Cara Membunuh Naga

Cara Membunuh Naga
Chapter 30 : Dalang Dari Insiden Ibukota


__ADS_3

Noel ke sana kemari demi membantu banyak orang di sekitarnya, dia mempertemukan anak kecil dengan ibunya, membawa belanjaan nenek tua dan bahkan memberikan saran pada para petualang baru.


Sosoknya jelas lebih bersinar dari seorang yang disebut pahlawan, Elizabeth memperhatikan semua itu selagi menggigit apel di tangannya.


"Pulang saja."


Saat dia memutuskan untuk mengambil jalan sedikit lebih sepi wajahnya memucat, di sana Ciel yang mengenakan gaun imut menengadah padanya.


"Seharusnya aku tidak lewat sini, selamat tinggal."


"Berhenti, apa yang sedang kau pikirkan?"


"Kau pasti sedang menunggu pacarmu bukan."


"Kau salah paham, aku sedang menyamar untuk menyelidiki pembunuhan di kota."


"Jangan bilang orang-orang itu."


"Iya, terjadi beberapa pembunuhan di luar kota sepertinya mereka tahu bahwa tuan Leonardo datang kemari dan sekarang mereka pasti mencoba untuk masuk."


"Mereka sudah main-main dengan nyawa."


Ciel menyandarkan diri ke tembok.


"Tuan Leonardo mengatakan bahwa ada orang yang menghasut mereka untuk melakukan ini semua, namun tetap saja mereka melakukan cara curang untuk mendapatkan kemenangan pertempuran."


"Jika begitu, pihak ke tiga itu ada kemungkinan orang yang mengendalikan para naga juga."


"Apa maksudmu?"


"Ada beberapa naga yang menyerang kota karena sedang dikendalikan."


Ciel memegangi bahu Elizabeth.

__ADS_1


"Kenapa kau baru mengatakannya, ini berita penting."


"Aku belum yakin 100 persen."


"Tetap saja lain kali kau harus mengatakannya meski sekecil mungkin."


"Lain kali aku akan berhati-hati."


"Itu bagus, sebagai hukuman hari ini kau akan menemaniku."


"Karena tidak sibuk aku tidak keberatan."


Ciel merasa bersyukur bahwa Elizabeth mau ikut dengannya, dia petualang atas jika ada hal yang tidak diinginkan ia menjadi orang yang sangat bisa diandalkan.


Ketika malam menjelang mereka tidak menemukan apapun, di samping kotanya yang luas sulit untuk melihat semua orang sekaligus.


Elizabeth menemukan cara yang lebih mudah.


"Mari lihat dari atas."


"Tidak."


Sepasang sayap muncul di punggung Elizabeth.


"Eh? A-apa, bukannya itu sayap naga?"


"Sebenarnya."


"Uwah... kau menyimpan banyak rahasia padaku, terlebih kau berubah jadi naga."


"Itu bukan sesuatu yang istimewa."


"Tidak mungkin, jika orang lain tahu bukan hal aneh semuanya akan menangkapmu."

__ADS_1


"Karena itulah tolong rahasiakan ini, sampai konflik manusia dan naga bisa selesai."


"Aku mengerti."


Elizabeth membawa Ciel ke atas kota dan dari sana mereka bisa dengan jelas setiap orang berjalan di bawah lampu.


"Di sana, ada orang yang mencurigakan."


Elizabeth bisa melihat beberapa orang berjubah hitam berlari di sekitar gang. Tanpa menunggu, Elizabeth menjatuhkan Ciel dan dengan pukulannya Ciel menghancurkan salah satunya sementara yang lain mulai melarikan diri alih-alih membalas.


"Mereka mengabaikan kita untuk membunuh petualang."


"Lihat ini Elizabeth kurasa mereka bukan manusia."


Elizabeth melihat sebuah kepala yang diangkat oleh tangan Ciel dan itu terbuat dari besi termasuk badannya.


"Mereka hanya boneka, Ciel kau urus mereka aku akan mencari siapa pelakunya."


"Dimengerti."


Elizabeth naik kembali ke atas langit, penciuman serta pandangannya setingkat naga jika ia sedikit berkosentrasi itu bukan hal sulit untuk menemukannya.


"Jadi kau di sana."


Dia melesat dengan kecepatan tinggi, menukik tepat di antara pepohonan dan menerbangkan sekelilingnya dengan mudah.


Seorang pria dengan jubah hitam berbalik pada Elizabeth yang sudah menarik pedangnya.


"Jadi kau dalangnya."


"Ya ampun, ternyata kota ini lebih sulit disusupi dibandingkan ibukota."


Pria itu membuka jubahnya dan menampilkan telinga runcing serta rambut pirang panjang.

__ADS_1


"Bukannya kau Elf, jadi kau juga dalang yang mencoba mencuri telur dari ibukota."


"Haha, benar sekali manusia, tak kusangka aku bisa ketahuan dengan cepat."


__ADS_2