
Wanita elf itu memperkenalkan dirinya dengan nama Pia, ia memberikan surat kepada Elizabeth dan seketika wajahnya menunjukkan kelelahan.
"Maafkan aku, aku pasti merepotkan."
"Tidak, bukan itu maksudku, ratu ini menggambar hati di suratnya."
Elizabeth menunjukannya pada Pia hingga ia memerah selagi menutup pipinya.
"Kalian pasangan sejenis."
"Tentu saja tidak, paling tidak aku tidak beranggapan demikian... kami dengan senang menerimamu bersama putrimu di sini, Naya dan seluruh pelayan tolong siapkan kamar untuk Nona Pia."
"Kami mengerti."
"Ah, tolong jangan memanggilku Nona, panggil saja Pia."
"Itu jelas tidak bisa kulakukan, anda keturunan pahlawan Artemis karena itu nona Pia berhak diperlakukan sebagai bangsawan."
"Tapi."
"Yang dikatakan nyonya benar, Anda memiliki status bangsawan yang harus Anda jaga paling tidak hal itu bisa membuat semua orang menghormati Anda nantinya."
"Kalau begitu aku sepertinya tidak bisa menolak."
Shina, Noel dan juga Marisa tahu bahwa Elizabeth hanya mencoba menjahilinya, sementara Naya dia hanya mengatakan argumen untuk membantu majikannya.
__ADS_1
"Kita akan mengobrol nanti, lebih baik nona Pia beristirahat dulu dan kami akan membuat perjamuan."
"Terima kasih banyak."
Elizabeth tersenyum melihat kepergian mereka.
"Melihat Elizabeth terlihat lembut dan baik, membuatku merinding," perkataan Shina mewakili perasaan semua orang
Menurut surat yang dikatakan ratu, bahwa akan dibangun kota elf di dekat kota Elizabeth berada, selama ini mereka bersembunyi agar tidak diketahui semua orang termasuk kerajaan tapi sekarang hal itu berbeda.
Raider jelas bukan tipe orang yang sembrono mengumbar rahasia dia jelas memikirkan semuanya hingga ke tahap sekarang.
Singkatnya dia menempatkan Elizabeth untuk melindungi kota Elf juga jika lokasinya tidak jauh darinya.
Elizabeth telah mendapatkan pencapaian tinggi bahkan seluruh kerajaan pasti sudah mengenalnya, bukan hanya sebagai petualang atas melainkan pembunuh berdarah dingin juga.
Mariabel yang selama ini membenamkan dirinya pada buku-buku turun melalui tangga.
"Ada orang asing, apa dia juga tinggal di sini?"
"Untuk sementara waktu," balas Marisa mengantikan Elizabeth yang diam berfikir.
"Kenapa dengannya?"
"Dia baru dilamar oleh ratu, jadi perlu waktu untuk menjawabnya."
__ADS_1
"Owh."
Mariabel sepertinya tidak peduli dengan itu, dia hanya pergi ke dapur membawa minuman dan makanan dan kembali lagi ke ruang perpustakaannya.
Semua orang kagum kenapa dia bisa hidup seperti itu, namun tidak ada yang menyalahkannya semua orang adalah keluarga dan mereka bisa hidup semau mereka.
Semua makanan telah ditaruh di meja, semuanya terlihat enak dan semua orang menikmatinya tak terkecuali Pia, putrinya masih menyusu karena itu dia ditempatkan di kereta dorong yang disiapkan Naya.
Pia menangis.
"Enak sekali, aku baru pertama kali memakan makanan seenak ini."
Para pelayan yang berdiri jelas menemukan kebanggaan sendiri setelah mendengar itu.
"Sebenarnya nona Pia makan apa saat bersembunyi?" tanya Elizabeth.
"Kami hanya bisa makan buah-buahan, paling bagus ikan dan sisanya hanya biji-bijian."
"Aku akan memarahi Raider kalau begitu."
"Tidak, tidak usah, dibandingkan kami suamiku paling kesulitan."
Elizabeth tahu tentang itu, dia pasti susah payah mengeluarkan elf dari kerajaan Wisteria sementara dirinya sudah dicap sebagai pengkhianat.
"Tapi tetap saja aku akan memukulnya satu dua kali."
__ADS_1
Pia hanya tersenyum ragu dan jelas Elizabeth hanya bercanda, dia tidak seakrab itu dengan sosok yang dibicarakannya. Bukan berarti dengan Ymir akrab singkatnya keduanya hanyalah seorang kenalan.
Elizabeth hanya ingin membuat perasaan tamunya sedikit lebih baik.