Cara Membunuh Naga

Cara Membunuh Naga
Chapter 40 : Desa Apel


__ADS_3

Di sepanjang perjalanan mereka yang terlihat hanyalah pemandangan pohon apel, di depan desa, Elizabeth merubah dirinya ke bentuk manusia lalu mengikuti semuanya dari belakang.


Tak perlu waktu yang lama untuk membuat kegemparan di tempat ini, kemunculan ratu yang mendadak membuat semua orang berkerumun untuk menyapanya.


"Halo semuanya."


"Ya mulia ratu mengunjungi kita, berkat anda desa kami semakin maju."


"Itu bukan apa-apa, aku ingin membeli beberapa olahan apel kalian."


"Anda tidak perlu membeli, kami akan berikan gratis sebanyak yang anda inginkan."


"Benarkah."


"Sekarang semuanya buat pesta penyambutan."


"Ooh."


"Kalian terlalu berlebihan."


Dia ratu yang dicintai rakyatnya, pikir Elizabeth dalam hati.


"Leviathan kau tidak ingin keluar dengan wujudmu, aku tidak masalah."


"Kalau begitu aku menerima tawarannya, sebagai gadis aku tidak bisa menolak makanan manis."


Leviathan turut ambil dalam kemeriahan di desa ini.

__ADS_1


Elizabeth duduk di kursi selagi menikmati jus apel, musik di perdengarkan dan seluruh anggotanya sedang menari sekarang.


Ini desa yang menyenangkan, Elizabeth berfikir mungkinkah jika tempat tinggalnya masih ada. Apa ia akan mengalami hal sama saat itu.


Elizabeth segera membuang pikiran tersebut, dia sudah memilih kehidupan baru yang menyenangkan dan memilih untuk tidak terjebak dengan masa lalu.


Setelah menari seluruh kelompok Elizabeth memakan pai apel yang dilumuri sirop apel juga, desa ini memang surga makanan manis, tak lama seorang penjaga yang bertugas melindungi desa berlari menerobos dalam kerumunan selagi berteriak.


"Para monster muncul, mereka berusaha menerobos desa."


"Karena kebetulan kita di sini maka kami yang akan kalahkan."


"Yang dikatakan Marisa benar, aku sudah lama tidak menguji kekuatanku," tambah Shina.


Elizabeth pikir ini waktunya untuk melihat bagaimana mereka menggunakan Grimore.


Di depan desa semua orang telah siap menunggu, Elizabeth hanya akan menonton dengan Leviathan yang kembali ke bentuk kristal bulan.


Shina mengeluarkan Grimore miliknya dan seketika lingkaran suci bermunculan di atasnya yang mana melesatkan panah cahaya yang menembus monster yang mendekat.


Selanjutnya adalah Marisa, sebelumya dia hanya pandai menggunakan sihir api tapi sekarang dia ahli dalam berbagai hal seperti menggunakan sihir angin, petir, air dan juga sihir tanah. Kekuatannya luar biasa dan mampu meledakan setengah tubuh musuh.


Di sisi lain Noel yang mengikatkan Grimore pada pedangnya melesat dengan cepat, dia bergerak seperti sebuah angin yang mampu memotong apapun.


Pemandangan itu menjadi daya tarik untuk penduduk desa, monster yang selalu datang pada musim panen bisa diatasi dengan mudahnya.


"Sebaiknya kau menunjukkan kemampuanmu juga?" bisik Elizabeth pada Venuzuela.

__ADS_1


"Aku ratu jadi tidak bertarung."


"Kau hanya pandai reproduksi."


"Aku masih perawan."


Itu berita yang mengejutkan.


Setelah menghabisi banyak monster mereka melanjutkan perjalanan dan sampai di ibukota sebelum matahari tenggelam.


Di sana para pelayan kerajaan menyambut mereka hangat, para komandan masih disibukkan dengan pekerjaan mereka jadi hanya mereka yang ada.


"Kalau begitu tolong siapkan makan malam dan antar tamu-tamu kita ke ruangan VIP."


"Saya mengerti."


"Aku juga perlu mandi dan mengganti pakaianku, mari bertemu lagi saat makan malam."


Mereka mengangguk mengiyakan meski begitu pada akhirnya mereka di kamar mandi yang sama.


"Punya Marisa cukup besar, uwaah lembut sekali."


"Tolong jangan menyentuh dadaku ratu."


"Tak masalah kita sesama wanita, hanya saja."


Semua orang mengalihkan pandangan ke arah Elizabeth yang cuek.

__ADS_1


"Kenapa orang sepertinya punya melon sebesar itu?"


"Kami juga terkadang memikirkan hal sama."


__ADS_2