
Elizabeth dan Marisa memiliki malam yang tenang dan nyaman untuk mereka tidur, di pagi berikutnya keduanya menghadap Virsa untuk menjawab pertanyaannya.
"Aku akan berubah menjadi naga, apapun yang terjadi aku harus membunuh naga itu."
"Aku mengerti, maka dari itu ikutlah denganku, bagaimana denganmu Kanade?"
"Aku sudah tidak ingin berurusan lagi dengan manusia ataupun keributan lain, aku pikir aku akan mengasingkan diri di pulau di selatan."
"Aku mengerti, jaga dirimu... sesekali aku akan mengunjungimu."
"Iya."
Mereka hanya bisa melihat bagaimana seekor naga hitam terbang menembus langit.
Di sebuah danau yang membeku Virsa memberikan sebuah kristal kecil pada Elizabet.
"Ini adalah inti naga, setelah inti ini masuk ke dalam tubuhmu maka inti ini akan berkembang sesuai dengan tubuhmu dan seiring waktu itu akan menjadi kekuatanmu."
Elizabeth melirik ke arah Marisa yang jauh memperhatikan bersama Glacies.
"Apa kau ragu untuk berubah jadi naga?"
"Berubah jadi naga bukan berarti aku kehilangan hidupku."
__ADS_1
Tanpa ragu Elizabeth memakannya, dalam waktu seketika rasa panas menjalar ke tubuhnya kemudian berganti dengan rasa sakit yang membuat dia kesulitan bernafas dan jatuh ke bawah.
Marisa berusaha mendekat namun dihadang oleh Virsa.
"Jangan mendekat, dia akan berubah jadi naga kemungkinan besar ia akan kehilangan kesadarannya sampai bisa mengendalikan dirinya sendiri."
"Berapa lama dia akan seperti itu?"
"Satu tahun terlebih masih ada kemungkinan ia akan kehilangan dirinya selamanya dan aku harus membunuhnya."
"Apa? Kenapa kau tidak mengatakannya padaku lebih dulu?" protes Marisa menuntut penjelasan.
"Sebenarnya aku sudah mengatakannya padanya."
"Mustahil, dia meminta untuk menyembunyikannya padaku."
"Apa-apaan ini, ini buruk... Kekuatannya sangat kuat bahkan rasanya dia setara dengan naga agung."
"Apa dia sudah kehilangan kesadarannya."
Keduanya sudah mewaspadai bahwa Elizabeth akan menyerangnya namun hal tak terduga telah terjadi seperti sebuah keajaiban, Elizabeth kembali menjadi manusia dan ia terbaring dengan wujudnya sedia kala tanpa merusak pakaiannya sedikit pun.
Virsa kehilangan kata-katanya.
__ADS_1
"Gaunnya tidak rusak sedikipun meski dia berubah jadi naga, apa gaun ini setingkat dengan pakaian yang kukenakan."
"Apa yang kau katakan? Lebih dari itu apa Elizabeth baik-baik saja?"
"Lebih dari kata baik, dia berhasil tanpa melalui latihan setahun. Dia menekan kekuatan naganya lalu mengambil alih dengan kekuatannya sendiri, apa yang ingin kukatakan dia benar-benar monster."
Keheningan terasa di antara mereka. Bagi Marisa itu bukan sesuatu yang aneh, saat dia jadi manusia dia sudah terlalu kuat bahkan di antara para petualang. Elizabeth juga mampu membunuh petualang peringkat A dengan mudahnya tak dipungkiri itu berlaku untuk peringkat S juga.
Ini mungkin era dimana dunia akan berubah dan para naga tidak akan menyerang lagi umat manusia.
Seperti yang sudah diketahui ada naga yang benar-benar ingin merusak umat manusia dan ada naga juga yang hanya dikendalikan seseorang.
Marisa memutuskan untuk membawa Elizabeth ke dalam gua, setelah tiga hari berlalu ia akhirnya membuka matanya.
"Kamu sudah bangun?" yang berkata itu adalah Virsa yang berdiri di depan gua menengok ke arah belakangnya di mana Elizabeth muncul dan berdiri di sampingnya.
"Marisa?"
"Ia pergi untuk mencari makanan bersama putriku, hmmm... aku sedikit cemburu padanya tapi apa boleh buat dan Glacies nama yang kurang pas untuknya jadi aku ingin mencoba mengganti namanya."
Elizabeth tidak peduli dengan hal itu lalu melanjutkan.
"Bagaimana soal latihanku?"
__ADS_1
"Kurasa itu sudah tidak diperlukan lagi, selamat... kau sudah menjadi seekor naga."
Elizabeth memeriksa tubuhnya memastikan bahwa tanduk serta ekor muncul di tubuhnya namun tidak ada apapun di sana.