Cara Membunuh Naga

Cara Membunuh Naga
Chapter 53 : Pergerakan Dari Semuanya


__ADS_3

Dengan kematian naga bumi semua orang akhirnya bisa menempati tempat tinggal mereka, walau perlu waktu untuk berbenah paling tidak mereka bisa kembali hidup seperti sebelumnya.


Keesokan paginya saat semua orang tertidur di sofa, Lulu keluar dari ruangannya dengan teriakan semangat yang mana membuat orang terbangun.


Dia adalah orang yang bergadang semalaman demi memecahkan soal desa Fury.


"Aku akhirnya mendapatkannya."


Dia menjatuhkan buku seberat 10 kg dilantai membuat semua orang menatap dengan pandangan bermasalah.


"Bukannya itu terlalu besar untuk disebut buku?" tanya Marisa.


"Omong kosong, di zaman dulu bahkan ada yang menulis pengetahuan dia batu-batu raksasa yang dibuat datar seperti sebuah buku."


Marisa tidak bisa membayangkan seberapa melelahkan hanya membawa satu lembar.


Shina memperhatikan juga saat jari Lulu menyusuri setiap tulisan, dia berhenti pada sebuah gambar berbentuk lingkaran.


"Ini disebut artifak Dimensial dimana membuat dunia cermin yang kita bahas kemarin."


"Jadi begitu."


"Aku akan membaca penjelasannya, artifak ini digunakan untuk menyembunyikan penduduk ke dalam sebuah dimensi agar mereka selamat sayangnya saat digunakan mereka akan terjebak di sana selamanya, waktu di sana juga akan berhenti."


"Jangan bilang bahwa penduduk desa yang kutemui semuanya berasal dari 100 tahun lalu," ucap Shina demikian yang mendapatkan anggukan kecil Lulu.


"Satu cara yang bisa dilakukan adalah mencari artifak untuk menghancurkan artifak Dimensial tersebut, dan itu berada jauh di pulau di tengah laut."


"Rasanya itu akan sangat lama?" potong Shina yang kembali dijawab Lulu.


"Tempat itu juga sangat berbahaya namanya Blue Ocean."


Elizabeth meletakkan tangannya di kepala Shina.


"Seberapa lama pun kami akan mengambilnya, ini demi Shina, dia rekan kami paling kecil dan imut."

__ADS_1


"Elizabeth bisakah kau menjauhkan kedua kata kecil dan imut itu, itu sesuatu yang selalu dikatakan pria saat melihatku."


"Kau ini memang target kejahatan."


Lulu menuliskan sesuatu di kertas yang mana disodorkan pada Elizabeth.


"Temui orang ini, dia pasti akan mengantarmu ke tempat tersebut."


"Aku seekor naga apa tidak bisa jika aku terbang ke sana."


"Itu jelas tidak mungkin, di sana adalah kawasan petir abadi, jika kau terbang kau akan terus disambar petir tanpa henti."


Elizabeth bisa mengetahui bahwa ini memang perjalanan sulit.


"Kalau begitu kami permisi."


"Semoga beruntung."


Mereka menaiki kereta lalu melanjutkan perjalanan kembali, artifak itu memiliki kunci kuno yang harus dipecahkan mereka akan kembali menemui Lulu.


Shina berkata padanya.


"Elizabeth kita akan melewati kota katedral suci, apa kita boleh mampir ke sana?"


"Bukannya kau telah diusir dari sana apa tak masalah?"


"Jangan khawatir, aku diusir di sana untuk tidak berurusan dengan katedral, jika mengunjunginya itu bukan masalah."


"Kalau begitu tak masalah."


"Yattaa."


Elizabeth memikirkan banyak hal dalam kepalanya. Sebelumnya dia telah memberikan surat kepada ratu bahwa Wisteria telah jatuh ke dalam kekuasaan iblis, walau begitu ia merasa khawatir.


***

__ADS_1


Venuzuela yang telah mendapatkan surat itu mendesah pelan selagi memegangi kepalanya, dia baru saja menang pertempuran di perbatasan dan sekarang dihadapkan dengan sesuatu yang mustahil terjadi.


"Ada apa yang mulia ratu?"


"Kerajaan Wisteria telah runtuh," jawabnya pada Leonardo.


"Bukannya itu bagus."


"Bagus sih bagus, tapi mereka jatuh ke dalam kekuasaan iblis kini kita harus melawan mereka.


Meskipun sebenarnya Venuzuela juga berasal dari ras iblis.


"Kukira ras iblis sudah menerima kekalahannya dulu."


"Ada beberapa iblis yang tidak ingin kembali dan berbaur dengan manusia, sekarang bukan ancaman namun mereka pasti akan bergerak setelah memiliki banyak pasukan untuk dikerahkan."


"Apa sebaiknya aku menempatkan setiap penjaga khusus di setiap kota."


"Iya... kurasa menyerahkannya pada pihak gereja itu pilihan tepat, mereka menggunakan sihir roh suci lawan yang pantas untuk iblis, aku akan pergi ke kota katedral suci dengan bantuan Jeanny."


"Saya mengerti."


Venuzuela mengeluarkan kalung dari lehernya lalu menggenggamnya di tangan.


Jika bukan karena benda ini dia sudah ketahuan sebagai iblis sejak lama oleh pihak katedral.


Sementara itu di Wisteria, Zero telah siap dengan seluruh pasukannya yang terdiri dari Iblis menengah dan bawah.


"Zero kau sudah ingin pergi?" tanya Maiden.


"Sebelum mereka bergerak kita akan lebih dulu menghancurkan kota katedral suci, agar kita tak perlu takut lagi dengan mereka."


"Baiklah, aku yakin saat itu terjadi kita bisa membuka gerbang iblis dan menyelesaikan apa yang dahulu ingin dilakukan raja iblis."


"Aah."

__ADS_1


__ADS_2