Cara Membunuh Naga

Cara Membunuh Naga
Chapter 35 : Kembali Ke Kota


__ADS_3

Semua orang makan dengan senang sebelum beristirahat dan kembali berlatih di dalam ruangan, saat seperti ini Elizabeth memilih untuk keluar perpustakaan dengan pancingan di tangannya, Mariabel juga melakukan hal sama.


Bagi keduanya ini semacam liburan.


"Apa yang bisa kita pancing di dalam pasir ini?" tanya Elizabeth.


"Tentu saja ikan pasir, mereka cukup enak saat kita olah jadi makanan aku sering melakukannya untuk menghilangkan kejenuhan."


"Kalau begitu kau yang memimpin."


"Oke."


Mariabel pergi sedikit jauh dari perpustakaan yang mana itu adalah batasnya, jika dia bergerak lebih jauh dari sana maka dirinya akan tertarik kembali ke dalam perpustakaan, di atas batu itu mereka menggunakan umpan dari daging kepiting kemudian melemparkannya ke dalam pasir.


Awalnya itu terlihat meragukan tapi dalam beberapa saat sesuatu menarik kail pancing Elizabeth.


Dia menarik dan seekor ikan sebesar kepalan tangan didapat dengan mudah.


"Aku dapat ikan."


"Sudah kubilang kan kita bisa memancing di atas pasir."


"Memang mengagumkan."


Giliran Mariabel yang umpannya dimakan dan seiring waktu mereka secara bergantian mengisi ember masing-masing.


"Setelah ini apa yang akan kau lakukan Elizabeth?"


"Aku tetap akan jadi petualang, tapi saat kembali aku dan yang lainnya akan membeli Mansion mewah."


"Itu pasti menyenangkan."


"Bagaimana denganmu?"

__ADS_1


"Aku belum punya tujuan, paling tidak aku ingin segera pergi dari sini."


"Kalau kau tidak keberatan, apa kau mau tinggal bersama kami?"


"Eh, bolehkah?"


"Tentu saja, kurasa yang lainnya juga tidak keberatan."


"Terima kasih banyak, entah kenapa aku sangat senang," katanya selagi menyeka air mata di wajahnya.


Elizabeth berfikir mungkin selama ini Mariabel sudah menunggu datangnya hari ini.


Tiga hari berlalu ketiga orang yang berlatih mulai menunjukkan peningkatan mereka menggunakan sihir luar biasa termasuk meningkatkan tebasan Noel.


"Itu cukup bagus, kurasa sudah waktunya kita kembali."


"Kalau kita kembali bagaimana Mariabel?" tanya Marisa.


"Kenapa kau tidak mengatakannya sejak awal, aku khawatir padanya."


"Aku ingin menjadikannya sebuah kejutan."


Mariabel memasukan seluruh perpustakaan terlarang ke dalam buku sebelum naik ke punggung Elizabeth yang telah berubah menjadi seekor naga.


"Kalau begitu kita berangkat."


Di dalam guild mereka menukarkan kepiting yang mereka dapatkan dengan banyak koin emas, sebelum akhirnya membeli sebuah Mansion di pinggir kota.


Rumahnya besar perkarangannya juga sangat luas.


Marisa, Mariabel dan Shina menatap dengan mata berbinar, untuk Noel tersenyum ragu.


Mereka jadi kembar tiga dalam segi karakter.

__ADS_1


"Pilihlah kamar yang kalian suka."


"Saatnya untuk menjelajah."


"Aku siap."


"Tunggu sebentar, aku akan menggunakan Grimore ini, paling tidak kita perlu beberapa pekerja untuk merawat tempat ini"


"Aku juga sedikit penasaran untuk itu."


Elizabeth tidak ingin menjelaskan lagi nanti, jadi dia ingin membuat semua orang melihatnya secara langsung.


"Mari keluarkan sepuluh dari mereka."


Dengan membuka buku dan sedikit membaca mantra-mantra 10 iblis wanita muncul dalam balutan pakaian pelayan, salah satunya memberikan hormat yang diikuti yang lainnya yang ada di belakang.


"Namaku Naya, siap melayani Nona Elizabeth."


Naya memiliki telinga runcing dengan rambut pendek hitam, dia akan menjadi pemimpin pelayan di rumah ini.


Selain itu kekuatannya adalah yang paling kuat.


"Mulai sekarang kalian akan bertugas untuk mengurusi bagian rumah tangga, tolong bekerjalah dengan baik."


"Saya mengerti, permintaan nona adalah perintah bagi kami."


"Auranya cukup kuat," bisik Marisa.


"Semakin kuat yang memegang bukunya maka makin kuat juga iblis yang dipanggil," balas Mariabel demikian.


Jika Elizabeth yang memegangnya bukan hal aneh dia bisa menjadi raja iblis untuk menaklukan dunia.


Marisa bisa dengan jelas membayangkannya.

__ADS_1


__ADS_2