Cara Membunuh Naga

Cara Membunuh Naga
Chapter 69 : Pertarungan Naga


__ADS_3

Langkah kaki Elizabeth menggema di sepanjang dinding bebatuan.


"Elizabeth apa aku?"


"Aku sendiri yang akan membunuhnya."


"Dimengerti."


Leviathan memiliki tujuan yang sama untuk membunuh sosok naga agung itu, hanya saja dia memutuskan untuk menyerahkan semuanya pada Elizabeth dan melihat semuanya dari wujud kristal.


Di depan Elizabeth tampak seekor naga merah raksasa melihatnya dari mata bersinarnya.


"Sekarang mari selesaikan pertarungan yang dulu."


Sang naga mengetahui bahwa di depannya adalah sebuah ancaman karena itu dia dengan sigap menembakan nafas api, akibat kegilaan yang di deritan naga tersebut seutuhnya adalah hanya hewan buas yang memangsa manusia, dia tidak bisa berbicara ataupun berfikir seperti semua naga yang pernah ditemui Elizabeth, itu akan jauh lebih mudah untuk membunuhnya.


Semburan itu menutupi seluruh tubuh Elizabeth namun, baginya itu bisa ditahan melewati sihir esnya lalu melesat ke samping untuk keluar.


Dia menarik pedangnya, mengayunkannya untuk menciptakan tebasan es yang mengincar keberadaan musuhnya, sosok naga dipukul mundur dan ia meraung dengan suara nyaring sementara Elizabeth sudah melompat di atas kepalanya demi menusukan pedangnya tepat pada moncongnya.

__ADS_1


Naga mengibaskan sayapnya dan Elizabeth digiring terbang melewati Water Fall, dia di jatuhkan ke bawah hingga suara memekakkan telinga terdengar dari bunyi hantamannya.


Elizabeth berubah menjadi seekor naga putih lalu melesat dengan kecepatan tinggi, dia membenturkan tubuhnya secara brutal.


"Raauggh."


Semua orang yang melihatnya tampak tak bisa berkata apapun, bagi mereka ini pertama kalinya melihat dua ekor naga bertarung di atas langit.


Shina diam-diam menyatukan tangannya untuk mendoakan Elizabeth.


Naga merah menyemburkan nafas api begitu juga Elizabeth yang menyemburkan nafa es. Kedua serangan itu berbenturan di tengah-tengah menciptakan ledakan luar biasa.


Tanpa ampun dia menginjak wajahnya lalu membuka mulutnya untuk mengeluarkan nafas naganya, naga musuhnya memberontak membuat tubuh Elizabeth terhempas ke belakang.


Elizabeth kembali ke wujud sedia kala dengan pedang di tangannya.


"Saat itu aku tidak bisa melawanmu, bagaimana kau membunuh semua orang dan juga menghancurkan tempat tinggalku, sekarang terimalah akibatnya."


Bersama langkah kakinya Elizabeth mengayunkan pedangnya hingga kepala naga merah jatuh ke tanah dengan darah menyembur dari bekas tebasannya.

__ADS_1


Elizabeth berteriak mengeluarkan semua emosi yang telah dia pendam selama ini, bahkan saat orang-orang di dekatnya mati, dia tidak bisa melakukan itu.


Dia terduduk seolah tenaganya telah terkuras seutuhnya, Leviathan kembali ke wujud manusianya dan tubuhnya mulai sedikit demi sedikit transparan.


"Sepertinya sekarang aku benar-benar akan menghilang, jika tugasku selesai maka aku sudah bisa pergi."


"Bukannya lebih baik jika kau tinggal bersama kami," balas Elizabeth.


"Itu tawaran bagus, tapi semua orang yang kukenal sudah lama menungguku.. kalau begitu jaga dirimu dan juga titip salam untuk semuanya."


Elizabeth hanya tersenyum melihat bagaimana Leviathan melambaikan tangan ke arahnya dan seutuhnya menghilang ke udara.


Ini bukan waktunya untuk bersantai, Elizabeth memiliki tugas terakhir untuk membawa kembali orang-orang yang selamat ke guild petualang, dia mengerti hal itu.


Ciel dan semua staf guild tampak bahagia bahwa para petualang yang ditugaskan untuk menyisir Water Fall telah kembali. Walau hanya sedikit itu lebih baik dibandingkan tidak ada sama sekali.


Ciel menghela nafas lega dimana dia sangat berterima kasih pada kelompok Elizabeth namun sepertinya mereka pergi tanpa melaporkannya lebih dulu.


"Mungkin mereka akan datang besok untuk mengambil hadiahnya," katanya demikian.

__ADS_1


__ADS_2