Cara Membunuh Naga

Cara Membunuh Naga
Chapter 70 : Serangan Akhir Ke Wisteria


__ADS_3

Setelah banyak hal terjadi, kota Elf telah diselesaikan baik oleh Ymir bersama pekerjanya, dia memasang wajah sombong selagi memamerkan kerja kerasnya terhadap anggota party Elizabeth yang datang bersama Pia yang menggendong bayi di tangannya.


"Bagaimana hebat bukan?"


Elizabeth benci jika harus memuji kinerjanya meski demikian Shina melakukannya sebagai perwakilan.


"Indah sekali, sesuai yang diharapkan dari Nona Ymir Anda sangat berpengalaman."


"Benar kan."


Dia melanjutkan.


"Semua Elf telah mendapatkan rumahnya, dan untuk nona Pia aku membuat sarang cinta baru untukmu."


"Kenapa kau mengatakan sarang cinta."


"Tak apa kan."


Semua orang memang sedikit suka menjahili sosok Pia yang lugu dan polos, mulai sekarang dia salah satu bangsawan yang mengelola kota ini karena itulah dia akan menjadi orang yang memiliki peran penting untuk membangunnya.


Elizabeth dan anggotanya saling mengangguk mengiyakan yang mana menjadi bukti bahwa mereka harus segera pergi.


"Kalian mau pergi? Bukannya kalian harus tinggal sebentar."


"Kami harus segera pergi ke Wisteria untuk membantu pasukan di depan, kurasa akan baik-baik saja sampai kami kembali."

__ADS_1


"Iya."


Pia membungkuk ke arah party Elizabeth, ini sudah sering dia lakukan berulang kali.


"Terima kasih banyak, aku belajar banyak hal saat tinggal bersama kalian."


"Tidak usah dipikirkan, sampai nanti," balas Elizabeth sebelum berubah menjadi seekor naga lalu membawa semua orang terbang di punggungnya.


"Aku ingin semua ini cepat selesai dan bisa kembali lagi ke kota," perkataan Marisa sama dengan keinginan semua orang, sejak kelompok ini terbentuk masalah cepat sekali datang, akan lebih baik jika semua orang bisa bersantai bersama.


Mereka mendarat masuk ke dalam hutan dan di sana kamp pasukan Leonardo dan Raider telah menunggu.


"Kalian sudah tiba," ucap Leonardo yang mendapatkan anggukan kecil.


Mereka saling bertukar informasi walaupun sejujurnya Raiderlah yang paling ingin tahu keadaan istrinya, ketika dia mendengar semuanya dia berterima kasih pada Elizabeth selagi menarik nafas lega.


Di sisi lain Elizabeth lebih fokus pada informasi yang diberikan Leonardo, dikatakan bahwa beberapa manusia malah mendukung iblis dan sekarang mereka menjaga luar benteng ibukota Wisteria.


Ini berubah menjadi sesuatu yang merepotkan.


Siang hari mereka memutuskan untuk menyerang dan dari sana akan menentukan semuanya dimana pasukan akan dibuat menjadi tiga gelombang.


Gelombang pertama untuk menahan serangan panah, gelombang dua untuk menjebol gerbang dan gelombang tiga akan menerobos maju.


Paling tidak itu yang dipikirkan Leonardo tapi Elizabeth menolaknya mentah-mentah.

__ADS_1


"Kita tak perlu mengobarkan banyak prajurit, kelompokku akan menjatuhkan pemanah kemudian membuka gerbang agar kalian bisa masuk.


"Bukannya itu berbahaya."


"Daripada siapapun, kami lebih yakin dengan kemampuan kami sendiri."


Semua orang mengangguk atas pernyataan Elizabeth, sejam sebelum penyerangan kelompoknya sudah lebih dulu bergerak.


Marisa merapalkan sihir khusus untuk membuat mereka tak terlihat, dalam bentuk naga Elizabeth menurunkan Shina, Noel dan juga Marisa tanpa sepengetahuan musuh sebelum dirinya kembali sedia kala.


Saat efek sihirnya habis semua musuh terkejut dengan sosok mereka yang tiba-tiba berada di sana, tentu semuanya sudah terlambat, mereka dijatuhkan dengan mudah.


"Sial, guakh."


"Dari mana sebenarnya mereka muncul, serang semuanya."


Noel berlari selagi menangkis panah yang mengincarnya, Shina dan Marisa juga mengerjakan tugas sebaik yang mereka bisa lakukan, sementara itu Elizabeth telah membuka gerbang dan pasukan yang dipimpin oleh Leonardo dan Raider berlari memasuki ibukota.


"Demi kerajaan Tarnes, serang."


"Serang."


"Demi ratu cantik kita."


"Hoh, aku suka dadanya yang besar."

__ADS_1


"Aku juga tapi tidak sebesar nona Elizabeth."


Teriakan semangat mulai terdengar walaupun dari sana ada beberapa yang menyemangati dirinya dengan perkataan aneh.


__ADS_2