
Sebuah tepuk tangan terdengar saat kemenangan dari kelompok Elizabeth bisa dikonfirmasi. Itu bukan datang dari seorang rekan melainkan musuh yang jauh lebih kuat dibandingkan Chimera, seorang High Elite Demon dan dengan senang memperkenalkan dirinya sebagai Zero.
"Sebuah kehormatan bisa membunuh benih-benih unggulan yang dimiliki manusia sebelum mereka tumbuh menjadi tunas yang mengganggu."
Zero adalah orang yang berhati-hati jika dia bertemu seseorang yang dia kira akan kuat di masa depan, ia tidak akan ragu untuk membunuhnya.
Zero meneteskan darah hitam dari ujung jarinya dan dalam sekejap lima pasukan Undead Knight muncul, masing-masing Undead memegang pedang serta bertubuh tengkorak, mereka dilapisi armor besi secara menyeluruh kecuali bagian kepalanya, dengan lambaian tangan Zero mereka menyerang serempak ke arah party Elizabeth.
Elizabeth menjatuhkan lawannya dengan mudah sebelum melesat melawan Zero.
"Jangan bercanda, aku tidak perlu melawan kroco."
"Begitu juga denganku."
"Aku."
"Tentu saja aku juga."
"Kalian."
Secara bergantian Elizabeth dan Noel memberikan tebasan terbaiknya, kemudian disusul tembakan api dari Marisa yang diselesaikan Shina dengan panah suci.
Tubuh Zero terlempar ke belakang bangunan namun dia masih berdiri dengan tubuh terlihat memulihkan diri.
__ADS_1
"Sayang sekali tapi tak akan kubiarkan beberapa manusia bisa membunuhku."
Zero meneteskan kembali darahnya dan sekarang yang dia panggil adalah tanaman raksasa menyerupai bunga dengan mulut berjeruji, setiap sulur menangkap kaki mereka dan mengangkatnya ke udara.
Elizabeth jelas tidak menyukai ini.
Sementara Shina sudah terengah-engah karena sulur telah mencoba melecehkannya.
"Tidak."
Marisa dan Noel mengalami hal sama sementara Zero tertawa.
"Haha bagaimana rasanya? Inilah ketakutan yang sesungguhnya yang bisa diterima wanita seperti kalian."
"Terima kasih Elizabeth, yang barusan benar-benar memalukan," kata Marisa.
"Seharusnya kalian bisa membebaskan diri barusan."
"Aku ingin merasakan dulu bagaimana jadi korban, bukan berarti aku punya fetish aneh atau sesuatu," balas Shina demikian sedangkan Noel dan Shina mengalihkan pandangan mereka.
"Kalian juga."
Zero mengerenyitkan alisnya kesal, dari awal seharusnya dia melangkah maju bukan hanya mengandalkan makhluk panggilannya dan sekarang banyak korban yang telah kehilangan nyawanya dengan konyol.
__ADS_1
Zero merubah dirinya seperti iblis sesungguhnya.
"Dosa kalian tak akan terampuni."
Zero melangkah maju, dia memberikan pukulan mengenai wajah Elizabeth hingga terhempas ke belakang, kemudian Noel, Marisa dan tak terkecuali Shina.
Gerakannya sangat cepat dimana mereka benar-benar tidak sempat menahannya. Sihir gravitasi mengikat tubuh Zero tapi dengan satu jentikan itu pecah.
Elizabeth mendapatkan dirinya di belakang Zero dengan pedang terayun kuat. Itu menebasnya dari bahu sayangnya pedangnya sama sekali tidak menebasnya.
"Haha hanya dengan serangan seperti ini mana mungkin bisa mengalahkanku."
Zero berbalik untuk mencengkeram leher Elizabeth.
Noel tidak membiarkan hal itu begitu saja, dia melesat maju namun Zero menyadari hal itu dan melemparkan Elizabeth ke arahnya hingga berbenturan.
"Kalian tidak apa-apa," tanya Marisa dan Shina berdiri di depan ketiganya.
"Gadis kecil tidak akan sanggup melawan iblis tingkat atas."
"Aku tidak peduli bisa atau tidak, yang jelas aku tidak akan membiarkan iblis seenaknya di tempat ini, ini adalah tempat pertama aku mendapatkan uang."
Elizabeth menepuk bahu Shina dan berkata.
__ADS_1
"Kalau saja kata uang tidak ada di dalamnya, perkataanmu akan sedikit menyentuh."