
Elizabeth mengarahkan tangannya untuk menyerang dengan sihir es dan dia secara terus menerus melakukannya sembari mengirimkan tebasan dari pedangnya.
Ymir juga melakukan hal sama dengan memberikan dukungan dari belakang, dia secara bertahap menembak selagi menganalisa titik kelemahan naga.
Elizabeth terlempar menembus beberapa rumah dengan bunyi memekakkan telinga. Dia sedikit mengerti tentang kekuatan seekor naga, waktu itu wajar saja jika tempat tinggalnya dihancurkan dengan mudah.
Sihir seperti apa yang sanggup membunuh naga.
Ketika memikirkannya sebuah hujan api mengenai seluruh tubuh naga tersebut, itu menghasilkan damage cukup kuat membuat sang naga sedikit kehilangan keseimbangannya.
Dari atas langit lima ekor naga dengan penunggangnya datang sebagai pasukan bantuan, di depan ada seorang wanita dengan armor besi serta rambut pirang dikepang ke samping.
"Jeanny kau datang kemari," teriak Ymir.
"Kami dapat perintah dari ratu untuk mengalahkan naga ini, jadi sisanya serahkan pada tim Dragon Slayer."
"Baik."
Elizabeth dibantu Ymir keluar dari reruntuhan dan melihat bagaimana tim Dragon Slayer bertarung, mereka terbang di sekelilingnya selanjutnya menembakan bola api untuk mengenai setiap bagian tubuh naga.
"Serangan naga mampu melukainya."
"Itulah kenapa kami mati-matian mencuri telur naga dari sarangnya dan mencoba mengendalikannya seperti ini."
Ledakan terus menghujani naga hitam, bahkan serangan balik tidak bisa mengalahkan para Dragon Slayer.
__ADS_1
"Ngomong-ngomong kenapa naga yang dipakai Dragon Slayer lebih kecil, apa ukuran mereka memang sebesar itu?"
"Saat naga dewasa mereka bisa menyesuaikan tubuh mereka entah itu kecil sedang atau besar mereka melakukannya, bahkan beberapa juga bisa mengambil bentuk manusia."
Singkatnya naga bisa memutuskan untuk tubuh lagi atau tetap diukuran sekarang tapi Elizabeth lebih menekankan soal yang lain.
"Manusia."
Elizabeth sedang membayangkan bagaimana Glacies berubah jadi sosok Marisa ke dua. Itu pasti akan merepotkan.
Naga hitam yang tidak bisa membalas mulai meraung untuk menghembuskan nafas apinya, dia mengibaskan sayapnya dan memilih terbang untuk melarikan diri.
Itu menjadi sebuah pengejaran besar-besaran.
Elizabeth berfikir ada yang aneh tentang naga itu namun memilih untuk tidak mengatakan apapun lagi, fakta penduduk desa selamat dan dirinya yang masih lemah sudah cukup membuatnya untuk tidak memaksakan diri.
"Kalian berdua melakukan hal luar biasa."
"Mari pergi Marisa, kita tinggalkan kota ini."
"Eh, Elizabeth apa kau baik-baik saja?"
"Aku ingin cepat berlatih lagi."
Marisa mengerti apa yang sedang dirasakan rekannya, di tidak mengatakan apapun lagi kecuali mengikutinya ke mana dia pergi.
__ADS_1
Itu adalah sebuah hutan di mana air terjun menjadi pemandangan utama, Elizabeth membunuh setiap monster yang dia temui namun ia merasa belum cukup.
"Masih kurang, aku perlu lawan yang lebih kuat dariku."
Pandangannya terarah pada Glacies.
"Aku tidak mengizinkannya."
"Aku tahu."
Tepat mereka bertatapan seseorang keluar dari semak-semak, dia adalah seorang wanita dengan gaun hitam serta rambut panjang berwarna sama kontras dengan warna kulit putih transparan yang indah.
Dia terjatuh di tanah tepat di depan keduanya.
"Wanita dengan tanduk, apa dia iblis?" ucap Marisa namun Elizabeth punya sesuatu yang lebih pas untuk dikatakan.
"Dia naga, lebih buruk lagi dia adalah naga hitam yang sebelumnya kulawan."
"Eh, mustahil?"
"Menurut Ymir, naga bisa mengambil wujud manusia terlebih tanduk kirinya patah dan kuyakin akulah yang melakukannya."
"Jangan bilang kau akan membunuhnya."
Elizabeth tersenyum menakutkan.
__ADS_1
"Aku punya ide yang lebih bagus, dibanding apa yang sedang kupikirkan mati lebih baik."
"Aku merasakan firasat buruk."