Cara Membunuh Naga

Cara Membunuh Naga
Chapter 32 : Perpustakaan Terlarang


__ADS_3

Mereka mendarat sedikit jauh dari tempat tujuan, ketika Elizabeth kembali ke bentuk manusianya mereka berjalan bersama ke arah sebuah tembok panjang yang dijadikan sebagai perbatasan antara wilayah kerajaan dengan gurun pasir.


Tembok ini juga berfungsi sebagai pencegahan agar monster dari sana tidak masuk ke wilayah manusia.


"Tolong tunjukkan kartu petualang kalian dan juga surat izinnya."


Setelah melihatnya keempatnya masuk tanpa kesulitan, walau namanya gurun pasir merah pemandangan pasir tetaplah sama di mana nama itu sendiri diambil karena banyak petualang yang terbunuh di sini.


Kecuali menjaga diri agar tidak dehidrasi mereka juga diwajibkan untuk mengalahkan banyak monster untuk tetap bertahan hidup.


Elizabeth tersenyum.


"Waktunya berburu."


"Yeah."


Beberapa gadis senang dengan soal pembunuhan adalah hal jarang untuk disaksikan siapapun.


Mereka secara bersama-sama menyerang kepiting pasir melalui kemampuan mereka. Noel dan Elizabeth berada di garis depan sementara Shina dan Marisa berada di belakang dengan sihir pembantu.


"Fire Arrow."


"Healing."

__ADS_1


Stamina keduanya dengan cepat dipulihkan melalui sihir Shina. Mereka berburu kepiting seharian hingga malam pun tiba.


"Kita terlalu bersenang-senang dengan mereka," ucap Shina yang dijawab Marisa kemudian Noel.


"Ini bahan makanan kualitas baik harganya sangat mahal, sebisa mungkin kita harus mendapatkannya dengan jumlah besar."


"Aku bisa mengerti soal itu, ini sangat enak benarkan Elizabeth."


"Iya tapi entah kenapa aku lebih suka mereka mentah."


"Tahan itu, jika kau mulai terbiasa makan daging mentah kau benar-benar akan jadi naga sesungguhnya kemanusiaanmu akan menghilang."


"Hal itu tak akan terjadi."


"Ngomong-ngomong berapa kepiting yang kita tangkap?" tanya Shina.


"Kalau begitu kita menangkap lebih banyak lagi besok."


Jika menyimpannya di dalam sihir penyimpanan mereka tidak akan membusuk meski demikian mereka datang bukan untuk menangkap kepiting.


Melanjutkan perjalanan yang sebelumnya terganggu dengan kepiting, mereka sampai di sebuah kumpulan lubang pasir.


Marisa mengambil batu di dekatnya dan saat itu dilemparkan ke salah satu lubang seekor cacing menyeruak dari dalam sana setinggi 10 meter kemudian kembali masuk ke tanah.

__ADS_1


Shina yang paling terkejut dan Marisa berkata.


"Itu mengerikan."


"Tidak itu tidak mengerikan, hanya saja aku terkejut karena mengingatku pada sesuatu, saat aku berpetualang ada beberapa pria melepas celana mereka dan mengejarku, yang barusan bentuknya hampir mirip."


"Kau ini, kenapa kau selalu terlibat dalam hal pelecehan. Ini pasti karena kau penuh dosa."


Noel mendesah pelan lalu memperhatikan Elizabeth yang berlutut di dekat lubang


"Ada apa?"


"Mungkin kita harus terbang untuk melewati daerah ini, kita tidak menemukan celah sedikitpun."


Seekor kadal pasir tiba-tiba muncul dari arah belakang mereka, Shina dan Marisa menghindarinya begitu juga Noel, saat kadal itu mengincar Elizabeth dia ditendang ke udara, masuk ke dalam lubang kemudian tubuhnya digigit oleh mulut yang berjeruji mencabiknya di udara sebelum membawanya jatuh ke tanah dengan bersimbah darah.


Itu pemandangan mengerikan hingga ketiganya mengangkat tangannya.


"Kami memilih terbang."


"Kami juga."


Alasan awal kenapa mereka masuk ke gurun pasir dengan berjalan kaki hanyalah untuk mendapatkan uang dari monster yang mereka kalahkan, mengingat bahwa tempatnya cukup berbahaya mereka menganggap dengan kepiting sudah cukup menghasilkan uang.

__ADS_1


Dengan waktu singkat mereka sampai di sebuah tempat yang mereka cari, tempatnya di tengah gurun dan terlihat seperti sebuah bangunan mewah dengan gerbang raksasa.


Inilah yang disebut sebagai Perpustakaan Terlarang dimana Grimore terkuat berada.


__ADS_2