Cara Membunuh Naga

Cara Membunuh Naga
Chapter 47 : Meninggalkan Ibukota


__ADS_3

Elizabeth menahan Shina untuk pergi, paling tidak sampai perayaan ini selesai baru dia mengizinkannya.


"Jangan khawatir Shina, kami juga akan ikut denganmu jadi tolong bersabarlah."


"Aku mengerti."


Berkat Marisa keadaan bisa terkendali.


Elizabeth mengunjungi rumah sakit di mana seorang wanita bernama Jeanny menyapanya dari tempat berbaringnya.


"Apa yang kau butuhkan dariku?"


"Hanya informasi tentang naga yang kalian lawan, aku membawa buah apel juga.. mau aku kupaskan."


"Aku akan berterima kasih untuk itu."


Elizabeth memotong apel yang telah dia kupas lalu menyuapi Jeanny dengan wajah datar.


"Manis sekali."


"..."


"Soal naga yang kami lawan sepertinya merupakan naga tanah, meski ia menyemburkan api elemen tanahnya jauh lebih kuat."


"Begitu."


"Apa ada yang salah?"


"Aku ingin mengincar naga merah, tapi jika naga itu masih mengacau aku tidak bisa mengabaikannya."


"Apapun yang ingin kau lakukan sebaiknya tetap berhati-hati."


"Akan kuingat itu."


Venuzuela juga datang untuk menjenguk dan ia berdiri di depan pintu selagi menatap Elizabeth yang sedang menyuapi Jeanny.


"Elizabeth selingkuh, tidak mungkin apa kau sudah bosan denganku."


"Apa kalian berdua punya hubungan seperti itu."

__ADS_1


"Tentu saja tidak, ratu ini cuma ingin bersenang-senang."


'Kejamnya, padahal aku mencintaimu."


"Aku akan pura-pura tidak melihatnya," ucap pelan Jeanny.


Marisa membawa selembaran kertas berisi belanjaan, mereka semua disambut baik di kerajaan meski begitu mereka akan meninggalkan tempat ini besok hari untuk pergi ke desa Shina, ini hanya salah satu persiapan saja.


Urusan di kerajaan sudah selesai kini kerajaan hanya akan mengubah taktik mereka dari bertahan ke mode bertarung, para komandan akan bisa mengatasinya bahkan tanpa bantuan mereka.


Sekarang yang dipikirkan Marisa adalah bahan-bahan yang tahan lama yang bisa dibawanya dan rasanya tetap enak.


Dia berdiri di depan wanita penjual sayuran.


"Apa kau perlu sesuatu?"


"Aku petualang aku ingin membawa bahan makanan yang tahan lama yang bisa dibawa dengan kereta besok hari."


"Jika kau ingin sesuatu seperti itu, kusarankan untuk membeli jamur ini, ini sangat enak dan cocok sebagai rebusan."


"Jamur ini berwarna merah terang, apa tidak beracun?"


Marisa memakan satu dan ia merasakan rasa enak di mulutnya.


"Ini enak, aku beli banyak."


"Baik, terima kasih atas pembeliannya pastikan kau berikan pada temanmu juga."


"Aku mengerti."


Saat kepergian Marisa wanita itu tersenyum senang dan beberapa pria dibelakangnya tampak tertawa kecil.


"Kita memiliki mangsa sekarang."


"Semuanya bersiap."


"Serahkan pada kami."


Dengan berakhirnya perayaan maka kelompok Elizabeth akan meninggalkan ibukota, mereka diberi kereta oleh pihak kerajaan bagaimanpun Elizabeth hanya berubah jadi naga di saat-saat tertentu jika dia melakukannya terus-menerus dia akan marah karena dianggap sebagai tunggangan.

__ADS_1


Marisa yang mengambil kemudi, sementara Elizabeth duduk di sebelahnya dan yang lain berada di belakang dengan barang bawaan mereka.


"Lain kali jangan lupa berkunjung lagi Elizabeth."


"Kalau aku mau."


"Kau harus mau."


"Sepertinya ratu menyukaimu Elizabeth?" ucap Noel membuatnya merinding.


"Itu hal yang kutakutkan."


Mengesampingkan hal itu kereta mereka sudah semakin menjauh, Shina hanya diam saja tanpa melakukan apapun.


"Kau baik-baik saja?"


"Aku tidak apa, hanya saja aku masih tidak percaya soal desaku."


"Kita akan tahu jika kita sampai di sana."


"Um."


Setelah sedikit menjauh dari kota beberapa orang-orang bermunculan untuk menghadang mereka.


Mereka membawa banyak senjata.


"Musuh, aku akan melawannya."


"Aku juga."


Tepat saat mereka ingin menggunakan sihir tiba-tiba saja tubuh mereka kecuali Elizabeth jatuh ke bawah.


"A-apa yang terjadi?" ucap Marisa dan yang menjawab adalah wanita yang sebelumnya memberikannya jamur.


"Kalian terkena racun jamur yang kuberikan, jamur itu memang tidak beracun jika dimakan namun saat kalian mencoba mengeluarkan mana itu menjadi sebuah racun pelumpuh."


"Kau?"


"Kita banyak para gadis, ini memang keberuntungan kita .. terutama yang gadis kecil itu aku ingin langsung menidurinya."

__ADS_1


Seperti biasa Shina selalu menjadi target kejahatan.


__ADS_2