Cara Membunuh Naga

Cara Membunuh Naga
Chapter 56 : Melawan Chimera


__ADS_3

Party Elizabeth hanya bisa berdiri terdiam saat melihat bagaimana para pendeta di kultus kota ini dibunuh secara brutal, tubuh mereka tercabik-cabik dan darah membanjiri setiap jalanan di bawahnya.


Makhluk yang bertanggung jawab tersebut adalah Chimera, Chimera adalah makhluk dengan tubuh menyerupai singa, ekor ular, sayap kelelawar di punggungnya dan juga tanduk kambing di kepalanya.


Dia meraung selagi mengirimkan semburan api dari mulutnya, tak sedikit orang yang menjadi korbannya.


Di sisi lain para iblis juga terlihat saling membunuh dengan pasukan gereja walaupun harus dikatakan bahwa kerugian jelas diterima cukup besar oleh Chimera.


Para kultus menciptakan sebuah jaring cahaya melalui sihir gabungan sayangnya itu dipatahkan dengan mudah. Tanpa harus dipikirkan lagi Elizabeth tahu apa yang lebih dulu mereka harus kerjakan.


"Bunuh Chimeranya."


Perkataan itu sudah cukup membuat semua anggota partynya bergerak, Shina melalui tongkatnya dia merapalkan mantra panjang, di saat yang sama juga Marisa merapalkan sihir pendukung, untuk Noel dan Elizabeth yang menerjang dengan pedangnya.


Entah itu Marisa atau Shina keduanya bisa bergantian antara sihir pendukung ataupun serangan, rapalan sihir Shina telah selesai dan ia menciptakan lingkaran sihir di atas Chimera yang menjatuhkan bola-bola cahaya yang mengincar kakinya.


Chimera kehilangan keseimbangan dan di saat yang sama Elizabeth menghunuskan pedangnya, "Ice Blade." Disusul Noel dengan tebasan kilat, tidak ada siapapun tahu tetang seperti apa kemampuan Noel sesungguhnya namun Elizabeth tahu bahwa ketika dia menebas dia menebaskan 10 tebasan dalan satu detik.

__ADS_1


Pertama terlihat samar-samar namun seiring waktu dia bisa memastikannya dengan akurat, tubuh Chimera terdorong ke belakang dengan sedikit goresan pada tubuhnya, kulitnya terlalu keras bahkan jika itu sihir itu perlu beberapa kali hanya untuk memberikan luka dalam.


Marisa dan Shina memosisikan diri mereka dengan serangan jauh, selama itu Elizabeth dan Noel mengulur waktu.


Di kota ini tidak hanya Chimera yang menyerang, mereka juga harus dihadapkan musuh lainnya karena itu, menghemat tenaga adalah sesuatu yang dibutuhkan.


Para iblis mulai mengincar keberadaan Marisa dan Shina namun para pendeta tidak membiarkannya dan berubah untuk melindungi keduanya.


"Kalian?"


"Maaf sebelumnya aku mengabaikanmu Shina, kurasa kau telah tumbuh jadi seorang yang luar biasa," ucap salah satu pendeta wanita.


"Serahkan pada kami."


Elizabeth bisa memperhatikan kerja sama itu dari tempatnya berdiri, sebelum beralih pada Chimera demi membantu Noel, yang telah memberikan luka di punggungnya.


Ekor ular hendak menggigitnya namun Elizabeth telah berada di sana demi meng-antisipasinya, kepala ular didorong ke belakang dan ketika mulutnya akan menyemburkan asap racun Elizabeth dengan baik menembakan sihirnya membuatnya membeku.

__ADS_1


Noel dan Elizabeth melompat untuk turun ke bawah selanjutnya menebas kaki Chimera dan kembali bergerak untuk melukainya dari segala sisi.


Shina dan Marisa membentuk dua bola raksasa yang tergabung melalui sihir cahaya dan api.


"Kuserahkan padamu Shina."


"Baik."


Marisa memberikan pengendalian seutuhnya pada Shina sedangkan dirinya berlari sedikit ke depan untuk meminta Elizabeth dan Noel menjauh.


Dia menancapkan tongkat ke tanah kemudian memunculan Grimore di tangannya selagi berkata.


"Gravitation."


Lingkaran sihir raksasa muncul di bawah kaki Chimera yang mana menariknya jatuh ke bawah, sihir ini tidak terlalu cukup efektif jika musuhnya memiliki tubuh besar meski begitu, itu sudah cukup untuk serangan akhir Shina.


"Rasakan ini, Ultimate Breaker."

__ADS_1


Tepat saat bola itu ditembakan ke arah Chimera ledakan cahaya menggema di udara, menghempaskan seluruh bangunan di sekitarnya tak terkecuali patung pahlawan hingga berjatuhan.


Yang tersisa hanyalah lubang raksasa tanpa apapun.


__ADS_2