
Gerbang di buka dan mereka masuk untuk memperhatikan bagian dalam dari tempat tersebut, seperti namanya ini jelas sebuah perpustakaan yang megah dimana di raknya berderet bermacam buku yang disusun rapih menjulang tinggi berbentuk spiral.
Buku-buku itu ditulis dalam bahasa kuno dan perlu waktu hanya untuk menerjemahkan setiap lembarnya.
"Apa semua ini Grimore?" pertanyaan Shina dibalas dengan gelengan kepala Marisa.
"Hanya buku-buku biasa."
Tak lama sebuah suara menghentikan mereka semua.
"Sudah lama aku tidak kedatangan tamu aku menjadi senang rasanya."
"Siapa?"
"Namaku Mariabel penjaga perpustakaan ini, jika kalian ingin membaca silahkan tapi setiap buku disini tidak boleh dibawa keluar."
Mariabel adalah seorang gadis mengenakan kerudung merah, ia memiliki wajah cantik dengan rambut pirang blonde dan terkesan seperti seorang tokoh yang keluar dari sebuah buku itu sendiri.
Marisa membalas.
"Kami ingin Grimore yang bisa membuat kami menjadi kuat."
Dia berfikir bahwa Shina juga memerlukan Grimore tersebut, untuk Elizabeth dan Noel nyaris tidak membutuhkannya.
"Jika kau menginginkannya kalian harus melewati ujiannya dulu, silahkan ikuti aku."
Semua orang mengikuti apa yang dikatakan Mariabel, mereka masuk ke dalam pintu dan di sana tidak ada apapun kecuali ruangan putih.
"Ini?"
"Jangan khawatir tempat ini berada di dimensi lain, seberapa ratus tahun berlalu ketika kita keluar itu hanya menjadi beberapa menit."
Ini semacam ruang latihan namun Mariabel jelas menggunakannya secara berbeda.
"Jika kalian ingin mendapatkan Grimore kalian harus mengalahkanku."
"Kuterima tantanganmu," ucap Elizabeth melesat maju. Dia mengirim tebasan tanpa ragu yang mana ditahan Mariabel.
__ADS_1
"Kau bisa menahannya."
"Kekuatan yang luar biasa.
"Kita juga."
"Um."
Atas perkataan Noel, Shina dan Marisa sudah siap di posisi. Mariabel mendorong Elizabeth menjauh untuk memblokir serangan Noel kemudian menendang perutnya hingga meluncur jauh.
Elizabeth bergerak melewati momen tersebut, untuk mengirimkan bilah pedangnya. Dan di saat yang sama Marisa telah menciptakan bola api raksasa.
"Kalian jelas ahli dalam bertarung."
Mariabel melompat dan kini berdiri di atas pedang Elizabeth dengan mudah. Dia menendang wajahnya hingga terlempar dan bola api dilesatkan kepadanya.
"Anti Magic."
Bola api dihilangkan dalam sekejap, untuk serangan Shina dia melesatkan panah cahaya, seperti sebelumnya Mariabel melenyapkannya seolah itu memang bukan. apa-apa untuknya.
Sebagai serangan balasan, Mariabel melesat maju, Elizabeth dan Noel menghadang dan terbang ke udara secara bersamaan.
"A-apa, gak."
Dengan atau pukulan di perut menerbangkan Marisa jauh, Shina melompat untuk mengirim serangan debuf sayangnya dia juga bernasib sama setelah menerima pukulan.
"Dia sangat kuat Elizabeth?" kata Noel.
"Kupikir ada sebuah trik yang dia gunakan untuk melawan kita."
"Trik."
Mendengar itu Mariabel tertawa.
"Kau seperti yakin tetang itu."
"Tentu saja, saat kau menghilangkan sihir Marisa dan Shina tanganmu dimasukan ke dalam saku bukan."
__ADS_1
"Kau sangat teliti."
Mariabel mengeluarkan sesuatu dari sana yaitu sebuah buku kecil.
"Ini adalah Grimore, Grimore ini menghilangkan sihir apapun dengan mudah, karena kalian sudah tahu bukan berarti kalian bisa mengalahkanku."
Marisa berhasil menangkap Mariabel dari belakang.
"Apa?"
"Aku menggunakan sihir bersembunyi."
"Apa yang akan kau lakukan padaku?"
"Fufu sekarang rasakan kekuatanku."
"Jangan bilang, hentikan aahhn... ya."
Kekuatan yang ditakuti wanita adalah saat mereka dilecehkan.
"Fuah, aku menyerah."
"Kita belum melewati bagian bagusnya."
"Dimana kamu menyentuh, tidak."
"Kita sesama wanita jadi tidak masalah."
"Benar-benar serangan yang kejam," ucap Noel sementara Elizabeth menghela nafas panjang.
"Apa kau barusan menahan diri, kau tidak menggunakan sihirmu?"
"Bisa dianggap begitu."
Shina menatap dengan pandangan bersinar.
"Aku juga ingin mencobanya."
__ADS_1
"Kalian ini Orc kah."