
"Kamu bukan naga murni jadi tanduk dan ekor hanya muncul saat kau berubah jadi naga."
"Bagaimana cara aku berubah."
"Saat kau menginginkannya maka kamu akan berubah."
Marisa yang kembali dengan seember ikan melompat pada Elizabeth.
"Syukurlah Elizabeth baik-baik saja, uweeeeh."
"Maaf membuatmu khawatir."
"Bukan masalah."
Bagi Virsa yang melihatnya mereka terlihat lebih dari hubungan teman ataupun rekan, mereka seperti kekasih.
Apa ini cinta?
Glacies terbang ke arah ibu aslinya.
"Mama."
"Uwah, putriku sudah bisa bicara dalam bahasa manusia, mari tentukan nama baru untukmu bagaimana dengan Mimi, itu lebih imut."
"Tidak namanya Glacies."
"Mimi."
Elizabeth mendesah pelan.
"Hentikan Marisa, dia bukan anakmu dari awal jika kau mau kau harus membuatnya sendiri."
"Elizabeth tolong bantu aku membuat anak yang imut."
"Bodoh, kau hanya bisa membuatnya dengan pria yang kau sukai."
"Eh, dengan wanita lain tidak bisa."
__ADS_1
Walau bercanda wajah Virsa memerah.
"Kalian Yuri."
Jelas Elizabeth membantahnya.
Setelah mereka makan bersama, Elizabeth dan Marisa berterima kasih dan memutuskan untuk pergi.
"Apa kau akan tetap di sini Virsa?"
"Manusia sudah menemukanku di sini, aku pikir sama dengan Kanade aku akan mengasingkan diri di tempat tertentu selagi merawat putriku."
"Begitu, berarti ini perpisahan kita... kuharap saat dunia lebih baik kalian bisa keluar tanpa harus bersembunyi."
"Elizabeth ternyata kamu bisa lembut juga."
"Berisik."
Marisa menambahkan.
"Kalau begitu Glacies ibu akan pergi hiduplah dengan ibu barumu."
"Bukannya begitu."
Elizabeth dan Marisa berjalan turun selagi berkata demikian, Virsa melihat bahwa mungkin ada kesempatan dunia ini berubah dari punggung Elizabeth.
Sesampainya di bawah gunung udara di sini lebih hangat dibandingkan di atas, Marisa bisa menyimpan pakaian hangatnya dan kembali ke penampilannya sebagai penyihir.
"Elizabeth ngomong-ngomong kau yakin tidak ingin berubah menjadi naga? Kita bisa kembali dengan cepat loh."
"Lebih baik kita jalan lagipula aku belum terbiasa dengan tubuhku yang sekarang."
"Sungguh disayangkan aku pikir aku bisa kembali dengan cepat."
"Bukannya kau penyihir kau bisa terbang seperti Ymir itu."
"Aku belum menguasai hal seperti itu, tunggu kenapa kau menyeringai."
__ADS_1
"Tidak ada kata terlambat untuk berlatih."
"Aku merasakan bahwa aku akan bekerja keras setelah kembali."
Beberapa hari berikutnya di guild, Elizabeth menceritakan perjalanan ke Kota Geoville pada resepsionis, tentu dia hanya menceritakan soal bagaimanapun ia menghabiskan waktu tanpa menyinggung soal dirinya yang berubah menjadi naga.
"Begitu, syukurlah bahwa kalian berdua baik-baik saja... berita naga yang muncul di kota Geoville telah menjadi pembicara yang menarik diantara semua orang katanya dia tiba-tiba menghilang secara misterius."
Informasi selalu bergerak sangat cepat.
"Jadi quest apa yang akan kalian ambil?"
"Kami mengambil ini saja."
"Pembersihan slime, bukannya ini misi paling rendah?"
"Apa kami tidak boleh melakukannya?" tanya Elizabeth.
"Tidak, hanya saja ini mengejutkan... Slime pasti akan membosankan untuk dihadapi."
"Kami hanya menggunakan sebagai latihan saja."
"Latihan?"tanda tanya muncul di kepala resepsionis.
Peringkat rendah memang dilarang mengambil pekerjaan untuk peringkat atas namun jika sebaliknya hal itu masih diperbolehkan.
"Aku mengerti."
Elizabeth berjalan keluar dengan Marisa yang memeluk tongkatnya merasakan gemetaran dengan firasat buruk yang menghantuinya.
Dia tidak tahu apa yang ingin Elizabeth lakukan tapi dia yakin itu bukan sesuatu yang bagus mendengar ada kata "latihan" yang diucapkannya.
Mereka bisa melihat para slime yang berkerumun di sana.
"Sekarang aku ingin kau mengalahkan mereka."
"Itu mudah."
__ADS_1
"Bukan dengan sihir api namun dengan sihir lain."
Mendengar itu wajah Marisa memucat.