Cara Membunuh Naga

Cara Membunuh Naga
Chapter 51 : Haus Darah


__ADS_3

Di antara semuanya Lulu lah yang paling bersemangat, dia sudah menemukan sesuatu yang tak terduga dimana baginya hal itu sangat membuatnya bergairah.


"Apa dia baik-baik saja?" tanya Elizabeth yang mana dijawab lemas oleh Noel.


"Dia memang seperti itu."


"Maaf sudah mengganggu pekerjaanmu kau pasti sibuk?"


"Tidak, perkejaan soal Desa Fury adalah hal yang selama ini ingin kulakukan hal lain kita bisa kesampingkan dulu."


Itu cukup melegakan.


Tepat saat mereka berbicara santai sebuah ledakan besar menggema di luar rumah. Mereka harus menunduk saat jendela seisi ruangan pecah.


Teriakan orang-orang mulai terdengar jelas.


"Naga, cepat lari... gakk."


"Aku tidak mau mati."


Mereka semua keluar dan melihat seekor naga yang sedang memakan manusia.


"Itu lebih besar dari yang kubayangkan," ucap Marisa disusul Elizabeth.


"Leviathan?"


"Naga ini tidak dikendalikan, dia menyerang manusia dengan keinginannya sendiri."


"Kalau begitu kita tak perlu ragu membunuhnya, sepertinya dia senang memakan daging manusia kah," tambah Elizabeth yang mana membuat yang lainnya merinding.

__ADS_1


Marisa dan Shina akan mencoba mengevaluasi penduduk, sementara Elizabeth dan Noel akan berusaha menyerangnya.


Di atas rumah itu keduanya berlari dengan pedang di tangan masing-masing.


"Noel kau potong sayap kirinya dan aku sayap kanannya, kita akan memastikan bahwa naga ini tidak bisa melarikan diri."


"Dimengerti."


Naga ini adalah naga yang dilawan oleh pasukan Jeanny, seekor naga bumi.


Naga itu berbalik saat merasakan keduanya bergerak padanya, sebelum dia menyerang, Elizabeth lebih dulu menggunakan tebasan esnya, menciptakan gunung es yang membuat naga itu terdorong ke belakang, di saat yang sama mereka menambahkan kecepatan dan berhasil memotong sayapnya hingga jatuh ke tanah.


"Gwaaaaah."


Elizabeth berdiri di atas wajahnya.


"Jangan berisik, kau suka membunuh bukan maka dari itu kau sudah siap dibunuh juga."


Naga itu menciptakan getaran di bawah tanah lalu menciptakan lingkaran sihir yang mana memunculkan tanah-tanah tinggi yang ujungnya mengerucut. Berkat Shina dan Marisa tidak ada orang yang terkena meski begitu seluruh tempat itu telah berubah jadi wilayah yang dipenuhi pilar-pilar tajam.


Lulu terduduk selagi berteriak.


"Semua penelitianku."


"Kau bisa mengambilnya nanti desu, aku akan mengobati yang terluka sekarang kalian semua tolong berbaris akan kusembuhkan."


"Terima kasih kami terselamatkan."


Marisa memandang jauh dan melihat bagaimana seekor naga sedang meraung ke langit.

__ADS_1


"Dulu aku berfikir naga tidak mungkin bisa dikalahkan tapi sekarang, mereka bukan sesuatu yang harus ditakutkan."


Elizabeth dan Noel bangkit dari reruntuhan.


"Kau tak apa Noel?"


"Semuanya berkat latihanku, dengan kekuatanku aku pasti akan bisa membunuhnya sekarang."


"Dasar manusia sombong, seharusnya pahami tempat kalian."


Naga yang mereka lawan terselimuti asap hingga dari sana seorang wanita bertanduk dengan gaun hitam turun ke bawah.


"Kau benar-benar membenci manusia bukan?"


"Aah, bagiku kalian hanya hewan ternak."


"Apa dia marah karena telurnya diambil?" perkataan Noel dibantah oleh Leviathan.


"Bukan, itu adalah yang disebut sebagai haus darah, jika seekor naga pernah memakan manusia dia tidak akan berhenti untuk memakan yang lain. Kejadian ini sangat langka."


"Itu mengingatkanku, naga yang menyerang tempat tinggalku juga tidak berusaha memakan, dia lebih menghancurkannya. Aku juga bahkan melihatnya memuntahkannya lagi ."


"Itu jelas, jika naga sampai memakan daging manusia dia akan mirip seperti naga gila yang tak akan bisa berhenti lagi untuk memakan manusia."


Noel memotong.


"Mungkin itu karena daging manusia sangat lezat."


"Kau juga manusia sebaiknya jangan lupa itu."

__ADS_1


Akhirnya Noel menyadarinya, dia adalah orang yang akan diincar selanjutnya.


__ADS_2