Cara Membunuh Naga

Cara Membunuh Naga
Chapter 60 : Menuju Blue Ocean


__ADS_3

Mereka akhirnya telah sampai di pelabuhan di mana dari sini mereka harus menyewa kapal untuk berlayar.


Untuk kereta kuda mereka, mereka bisa menitipkannya di penampungan dengan harga 5 koin emas sebagai uang muka dan dari sana mereka harus membayar sisanya seberapa lama mereka pergi.


Noel kembali lagi melihat tangannya yang sebelumnya patah.


"Tanganku benar-benar sembuh."


"Sihir suci Elsa lebih hebat dibandingkan siapapun, dia bisa menyambungkan tangan yang terpotong juga," ucap Shina menunjukkan perbedaan kekuatan jauh darinya.


Apapun itu semua orang bersyukur bahwa bisa sembuh sedia kala, melawan iblis tingkat atas membuat mereka mengerti seberapa kuatnya mereka.


Mereka bertemu dengan seorang pria yang mau menyewakan kapalnya untuk pergi ke Blue Ocean. Elizabeth berfikir akan lebih baik jika penamaannya disebut dengan Ocean Blue tapi itu adalah nama yang sudah diputuskan sejak lama.


"Yo, kalian sudah datang, mau minum bir?"


Kecuali Noel dan Elizabeth sisanya meminumnya di meja yang sama dengan pria yang terlihat seperti bajak laut bernama Jack.


Ini sebuah bar yang diisi banyak pria mencurigakan dan pelayan-pelayan yang sexy.


"Aku memang menyewakan kapal ke kalian tapi kalian tahu bahwa itu tempat berbahaya untuk didatangi."

__ADS_1


"Jadi apa persyaratannya?" Elizabeth bertanya tepat pada intinya.


"Kudengar di sana banyak kapal yang pernah tenggelam, aku ingin kalian juga membantuku."


"Jika demikian kami tidak perlu membayar untuk uang sewanya."


"Tentu saja, bahkan aku tidak keberatan untuk membaginya sedikit pada kalian... aku yakin orang yang pergi ke Blue Ocean bukan orang sembarangan, dan aku yakin juga kalian bisa mengalahkan para monster laut."


Ini jelas kesepakatan yang tidak bisa mereka tolak, fakta tidak ada yang mau pergi ke sana juga sudah buruk mungkin dari sekian pemilik kapal Jack lah yang mau melakukannya walaupun dia juga memiliki alasannya sendiri.


Elizabeth dan Jack sepakat dengan saling berjabat tangan dan mereka akan pergi keesokan paginya.


"Kalian semua cepat bentangkan layar dan siap berangkat."


"Okay."


Elizabeth bersandar selagi mengalihkan pandangan ke depan, aroma laut berhembus memenuhi sekelilingnya bersamaan burung camar yang terbang di sebelahnya.


Marisa, Shina, dan juga Noel tampak menikmatinya juga dengan melakukan hal seperti membentangkan tangan di depan kapal.


Elizabeth sudah mendengar keseluruhan tentang perjalanan ini dan itu bukan sesuatu yang mudah, terlebih saat harus berhadapan dengan makhluk yang disebut Kraken, Kraken adalah gurita raksasa yang senang menenggelamkan kapal dan hasil kapal itu yang akan diambil Jack dan kru-nya. Singkatnya kelompok Elizabeth diminta untuk mengalahkan makhluk itu.

__ADS_1


"Cukup merepotkan," gumam Elizabeth demikian, untuk para monster kecil meriam sudah cukup untuk membereskannya.


Mereka menikmati perbekalan dan tidur dengan nyaman, tiga hari dua malam sebelum akhirnya mereka sampai ke tempat tujuan.


Angin berhembus lebih kencang serta sebuah pusaran air tampak muncul secara mendadak, Jack menyeringai selagi mengatur agar kapal tidak terhisap ke dalamnya.


"Dia datang, semuanya bersiap."


Pusaran berhenti dan dalam sekejap delapan tentakel menyeruak keluar dari air lalu mengepung kapal dari segala arah. Para kru mulai melukainya termasuk kelompok Elizabeth.


"Inferno."


Api dari sihir Marisa membakarnya namun sebagai balasan guncangan hebat terjadi setelahnya.


"Sial, dia akan meremukkan kapal ini," teriak Jack.


Elizabeth memutuskan untuk melompat ke dalam laut.


"Oi apa yang kau lakukan?" teriak kembali Jack.


"Tenang saja Elizabeth tahu apa yang ingin dia lakukan," potong Shina demikian.

__ADS_1


__ADS_2