
Kota Katedral Suci adalah sebuah kota yang dikatakan sebagai tempat kelahiran tiga pahlawan di benua ini. Kotanya sendiri tidak jauh berbeda dengan kota lainnya hanya saja di tempat ini mereka lebih setia terhadap pemimpin mereka Arc Priest bernama Elsa dibandingkan pada kerajaan, meski begitu tempat ini masih berada di wilayah Tarnes perbatasan di dekat selatan kerajaan Wisteria.
Rombongan Elizabeth baru memasuki kota dan disuguhkan dengan pemandangan bangunan yang berderet rapih di sepanjang jalan utama, jika mengikuti jalan ini akan ditemukan sebuah katedral mewah bak sebuah istana di belakangnya.
"Sudah lama sekali aku tidak datang kemari," Shina menunjukkan antusiasnya begitu juga Noel, walaupun dia selalu bersikap tenang untuk menutupinya.
Untuk Marisa dia hendak turun dari kereta namun Elizabeth jelas mencegahnya. Mereka akan langsung mencari penginapan dan itu tidak bisa ditawar lagi, secara tiba-tiba seorang wanita dengan nekat menghalangi jalan mereka.
"Berhenti di sana."
"Ada apa?" kata Marisa.
Elizabeth sudah tahu siapa wanita bodoh yang melompat ke tengah jalan itu.
"Kita benar-benar ditakdirkan bersama, benarkan Elizabeth."
"Dia ratu."
"Itulah aku."
Ia mengenakan jubah coklat jadi sekilas sulit mengenalinya sementara pria yang menjadi pengawalnya memukul kepalanya.
"Sakit."
"Anda tidak boleh sembarangan melompat ke tengah jalan. Itu berbahaya."
"Aku baik-baik saja oke."
__ADS_1
Seorang yang berani memperlakukan ratu dengan kasar bernama Raider.
"Kami datang karena ada urusan penting, jadi kalian bisa melanjutkan perjalanan kembali."
"Apa yang kau katakan Raider, mereka bisa ikut denganku mari temui Arc Priest Elsa, dia sangat cantik kalian mungkin akan terpesona saat melihatnya dan melupakan batasan jenis kelamin."
Noel, Marisa dan Shina menatap dengan pandangan bermasalah.
"Apa maksudnya?"
"Dia mengatakan bahwa sesama wanita bisa xxx dan melakukan xxx hanya dengan melihat wajahnya," ucap Elizabeth.
"Heh."
"Karena inilah sebenarnya aku tidak ingin bertugas mengawal ratu."
"Kau menggunakan otoritasmu dengan semenang-menang."
Karena tak ingin menganggu arus jalan mereka akhirnya ikut menuju Katedral. Venuzuela memeluk Elizabeth yang hanya memasang wajah lelah sementara di depannya Raider masih bersiaga.
"Elizabeth empuk dan hangat."
Dia mengabaikan soal ratu dan berkata ke arah Raider.
"Apa kau tidak sebaiknya lebih bersantai?"
"Tidak, selalu ada kemungkinan buruk yang akan terjadi bahkan jika ini kota aman aku tidak bisa mengabaikannya.. lagipula orang-orang gereja bisa dengan mudah menggulingkan kerajaan jika mereka mau."
__ADS_1
"Bisa begitu?"
"Aku tidak tahu yang jelas pengaruh Elsa cukup tinggi, aku yakin pesona dari wajahnya yang membuatnya sampai sejauh ini dan merekrut banyak orang-orang untuk beriman."
Elizabeth semakin penasaran dengan itu.
Dia mengalihkan pandangan ke luar kereta dan melihat tiga patung raksasa berbeda di tengah kota. Mereka masing-masing menancapkan pedang ke tanah, dua tidak perlu dipedulikan namun yang satu lagi jelas Elizabeth ingin mengetahuinya.
"Itu wanita elf."
Venuzuela menjelaskan selagi meraba-raba dada Elizabeth dengan wajahnya.
"Itu pahlawan Artemis, dia berasal dari elf dan salah satu pahlawan yang sangat besar memberikan kontribusi saat melawan raja iblis, aku tidak tahu apa yang terjadi tapi dia sepertinya disisihkan dan dua pahlawan lainnya didorong untuk tampil di depan."
Raider menambahkan.
"Itu karena Artemis menolak menjadikan wilayahnya sebagai lokasi pertarungan, namun dua pahlawan yang lain melakukannya tanpa sepengetahuannya jadi Artemis membunuh kedua pahlawan itu setelah mengalahkan raja iblis... dengan tindakan itu memancing orang-orang pendukung dua pahlawan untuk bertindak dan akhirnya Elf menaruh kebencian pada kita, Wisteria adalah tempat dimana dua pendukung itu berada."
Venuzuela maupun Elizabeth terkejut.
"Bagaimana kau tahu semua itu? Aku yakin bahkan catatan kerajaan tidak menulisnya."
"Itu karena istriku adalah seorang elf."
Raider menunjukkan fotonya dimana di sebelahnya ada seorang wanita elf cantik duduk di kursi selagi memeluk perutnya yang hamil.
Fakta dari yang terjadi mulai sedikit muncul kepermukaan.
__ADS_1