penyihir api yang bisa berkembang ke depannya.


Kemudian wanita dengan pakaian pendeta putih di mana bagian rok panjangnya terbelah di samping, sementara bagian atas terbuka antara bahu dan dada, ia mengenakan topi serta tongkat yang dibentuk menyerupai sayap di ujungnya.


Dia bernama Esna.


Sementara yang pria bernama Alfred, terlepas dengan wajahnya yang tampan dia adalah pengguna pedang kembar, rambutnya hitam pendek yang diikat dengan ikat kepala.


Elizabeth menatapnya dengan wajah bermasalah.


"Kau membentuk Harem di partymu."


"Bukan, kami hanya kebetulan saja."


"Aku tidak peduli tapi sebaiknya jangan ganggu aku kecuali kalian ingin membantu."


"Kau masih mau masuk ke dalam gua tersebut setelah melihat goblin barusan?" tanya Marisa.


"Kenapa tidak, mereka bukan lawan yang pantas aku takuti. Aku hanya tertarik dengan membunuh naga."


Sementara Marisa dan Esna saling menatap, Alfred menyela.


"Kami akan membantu."


"Apa yang kau katakan, itu berbahaya."


"Benar Alfred, kita tidak boleh menggantungkan keselamatan kita pada orang asing."


"Kau salah paham pendeta, aku tidak meminta kalian bertarung aku hanya ingin kalian mengumpul potongan telinga para goblin, aku akan membagi pembayarannya 60 : 40 apa tidak masalah?"


"Kami terima."


Dua wanita tersebut hanya tersenyum ke arah Alfred yang merupakan pemimpinnya lalu mengikuti Elizabeth dari belakang, setelah mengambil telinga goblin yang telah dihabisi di luar gua

__ADS_1


Dari tubuh Elizabeth memunculkan uap dingin bersamaan langkah kakinya yang meninggalkan jejak es, Marisa dan Esna sangat terkejut dengan itu bahkan ini pertama kalinya melihat seseorang seperti ini.


Di gua ini terdapat banyak kristal cahaya yang menerangi setiap jalan semua orang, ketika mereka melihat goblin, Elizabeth melesat maju, dia bergerak dengan cepat selagi memotong tubuh mereka tanpa bisa membalas. Tangan, kepala serta organ mereka terbang ke udara dengan mudahnya.


Alfred, Marisa dan bahkan Esna menggigil karenanya, dibalik pembantaian tersebut sosok Elizabeth tersenyum dingin dengan darah yang menempel di armor dan wajahnya.


Ia tepat berdiri di tengah ratusan mayat goblin .


"Aku akan berjalan semakin ke dalam kalian selesaikan yang di sini."


"Ka-kami mengerti."


"Tunggu sebentar Elizabeth, sebenarnya kau siapa?" tanya Alfred.


"Aku hanya seorang yang akan membunuh naga."


Perkataannya penuh kebencian.


Dalam setengah hari semuanya telah dimusnahkan, ketiga petualang tersebut bisa merasakan rasa lelah yang menusuk tubuh mereka sementara Elizabeth sendiri tidak mengalami kelelahan sedikitpun.


Kelompok Alfred tidak mengambil quest seperti yang dilakukan Elizabeth karena itulah mereka telah membuat kesalahan.


"Lain kali jika kalian mau mengambil quest tolong biar aku periksa dulu."


"Kami minta maaf."


"Kurasa itu tidak masalah, kami juga salah menaruh quest untuk rank A di rank-F."


"Kalau begitu tolong bagi penghasilanku dengan mereka 60:40."


"Aku mengerti."


Elizabeth menerima bayarannya.


"Kalau begitu aku pergi, sampai nanti."

__ADS_1


"Nona Elizabeth kami perlu orang sepertimu di party kami, maukah kau bergabung dengan kami?"


Alfred memberikan undangan namun Elizabeth jelas menolaknya.


"Aku bekerja sendiri, jaga diri kalian mulai sekarang."


Dan seperti itulah pertemuan Elizabeth yang singkat, keesokan paginya dia kembali dan menemukan seluruh petualang berkumpul di tengah aula guild.


Dia menemukan Alfred dan Esna telah mati di sana, sementara Marisa menangis di sampingnya.


"Apa yang sebenarnya terjadi?"


Bahkan untuk Elizabeth dia sedikit terguncang dengan keadaan.


"Saat kami keluar dari guild ada beberapa orang yang menyerang kami, Alfred dan Esna melindungiku namun mereka malah seperti ini, aku berhasil meloloskan diri dan kembali keesokan paginya."


Elizabeth memegang pedangnya.


"Apa kau mengatakan hal sesungguhnya?"


Resepsionis memotong.


"Ia mengatakan yang sebenarnya, kami menggunakan lonceng kebenaran untuk mengetahuinya dan juga kami mendapatkan bukti bahwa mereka diserang oleh petualang lain, mereka selalu membuat keonaran dan kerap menjarah uang dari para pemula tapi ini baru kali pertama mereka membunuh."


"Di mana aku bisa menemukan mereka?"


"Jangan bilang Elizabeth, mereka peringkat A."


"Akan kubunuh mereka semua."


"Tolong jangan gegabah biar guild master yang mengurusnya."


"Katakan di mana mereka?" teriaknya.


Resepsionis tak bisa membantah apa yang dikatakan Elizabeth yang penuh intimidasi.

__ADS_1


Elizabeth telah banyak kehilangan nyawa orang-orang dikenalnya jadi dia tahu seberapa berharganya hal itu.


__ADS_2