
Bertepatan Ymir yang harus kembali ke ibukota, festival telah diadakan di kota Geoville, Elizabeth dan Marisa mengambil waktu untuk mencoba setiap kios yang telah terisi oleh banyak jajanan siap saji.
"Lihat di sana, mari coba itu."
Elizabeth hanya mengikuti dari belakang sementara Marisa memberi beberapa tusuk sate padanya.
"Cobalah."
"Ah iya."
"Bagaimana rasanya?"
"Enak."
"Sudah kubilang rasanya pasti enak kan, Glacies juga sangat menyukainya."
"Rouggh."
"Kurasa dia juga akan suka daging manusia."
"Jangan menghasut putriku."
Setelah dari kios makanan mereka melanjutkan ke kios permainan. Mereka mencoba untuk melemparkan bola demi meruntuhkan target yang telah ditaruh di depan.
Marisa mulai lebih dulu dan itu berhasil mengenainya begitu juga Elizabeth dalam permainan seperti ini mereka adalah yang terkuat.
"Silahkan hadiahnya."
"Tidak usah, akan merepotkan membawanya."
Pedagangnya jelas terkejut, mereka dewi kah.
Semua momen terasa menyenangkan sebelum Ymir kembali dengan senjata di tangannya dan melayang di udara.
"Semua orang pergilah dari sini, seekor naga sedang terbang ke arah sini."
__ADS_1
Semua orang berhenti untuk memperhatikan sosok penyihir tersebut.
"Jangan bercanda, kami sedang mengadakan festival siapa kau meminta kami untuk pergi."
"Aku komandan kesatria kerajaan Tarnes."
"Jangan bohong kau bahkan tidak membawa pasukan."
Sebuah bongkahan es menyeruak di tengah kota dimana Elizabeth lah yang membuatnya.
"Jika kalian tidak pergi aku yang akan membunuh kalian semua," suaranya sudah cukup membuat mereka berhamburan.
Ymir mendekat ke arah keduanya.
"Kalian berdua, terima kasih banyak... kita benar-benar tidak punya banyak waktu."
"Kalau begitu aku akan membantu evakuasi."
Marisa bergegas untuk membantu semua orang menyisakan Elizabeth dan Ymir di barisan depan.
"Naga hitam, aku melihatnya terbang ke sini dan kurasa sekarang waktunya."
Tepat di pandangan keduanya seekor naga hitam terlihat dari kejauhan. Berbeda dari Ymir yang merasa gugup, Elizabeth menunjukkan senyuman bersemangat.
"Kau?"
"Aku sudah lama ingin membunuh naga, walau kecil kurasa naga tetap naga."
Melihat posisi keduanya naga tersebut menyemburkan bola api ke arah keduanya, Elizabeth menarik pedangnya untuk menancapkannya di tanah dan seketika bongkahan es raksasa tercipta menjadi sebuah pelindung.
Ymir sempat kagum dengan kekuatan itu tapi ia memilih untuk mengabaikannya dan melayang selagi menembakan senapan laras panjangnya.
Itu menembakan rentetan bola cahaya sayangnya itu tidak melukai sisiknya yang sangat keras hingga sang naga mendaratkan kakinya membuat hembusan yang menghempas keduanya.
Ymir memegangi Elizabeth di udara sebelum menurunkannya di tanah.
__ADS_1
"Kita tidak akan menang melawan naga."
"Berisik, apa kau ini seorang komandan... aku harus bisa membunuhnya."
"Elizabeth kau?"
"Mundurlah aku sendiri sudah cukup."
Elizabeth menerjang ke depan, dia berlari dengan cepat selagi melewati nafas api yang menyembur ke arahnya.
"Saat itu aku tidak bisa melakukan apapun tapi sekarang berbeda."
Dia melompat ke udara dengan gaya tusukan, tidak banyak orang yang bisa melukai naga namun Elizabeth mampu melakukannya, ujung pedangnya menembus lehernya dan seketika naga hitam mulai meraung kesakitan.
Dia membanting Elizabeth ke udara untuk membuatnya terlempar ke atas. Mulut naga terbuka untuk memakannya, dengan sedikit sihir Elizabeth memasukan bongkahan es ke dalam mulutnya.
Tepat saat dia jatuh dia memotong tanduk kirinya hingga jatuh ke bawah, naga memiliki regenerasi cepat tapi jika tanduknya dipotong itu tidak akan tumbuh lagi.
Ymir yang melihatnya sangat terkagum kembali dan ia melupakan tugasnya sesaat sebelum akhirnya bergerak, dia meningkatkan senjata di tangannya kemudian menciptakan lingkaran sihir berganda.
"Elizabeth."
Mendengar seruan itu Elizabeth melompat menghindari dan tembakan dilesatkan ke arah sang naga yang masih berusaha menghilangkan bongkahan es di mulutnya.
Tembakan itu menghantamnya secara langsung dan membuatnya meledak dengan dahsyat.
"Apa berhasil?"
Dari balik asap yang mengepul bola api meluncur ke arah Ymir dia membentuk sihir pelindung meski begitu tubuhnya terlempar menabrak bangunan.
"Bahkan kemampuan terhebatku tidak mampu melukainya."
Elizabeth mengayunkan pedangnya dan dari tebasannya menciptakan es yang mengurung naga namun tak lama itu hancur dengan mudah.
"Kekuatanku belum bisa membunuhnya."
__ADS_1
Elizabeth terlempar melalui ekornya yang kuat.