
Sekembalinya ke guild semua orang menatap sosok Shina yang menempel pada Elizabeth dan juga Marisa.
"Mungkinkah dia anak hilang."
"Siapa yang kau panggil anak hilang desu, aku sudah dewasa."
"Dia benar, mulai sekarang dia juga menjadi anggota kami, bisa tolong daftarkan dia juga sebagai petualang."
"Baik."
Beberapa saat menunggu Shina mendapatkan kartu petualangannya dan ia berlari berputar-putar dengan senang, semua orang menatap hangat padanya.
Setelah melaporkan hasil quest untuk membunuh Lich, Marisa dan Elizabeth mendapatkan promosi untuk naik satu peringkat dan berkat beberapa misi yang diambilnya di hari berbeda kini dia telah mencapai peringkat A dalam waktu sebulan.
Shina masih anggota baru meski begitu ia bisa mengikuti kedua rekannya.
"Ini luar biasa, ini pertama kalinya ada sebuah party yang bisa naik ke peringkat S begitu cepat."
"Kami hanya beruntung," jawab Marisa yang mendapatkan anggukan Shina meskipun sebenarnya mereka mengalami hal berat, seperti dikejar-kejar monster dan terkadang oleh orang aneh juga yang selalu berteriak.
"Menikahlah denganku."
Singkatnya Elizabeth selalu membawa mereka ke tempat paling berbahaya jika mereka tidak kuat mereka pasti sudah mati karenanya.
Shina mengangkat tangannya karena tingginya sejajar loket guild.
"Lalu apa ujian peringkat S-nya, kami ingin mengambilnya."
"Soal itu, kalian akan mendapatkan quest khusus dari guild master. Aku akan menanyakannya jadi kalian tunggu dulu sebentar."
__ADS_1
"Sepertinya questnya pasti sulit."
Marisa juga berfikiran sama dengan Shina, mereka tidak akan tahu sebelum bertemu dengan guild master yang dimaksud.
Resepsionis turun beberapa saat kemudian dan meminta semuanya naik ke ruangan atas di mana guild master bernama Ciel duduk menyambut.
"Silahkan duduk."
"..."
"Kudengar kalian tertarik untuk pergi ke gurun pasir merah, mungkinkah kalian menginginkan banyak uang?"
"Itu salah satunya tapi kami lebih tertarik dengan Grimore," balas Elizabeth demikian.
"Perpustakaan terlarang kah? Itu malah lebih sulit lagi... Yah, apapun itu kalian pasti memerlukan izin khusus dan salah satunya menjadi peringkat S."
"Maka dari itu berikan ujian untuk kami."
"Ujian peringkat S kalian yaitu menambang kristal murni di tengah pulau."
"Kristal murni?"
"Kristal murni adalah kristal ungu yang hanya berada di pulau monster, untuk mendapatkannya kalian juga harus berhadapan dengan Carberus."
"Apa kami harus membunuh Carberus itu?" tanya Elizabeth yang mendapatkan gelengan kepala Ciel.
"Tidak."
"Itu tidak masuk akal, melawan monster kuat tapi tidak boleh membunuhnya jelas mustahil."
__ADS_1
Shina memprotes.
"Kristal itu dibuat dari kotorannya jadi jika kalian membunuhnya itu sama saja menghilangkan kristal tersebut."
Mendapatkan pernyataan itu ketiganya memucat.
"Ka-kami harus mengambilnya dari sana.. Ugh, entah kenapa itu terdengar menjijikan."
"Kalian bisa membunuh monster lain tapi pastikan tidak padanya."
"Kau seperti sudah yakin pada kami?" tambah Shina.
"Tentu saja, jika tidak ada prosedur seperti ini aku tidak ragu untuk menjadikan kalian peringkat S saat ini juga, hanya saja itu mungkin akan berdampak buruk pada petualang lainnya, mereka mungkin akan menganggap guild pilih kasih dan jabatanku bisa juga terancam."
Itu memang masuk akal.
Mereka bertiga saling bertukar pandangan kemudian mengangguk untuk menyetujui questnya. Dalam waktu dua hari mereka akan berangkat, sampai saat itu ketiganya memutuskan untuk bersantai.
Mereka berendam di kolam air panas selagi menatap pemandangan bulan purnama yang indah.
Marisa berdiri selagi mengepalkan tinjunya tanpa memperdulikan seluruh bagian tubuhnya terlihat.
"Grimore pasti akan aku dapatkan."
"Jangan lupa soal uangnya," potong Shina.
"Tentu saja aku tidak akan lupa, kita juga perlu membeli mansion dengan uangnya benarkan Elizabeth."
"Meski memiliki tempat tinggal, kita masih tetap harus melawan naga jadi berpergian tidak bisa dihindari."
__ADS_1
"Kamu menghancurkan suasananya."