
Beberapa hari berikutnya semuanya berjalan apa adanya, Elizabeth duduk di kursi selagi menikmati teh yang dituangkan oleh pelayannya bernama Naya, dia salah satu pelayan dari Grimore miliknya.
"Apa ada yang dibutuhkan nyonya lagi?"
Dibanding menyebut nona, Naya lebih ingin memanggil Elizabeth dengan sebutan Nyonya.
"Ini sudah cukup, terima kasih Naya."
"Kalau begitu saya akan memeriksa pekerjaan yang lainnya."
Naya membungkuk sekali sebelum melangkah pergi, sebelum hal merepotkan muncul, Elizabeth memutuskan untuk bersantai sebisa yang ia inginkan, ia juga bahkan memutuskan untuk beristirahat dari pekerjaannya sebagai petualang.
Berkat telur naga yang dikembalikan serangan naga telah diminimalisir, tinggal satu hal yang diurus olehnya adalah keberadaan Elf yang disembunyikan Raider.
Venuzuela pasti sudah mengintrogasinya dan menunggu waktu sampai ia juga diseret dalam masalah, Elizabeth tahu hal itu dari siapapun karena Venuzuela orangnya memang seperti itu. Dia belum lama mengenalnya namun hal yang disebut keakraban telah terjalin di antara keduanya.
Sekali lagi Elizabeth menghisap cangkir tehnya, setelah menghabiskannya dia keluar untuk melihat matahari terbit, Shina, Noel dan Marisa mengambil pekerjaan seperti biasanya jadi di rumah ini terasa lebih damai.
Dia mengambil penyiram bunga dan melakukan sedikit olahraga untuk menyirami beberapa tanaman hasil kerja keras dirinya.
Ada tanaman yang aneh yang belum pernah dia lihat, itu menyerupai bunga ungu. Saat air membasuhnya sesuatu menyeruak.
"Wah segar sekali."
__ADS_1
Elizabeth terkejut tapi tapi dia dengan baik menahannya, ada gadis seukuran 10 cm keluar dari sana dan bunga ungu yang dilihatnya merupakan semacam antena di kepalanya.
Elizabeth menyiraminya kembali, bajunya terbuat dari daun hingga basah kuyup tapi dia terlihat menyukainya, rambutnya berwarna hijau terkesan bahwa dia cukup suka dengan warna itu.
"Oh, manusia baik... terima kasih atas air segarnya."
"Kau bisa bicara juga."
"Apa kau baru kali ini melihat seorang peri."
Peri memiliki sayap tapi tidak begitu dengan peri yang dilihat Elizabeth sekarang, mungkin di luar sana banyak peri-peri yang berbeda.
Naya tanpa terduga muncul dari belakang membuat peri itu kembali masuk ke tanah.
"Ah peri tanah kah, mereka suka sekali tinggal di halaman orang, meski tidak mengganggu apa nyonya ingin saya melenyapkannya."
"Dimengerti."
Naya kembali berjalan memeriksa tempat berikutnya. Setelah melihat peri dia yakin bahwa makhluk itu tidak hanya ada satu di perkarangan rumahnya.
Mari sirami yang lainnya juga.
Elizabeth masih bermalas-malasan saat ketiga anggotanya kembali ke kediaman, Shina melompat untuk duduk di pangkuan Elizabeth dan sekilas itu malah terlihat seperti hubungan ibu dan anak.
__ADS_1
Noel ingin mengatakannya tapi ia memilih untuk diam karena kepribadian Elizabeth. Sedangkan Marisa menatap dengan pandangan bersinar.
Marisa tipe orang yang selalu suka dengan hubungan dekat atau hal-hal yang sedikit romantis, dia melihat keduanya seolah ada efek cahaya muncul di keduanya, sementara Shina hanya mengatakan petualangannya.
Pemandangan seperti ini selalu mengejutkan.
"Jadi Elizabeth, sampai kapan kau akan terus berada di rumah?" tanya Noel.
"Sampai masalah muncul lagipula kita sudah dapat banyak uang jadi tidak perlu terus bekerja bukan."
"Itu juga tepat tapi rasanya kalau tidak bekerja terasa ada yang kurang."
Itu bisa saja merujuk pada Noel yang harus membunuh monster setiap harinya, jika tidak dia terasa hampa.
Marisa juga pasti memikirkan hal sama.
Seseorang muncul dengan Naya yang mengantarnya. Ia mengenakan tudung coklat serta menggendong bayi di tangannya.
"Nyonya Anda kedatangan tamu."
"Tamu?"
Saat wanita itu membuka tudungnya telinganyalah yang lebih dulu sangat mencolok di mana bagiannya runcing ke atas.
__ADS_1
Tanpa perlu ditanyakan lagi Elizabeth sudah tahu siapa dia, dia adalah istri dan anak Raider.
Masalahnya datang lebih cepat dari yang dia pikirkan.