
Setelah mendengar penjelasan Marisa, Kanade sedikit bersimpati padanya.
"Jadi begitu, aku jadi tidak bisa menyalahkannya tapi jelas aku tidak tahu bahwa naga itu melakukannya atas kemauan sendiri atau tidak, yang jelas fakta bagaimana dia telah membunuh banyak manusia tidak bisa dibantah lagi, kurasa tidak masalah mengajari bagaimana cara membunuh naga."
"Apa kamu yakin?"
"Iya, aku pikir dia tidak akan membunuh sembarangan."
Obrolan itu selesai saat mereka selesai memakan ubi bakar. Demi mengajari Elizabeth, Kanade mengajak mereka ke gunung utara di mana ketika mencapai puncaknya sensasi dingin tak terelakan lagi. Salju turun di sini namun masih dalam intensitas rendah.
Hanya Marisa yang mengenakan mantel hangat untuk berjalan.
"Kau memiliki sihir es karena itu akan lebih baik jika kau belajar dengan guru yang tepat, akhirnya kita sampai?"
Di atas gunung mereka bisa melihat seekor naga mirip Glacies yang meringkuk tidur, mencium aroma manusia dia membuka matanya dan melihat bagaimana mereka telah berdiri di depannya.
"Bukannya dia mirip dengan Glacies."
Elizabeth juga berfikiran sama bahkan jika naga di depannya mengaku bahwa dia ibunya jelas tidak akan ada perkataan keberatan.
"Kalian semua, bukannya itu putriku... kenapa kalian membawanya?"
"Dia sepertinya marah."
__ADS_1
"Hentikan Virsa, kau salah paham mereka tidak mencuri telurmu... mereka hanya menemukannya dan merawatnya."
"Kau naga hitam."
"Um... kami akan menjelaskannya bisakah kau berubah kebentuk manusia dan mari mengobrol di gua di sana."
"Jika kau mengatakannya maka aku tidak keberatan."
Naga putih tersebut mulai mengecil dan berubah menjadi seorang wanita dengan gaun putih dengan rambut berwarna sama.
"Jelaskan semuanya."
Marisa adalah orang yang paling membutuhkan udara hangat dia menggunakan sihir dan menciptakan bola api di tangannya.
"Apa kau mau memeluk Glacies?"
Glacies secara naluriah memeluk ibunya.
"Apa kau yakin mereka keluarga?" tanya Elizabeth.
"Jangan khawatir kami bisa mengenali bau dari naga lainnya, inilah insting kami sesungguhnya. Singkatnya kami tidak akan lupa soal keluarga meski tidak melihat sampai ratusan tahun."
Elizabeth berpikir mungkin saja naga yang dipekerjakan oleh kerajaan bisa kembali ke rumah mereka masing-masing, awalnya Elizabeth sedikit marah tapi dia juga tidak bisa begitu saja mengabaikan soal orang yang mengendalikan mereka.
__ADS_1
Marisa tampak akan menangis.
"Apa ini artinya aku akan kehilangan Glacies?"
"Dari awal dia anak orang."
"Tapi dia putriku."
"Aku akan Carikan hewan lain sebagai penggantinya, seperti tikus."
"Kejamnya."
Mereka kemudian mulai membahas ke topik sesungguhnya, naga bisa dikalahkan oleh naga tapi bukan berarti kekuatan naga tidak bisa dimiliki seutuhnya oleh manusia.
Alih-alih menggunakan naga sebagai tunggangan Elizabeth ditawarkan sihir sesungguhnya.
"Kau akan berubah jadi naga."
Mendengar itu Elizabeth jelas sedikit terkejut, dia membenci naga dan sekarang harus berubah menjadi naga.
Berbeda dari Dragon Slayer milik kerajaan dia benar-benar akan menjadi seperti itu.
"Tak masalah, kau masih bisa menikah dengan manusia hanya saja rasmu saja yang akan berubah... aku salah satu naga Agung jadi aku sanggup melakukannya, aku akan memberikanmu waktu untuk memikirkannya, jika kau sudah memutuskannya aku akan mengajarimu dengan sungguh-sungguh, anggap saja ini rasa terima kasihku karena sudah merawat putriku."
__ADS_1
Marisa masih menangis karena kehilangan putrinya jadi dia tidak ikut pembicaraan.
"Aku mengerti, setelah beristirahat aku akan memberikan jawabannya besok pagi."