
Zero melangkah maju dengan sebuah pukulan, walau kalah jumlah sebagai iblis tingkat atas dia sama sekali tidak gentar.
Ia menangkap pedang Noel kemudian melemparkannya menabrak deretan rumah, di saat yang sama Elizabeth memberikan tebasan es yang menyeruak padanya, tebasan itu sangat berbahaya bahkan bagi Zero pun itu sulit diatasi kecuali dia menghindar.
Lingkaran sihir cahaya dan api telah bermunculan di atas kepalanya lalu hancur menjadi serpihan debu bersinar.
"Sihir kami tidak berguna," ucap Marisa yang dijawab Elizabeth.
"Bukan tidak berguna hanya saja, lingkaran sihir kalian perlu tiga detik untuk diaktifkan sementara Zero mampu menghancurkannya 2 detik lebih cepat... dengan kata lain."
"Kami hanya harus menggunakan sihir dalam satu detik."
Elizabeth memberi anggukan sebagai balasan, dengan insting naga yang dimilikinya, paling tidak dia bisa menganalisa kekuatan lawan lebih cepat dari manusia,
Marisa dan Shina saling menatap sesaat dan akhirnya memutuskan untuk menggunakan sihir cepat, walau tak sekuat sihir lainnya paling tidak itu tidak akan mudah digagalkan.
"Fire Bolt "
"Holy Magic."
Bola api dan bola cahaya ditembakan dari tongkat keduanya, masing-masing mengenai tubuh Zero secara langsung, itu cukup memberikannya luka sakit yang membuatnya terganggu.
Elizabeth meluncur keluar dari kepulan asap yang mana ujung pedangnya dengan cepat menikam jantungnya.
Zero menyeringai layaknya iblis.
"Sayang sekali, tapi jantungku bisa berpindah tempat di manapun aku inginkan."
__ADS_1
"Guakh."
Elizabeth tidak sempat menghindar hingga tangan Zero menembus perutnya lalu dia dilempar menembus bangunan.
Shina buru-buru menghampirinya untuk memberikan sihir penyembuhan serta menyingkirkan puing-puing yang menimpanya.
"Elizabeth," kata Noel maju dengan pedangnya, lewat pedangnya dia memotong-motong seluruh badan Zero namun jantung hitam milik Zero bisa bergerak dengan cepat dan sekarang tampak melayang di udara, jantung itu memiliki mata serta mulut berjeruji.
Jantung itu mengeluarkan sinar kegelapan kemudian seluruh tubuhnya menyatu kembali sedia kala.
"Sedikit lagi," ucap frustasi Noel.
Noel mengirimkan tangannya namun tangannya dipelintir hingga patah kemudian ditendang dengan kekuatan luar biasa hingga darah menyembur dari mulutnya. Dengan pertarungan Noel, Marisa telah menciptakan lima lingkaran sihir paralel, sebelum Zero menghilangkan sihir tersebut api lebih dulu mengarah padanya.
Beberapa pasukan Iblis tiba-tiba muncul di depannya lalu mengobarkan dirinya sebagai tembok, kecuali Zero mereka hangus terbakar.
Marisa berusaha mengaktifkan kembali sihirnya sayangnya Zero sudah berada di depannya memberikan satu pukulan di perut hingga tubuhnya naik ke udara kemudian disusul tendangan setengah putaran. Akibat serangan kuat tersebut Marisa terbatuk-batuk dan darah tak henti keluar dari mulutnya.
"Kau penyihir yang kuat sayangnya kau salah memilih lawan."
Suara seseorang memotong.
"Mati kau!"
Noel menyergap dari belakang, tangan kanannya patah karena itu dia menggunakan tangan kiri, Grimore miliknya bercahaya yang mana menyelubungi pedangnya juga.
Jika musuh biasa dia pasti akan memenggal kepalanya sayangnya lawannya iblis, jika tidak bisa menghancurkan jantung iblis dia akan terus beregenerasi.
__ADS_1
Zero mengorbankan tangannya hingga terpotong ke udara, dengan kakinya dia masih melawan dimana dia menendang tubuh Noel dari samping hingga beberapa kali.
Meski jatuh Noel terus bangkit untuk melawannya, di sisi lain Elizabeth terduduk selagi memegangi lukanya. Dibandingkan meminta Shina menyembuhkannya dia menyuruh Shina untuk melakukan satu hal yaitu menghancurkan jantung iblis.
Shina menciptakan busur cahaya dari tongkatnya dan memunculkan panah diantara jari telunjuk dan ibu jari.
Elizabeth bangkit.
"Aku dan Noel akan menghancurkan tubuhnya, saat jantungnya terlihat langsung tembak."
"Aku mengerti."
Shina hanya memiliki satu kesempatan karenanya dia tidak bisa gagal atau semua orang akan mati.
Elizabeth membantu penggerakan Noel dengan mendorongnya ke depan bersama dirinya sendiri.
"Kalian tidak pernah mengenal kata menyerah, sekarang matilah manusia."
Dua tangan Zero terputus kembali.
"Apa?"
Noel roboh ke tanah dan tebasan Elizabeth mencerai-beraikan tubuh Zero bahkan ususnya tampak tercincang di udara.
Shina memicingkan mata, tepat saat jantung iblis itu akan berpindah, panah cahaya menusuknya lalu membawanya menancap ke dinding.
Lengkingan teriakan kesakitan menggema ke udara hingga siapapun yang mendengarnya harus menutup telinganya.
__ADS_1
Setelahnya Zero dipastikan benar-benar mati.