Cara Membunuh Naga

Cara Membunuh Naga
Chapter 08 : Leonardo Kembali Ke Kerajaan


__ADS_3

Di atas bangunan rumah kota seorang pria dengan pakaian militer hitam berlari mengejar sekumpulan orang berjubah hitam di depannya.


Dia memasang sebuah alat di tubuhnya yang melontarkan sebuah pengait yang membuatnya berayun mirip seperti laba-laba.


Dia melompat dengan menggunakan cerobong rumah sebagai pijakan sementara dua pedang di tangannya diayunkan dengan gaya putaran, itu tertahan oleh punggung tangan salah satunya seperti menghantam sebuah besi.


"Sial."


Sebelum dia melancarkan serangan berikutnya seorang jubah hitam lain memukulnya hingga terbang menabrak bangunan ke bawah.


"Kapten Raider."


"Cih, mereka melarikan diri... bawa semua orang yang terluka dan posisikan banyak orang untuk berjaga di luar kota, aku akan mengejarnya."


"Baik."


"Sibuk seperti biasanya Raider," suara itu membuatnya melirik ke samping.


"Leonardo ternyata kau masih hidup."


"Kau tidak ada sopan-sopannya pada pria tua sepertiku, apa yang terjadi?"


"Ada orang-orang aneh yang menerobos kota kita dan mencuri telur naga, dari awal aku juga tidak setuju dengan proyek bernama dragon slayer, membiarkan seorang untuk merawat telur naga dan membuat mematuhi pengurusnya sungguh konyol."


"Mau bagaimana lagi naga hanya bisa dikalahkan dengan naga yang lain, itulah yang dipikirkan ratu.. aku sudah terlalu lama pergi, sebaiknya aku segera menyapanya."


"Lakukan saja, dari awal aku bisa mengatasi ini sendiri."


Pengait di tembakan ke tembok hingga Raider berayun dengan kecepatan tinggi, naik kembali ke atas kemudian berlari dengan melompati atap satu persatu.

__ADS_1


Seorang wanita mengikuti dari belakang, dia mengenakan topi penyihir untuk menutupi rambut hitam panjangnya sementara tubuhnya diselimuti pakaian militer yang sama, alih-alih membawa tongkat dia membawa senapan laras panjang.


"Kau Ymir."


"Kapten, aku sudah tahu orang-orang seperti apa yang kita hadapi, mereka bukan manusia."


"Apa maksudmu?"


"Mereka hanya boneka zirah besi yang digerakkan oleh seseorang, aku sudah menembak kepalanya namun tidak ada apapun di tubuh itu."


"Cih.. itu merepotkan."


Pengait dilemparkan dan sekarang Raider berayun di antara pepohonan sementara Ymir terbang di udara melalui sihirnya.


Di bawah mereka tampak lima orang yang memacu kereta dengan sebuah telur naga yang mereka jaga.


Ymir mengarahkan ujung moncong senjatanya dan itu memuat sebuah partikel cahaya yang meluncur menembak dan menghancurkan satu roda kereta hingga oleng.


Raider tepat berayun di antara mereka selagi memenggal kepala mereka, seperti yang dikatakan Ymir tidak ada apapun di sana kecuali zirah besi kosong.


"Bagaimana?" tanya Raider.


"Pengendalinya melarikan diri, telurnya juga sudah menghilang karena jatuh ke sungai."


Raider menyarungkan kembali pedangnya.


"Paling tidak kita bisa membawa zirah ini untuk diteliti, mari kembali."


"Dimengerti."

__ADS_1


Leonardo telah kembali ke istana dan melihat bahwa ratu yang terlihat lebih muda darinya tampak menangis.


Ratu memiliki rambut abu metalik panjang dengan gaun yang menunjukkan setengah dadanya.


Dia bernama Venuzuela Tarnes.


"Syukurlah tuan Leonardo masih hidup uweeeeh."


"Yang mulia ratu berlebihan."


"Meski begitu aku sangat khawatir, tuan Leonardo menjadikan dirinya sebagai umpan... berkat tuan Leonardo aku dan yang lainnya juga selamat."


"Tidak usah dipikirkan lalu bagaimana dengan perdamaian yang kita lakukan untuk kerajaan Wisteria."


"Sayangnya gagal, ada pihak ketiga yang menghasut mereka."


"Jadi begitu, pantas saja saat itu rombongan kita malah diserang."


"Iya, sejauh itu kita belum bisa mengetahui siapa dalangnya "


Ratu menunjukan wajah serius.


"Ngomong-ngomong kenapa semua orang mengenakan pakaian berbeda tidak seperti kesatria biasanya?" lanjut Leonardo.


"Sebenarnya armor besi itu sudah ketinggalan zaman terlebih ketika serangan naga itu tidak bisa menahan panas jadi aku meminta orang yang bertanggung jawab membuat seragam seperti itu."


"Jadi pakaian itu tahan oleh api."


"Yap, aku sebenarnya ingin membeli armor gaun pernikahan yang sangat kuat namun sayangnya saat aku mengunjungi toko itu mereka sudah menjualnya pada seorang petualang."

__ADS_1


"Petualang yang mendapatkannya pasti orang yang pandai menilai."


Tanpa diketahui Leonardo orang yang membelinya adalah muridnya sendiri.


__ADS_2