
Sesudah petualang lain mendapatkan kristal mereka, kini giliran kelompok Elizabeth bergerak. Tidak ada peraturan jumlah mereka yang harus bawa meski begitu untuk berjaga-jaga mereka akan mengambil sebanyak yang mereka bisa.
Carberus mulai mendengus bangkit dan dalam sekejap es milik Elizabeth membekukannya di batas dia masih bisa hidup dalam waktu beberapa menit saja.
Noel, Marisa dan Shina secepat mungkin mengantongi kristal tersebut sebelum berlari menjauh, tepat saat Elizabeth mencairkan sihirnya rahang besar hendak menangkapnya.
"Kau ini keras kepala."
Dalam sekejap es muncul di dalam mulutnya, Elizabeth melompat sejajar dengan wajahnya, dengan satu tendangan di wajahnya itu membuat Carberus meluncur menabrak tebing hingga pingsan.
"Elizabeth sangat kuat, kekuatan seperti apa yang digunakannya?" tanya Noel pada Marisa.
"Kekuatan untuk membunuh seekor naga."
"Itu pasti luar biasa."
"Mari bergegas."
"Baik."
Tepat saat mereka kembali sekumpulan orang telah menghadang mereka, beberapa terlihat telah dijatuhkan melalui sihir dan pedang.
"Haha kurasa masih ada lagi yang bisa kita rampas."
"Cih, jadi begitu alih-alih mengambilnya sendiri kalian lebih suka merampasnya dari petualang lain."
"Ini adalah strategi, alih-alih masuk ke dalam wilayah berbahaya kami lebih suka mengambil keuntungan seperti ini."
"Jangan khawatir kami tidak berminat untuk melakukan kriminal selain merampas, yang kami inginkan hanya berikan kristal itu dan semuanya selesai."
__ADS_1
Jika mereka memberikannya itu akan memakan waktu dan mereka jelas akan terlambat untuk kembali ke perahu.
"Kenapa kalian melakukan sejauh ini?"
"Tentu saja demi peringkat, jika kami bisa menjadi petualang rank S, maka kami akan mendapatkan hadiah dari guild dan setelah itu punya kedudukan di kota. Jika menjalankan misi kami bisa bilang bahwa itu terlalu sulit untuk dilakukan."
Noel mengatupkan giginya dengan emosi.
"Karena sikap inilah banyak orang mati, aku yakin kalian terus melakukan kecurangan hingga sekarang. Ketika semua orang membutuhkan petualang kuat kalian tidak datang, hingga banyak nyawa yang terbunuh oleh naga."
"Kami semua tidak peduli hal itu."
"Dasar rendahan," teriak Shina.
"Owh kau gadis loli, menarik... aku berubah pikiran biarkan gadis itu tetap tinggal, kami semua akan tidur bersamanya."
"Ya ampun aku akan dilecehkan, jika sebanyak ini aku pasti puas."
"Aku hanya mengatakan efek dramatisir."
Elizabeth mendesah pelan.
"Kalian semuanya sama saja dengan petualang waktu itu. Benar juga, kudengar orang yang mati di sini tidak akan melakukan penyelidikan bukan."
"Apa yang ingin kau katakan?"
"Sebelumnya aku sudah banyak membunuh petualang Rank A, kurasa tak masalah untuk membunuh lagi."
"Mustahil, mungkinkah kau?"
__ADS_1
Sebelum pemimpin itu menyelesaikan perkataannya darah menyembur dari tubuhnya, pedang Elizabeth terlihat sedikit bersinar dan wajahnya menunjukkan kesenangan.
"Dia orang yang dibicarakan seluruh guild."
"Jangan takut ia hanya bertarung sendirian kita masih menang jumlah."
"Kalau kalian berfikiran demikian maka majulah."
Marisa dan Shina saling mengobrol di belakang.
"Entah kenapa jalan Elizabeth selalu penuh pembantaian."
"Aku juga setuju, biarlah... lagipula mereka juga yang salah."
Noel hanya melihat dengan rasa takut saat Elizabeth membunuh mereka tanpa ampun. Ia mulai memikirkan hal apa yang dikatakan Marisa.
Sihir pembunuh naga.
Itu memang setimpal dengan namanya.
Mereka kembali ke pantai dengan beberapa orang yang telah diselamatkan, perahu muncul dan tali dilemparkan ke semua orang agar bisa naik ke atasnya.
Semua kru merasa heran.
"Yang berhasil selamat hanya sedikit."
"Kebanyakan dimangsa monster," balas Shina.
"Itu bisa dimengerti, semakin tahun monster di sini semakin kuat."
__ADS_1
Fakta lebih banyak orang dibunuh Elizabeth hanya akan jadi rahasia untuk semua orang.