
Elizabeth bisa melihat dengan jelas berbagai hal di dalam air laut, Leviathan yang memperhatikan selama ini dari bentuk kalung kristal berkata.
"Sudah sejak lama aku tidak merasakan air laut, ini cukup nyaman," katanya demikian.
Elizabeth memfokuskan diri lebih ke dalam laut dimana sepasang bola mata raksasa tengah menatapnya dalam bayangan gelap, alih-alih menggunakan pedang Elizabeth berubah ke bentuk naga untuk lebih mempercepat gerakannya.
Dua tentakel raksasa menyerangnya dari sisi berbeda, dia mematahkan dengan mudah kemudian meluncur selagi meluak-liuk untuk menghindari tentakel lainnya.
Beberapa berhasil menangkapnya tapi tidak lama sebelum semuanya dicabik-cabik dengan kuku tajamnya serta taring yang mengoyak setiap daging tersebut.
Elizabeth meluncur kemudian menangkap tubuh gurita dengan seluruh cengkeramannya, dengan sedikit sihir seluruh tubuh Kraken mulai membeku perlahan menjalar ke setiap tentakel miliknya dan tenggelam ke dasar laut sebelum hancur saat menimpa kuburan kapal di bawahnya.
"Di dalam sana banyak kapal yang sudah terbengkalai, Elizabeth kau yakin tidak mencoba mengambilnya?"
"Tak apa membiarkan Jack yang melakukannya, mereka paling tidak harus bekerja juga."
"Begitu."
Elizabeth kembali ke wujud manusia saat dia naik ke permukaan air, beberapa awak membantunya naik kembali.
"Aku sudah mengalahkannya sekarang kalian bisa memulai apa yang kalian inginkan."
"Kalian dengar itu, kalian semua pakai peralatan selam kalian waktunya berburu."
__ADS_1
"Baik."
Jack terlihat paling bahagia, sementara itu Marisa menggunakan sihir api untuk mengeringkan tubuh Elizabeth.
Gaunnya tidak bisa dihancurkan meskipun terbakar.
Sekitar lima peti harta karun berisi koin emas berhasil ditarik keluar. Jack berdeham sekali.
"Sesuai kesepakatan kami akan memberikan satu peti untuk kalian dan sisanya untuk kami."
Shina yang lebih dulu memprotes.
"Bukannya itu tidak adil."
"Tidak masalah Shina, satu sudah lebih cukup untuk kita."
"Jika kau bilang begitu."
"Mari rayakan kemenangan kita, bawa semua anggur persediaan kita.. kita minum sepuasnya."
"Hoooh."
"Mereka terlalu bersemangat," ucap Noel demikian.
__ADS_1
Malam harinya semua orang tertidur pulas kecuali Elizabeth dan juga Leviathan dalam wujud manusia.
"Menatap pemandangan laut seperti ini sangat indah," kata Leviathan selagi meneguk anggur di gelasnya.
"Kurasa begitu," jawab singkat Elizabeth.
Berbeda dari tempat lain, di laut kau bisa melihat pemandangan langit jelas, bintang-bintang yang jumlahnya tak terhingga tampak berkelap-kelip di sana bersama garis bercahaya yang disebut Aurora serta kilatan petir yang tak pernah berhenti yang menunjukan bahwa ini memang benar jalannya.
Mereka melanjutkan perjalanan kembali, sesekali harus melawan monster dan sesekali harus melawan gelombang badai tinggi meski begitu mereka bisa sampai ke tempat tujuan.
Laut di Blue Ocean lebih biru dan indah dan di sana terdapat pulau besar yang jika kau lihat dari atas itu berbentuk seperti bulan sabit
Jangkar dilemparkan ke dalam laut dan kelompok Elizabeth turun dari kapal, Shina memoloti seluruh awak dengan tatapan tajam.
"Kalian tidak berfikir untuk meninggalkan kami bukan."
"Tentu saja tidak, kami bisa terbunuh jika tidak ada kalian... kami akan menunggu meskipun kalian pergi sangat lama," jelas semua orang di kapal berfikiran hal sama.
Tanpa kelompok Elizabeth mereka jelas akan mati.
"Aku percaya itu."
Keempatnya mulai memasuki pulau yang seluruhnya ditutupi pepohonan, dulu di sini menjadi tempat tinggal sebuah suku dan merekalah yang memiliki artifak yang mereka inginkan.
__ADS_1